Meta dan X Belum Laporkan Implementasi PP Tunas ke Kemkomdigi
Platform Meta seperti Instagram, Facebook, dan Threads serta platform X (sebelumnya Twitter) belum menyerahkan laporan hasil implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 (PP Tunas) kepada Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi). Pernyataan itu disampaikan Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, pada Jumat, 26 Juni 2026.
Ringkasan pelaporan dan angka takedown
Sejak diberlakukan pada 28 Maret 2026, PP Tunas menyasar delapan platform prioritas untuk pelaporan kepatuhan. Hingga kini, baru dua platform yang melaporkan hasil intervensi.
Menurut Kemkomdigi, jumlah akun anak yang dinonaktifkan mencapai hampir 4,7 juta akun. Rinciannya, TikTok melaporkan telah menurunkan 4,1 juta akun per-Juni. Sementara YouTube melaporkan sekitar 600 ribu akun pada bulan Mei.
Platform prioritas PP Tunas
- TikTok
- YouTube
- Threads
- Roblox
- Bigolive
- X (Twitter)
Permintaan Kemkomdigi kepada Meta dan X
Kemkomdigi meminta agar platform yang belum melapor segera menyampaikan data hasil implementasi. Menkomdigi menyoroti belum adanya angka takedown akun anak dari beberapa platform besar.
"Meta belum melaporkan, X dan juga yang lainnya belum melaporkan berapa jumlah akun anak yang sudah dilakukan takedown (nonaktifkan). Jadi kita minta untuk segera melaporkan."
Ujar Menkomdigi Meutya Hafid pada Jumat, 26 Juni 2026. Permintaan ini menegaskan perlunya transparansi agar pemerintah dapat memantau efektivitas perlindungan anak di platform digital.
Langkah selanjutnya dan konteks
Kemkomdigi masih menunggu laporan lengkap dari platform yang belum mengirimkan data. Laporan ini penting untuk menilai sejauh mana kebijakan PP Tunas berjalan dan indikator perlindungan anak yang tercapai.
Ke depan, pemerintah diperkirakan akan terus memantau kepatuhan platform prioritas. Sementara itu, publik menanti data lanjutan yang dapat menggambarkan dampak kebijakan terhadap keselamatan anak di dunia maya.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
UMN Dorong Kemandirian Ekonomi Desa Serdang Wetan Lewat Program PDB
UMN menggelar Program PDB di Desa Serdang Wetan Agustus 2026 untuk memperkuat produksi, manajemen, dan pemas...
Kebakaran Pabrik ATK di Bekasi Utara Berhasil Dipadamkan
Kebakaran pabrik ATK di Kaliabang, Bekasi Utara pada 17 Agustus 2026 berhasil dipadamkan; 10 mobil damkar di...
Bulog Pastikan Stok Pangan NTT Aman, Siapkan 20 Ton Beras per Kabupaten
Bulog pastikan stok beras 35–37 ribu ton di NTT; setiap kabupaten diminta sediakan 20 ton beras dan 1.000 li...
Sandri Apresiasi Respons Cepat Polri Tangani Gempa NTT
Sandri memuji respons cepat Polri setelah gempa magnitudo 7,7 di NTT; 845 personel dan logistik dikerahkan u...
Granat Tangan Diduga Buatan Inggris Ditemukan di Bekasi
Granat tangan diduga buatan Inggris ditemukan di Bekasi pada 17 Agustus 2026; tim jibom evakuasi ke Markas G...
Kemendag Salurkan Rp250 Juta untuk Korban Gempa NTT
Kemendag menyalurkan Rp250 juta melalui program "Kemendag Peduli" sebagai bantuan awal untuk korban gempa NT...