Nasional

Mentan Amran Tindaklanjuti Keluhan Kesulitan Pupuk di Kampar

Bagikan:
Menteri Pertanian Andi Amran berbicara dengan mahasiswa soal pasokan pupuk di Kampar

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menindaklanjuti keluhan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) tentang sulitnya mendapatkan pupuk untuk pertanian sayuran di Kabupaten Kampar. Peristiwa itu terjadi di Pekanbaru pada Kamis, 17 September 2026, setelah Amran memberi kuliah umum pada kegiatan PKKMB dan MASTA UMRI.

Keluhan mahasiswa dan lokasi masalah

Seorang mahasiswa mendekati Amran saat acara selesai dan menyampaikan tantangan memperoleh pupuk, terutama bila membutuhkan dalam jumlah besar. Dia juga menyebut banjir sebagai salah satu faktor yang mengganggu usaha tani keluarga mereka di Kampar.

“Sayur lagi gantung itu, Pak, susahnya mencari pupuk. Terutama kalau sudah membutuhkan pupuk dalam jumlah banyak,”

Tindak lanjut langsung dari Menteri

Setelah menanyakan lokasi lahan yang dikelola mahasiswa itu, Amran memerintahkan jajarannya untuk memastikan pasokan pupuk segera dikirim ke Kampar. Ia meminta koordinasi dengan pejabat setempat dan mencatat nomor kontak mahasiswa agar kebutuhan bisa diproses cepat.

“Insyaallah pasti dikirim pupuk. Oke, nanti pupuk diamankan,”

“Oke, nanti pupuk. Amankan. Ini ambil nomor HP-nya,”

Penegasan peran pemerintah dan dukungan pada generasi muda

Amran menegaskan bahwa pemerintah harus hadir ketika petani menyampaikan masalah di lapangan. Ia menyatakan layanan publik kepada masyarakat dan mahasiswa adalah prioritas. Amran juga mendorong mahasiswa untuk melanjutkan kegiatan pertanian dan melihatnya sebagai peluang usaha.

“Nggak boleh. Kami ini pelayan rakyat. Kami pelayan mahasiswa. Jiwa ragaku untuk rakyat Indonesia, untuk mahasiswa Indonesia,”

“Kamu nanti jadi petani, ya? Tapi petani yang berdasi kayak kalian sekarang,”

Sanksi bagi pengelola pupuk yang melanggar

Selain memastikan distribusi, Amran memperingatkan akan menindak pengelola pupuk yang menjual dengan harga mahal atau tidak memberikan layanan sesuai ketentuan. Ia berkata ada konsekuensi bagi manajer yang menyalahgunakan tugas.

“Yang kemarin jual mahal pupuk, kemudian tidak diberikan pupuk, manajernya ugal-ugalan. Saya beri hadiah copot di tempat,”

Implikasi dan langkah ke depan

Respons Amran mencerminkan upaya pemerintah menanggapi keluhan langsung dari pelaku pertanian dan mahasiswa. Selain pemenuhan kebutuhan pupuk, pernyataan tersebut juga membuka peluang dukungan teknis dan kewirausahaan bagi generasi muda yang terjun ke pertanian. Pemerintah akan memantau distribusi pupuk dan menindak pihak yang menghambat ketersediaan sesuai ketentuan.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait