Menkop Percepat Operasional KDKMP di Banjarnegara
Menteri Koperasi Ferry Juliantono meminta percepatan operasionalisasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Arahan itu disampaikan saat kunjungan ke Banjarnegara pada Senin, 14 September 2026, untuk memastikan program koperasi desa segera berjalan di lapangan.
Arahan langsung kepada pengurus
Ferry memberi pengarahan kepada pengurus Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Panerusan Wetan dan elemen koperasi se-Kabupaten Banjarnegara. Ia menegaskan komitmen pemerintah untuk mengembalikan koperasi sebagai salah satu arus utama perekonomian nasional.
Tiga langkah percepatan operasional
Untuk mempercepat operasionalisasi KDKMP, Kementerian Koperasi menyiapkan tiga langkah konkret yang akan dijalankan bertahap. Langkah ini ditujukan agar unit usaha koperasi segera berfungsi di tingkat desa dan kelurahan.
- Sosialisasi teknis mengenai mekanisme operasional unit-unit usaha KDKMP di lapangan.
- Percepatan verifikasi dan validasi fisik untuk bangunan gudang, gerai, hingga penyerahan Berita Acara Serah Terima (BAST).
- Penempatan manajer profesional yang telah direkrut untuk mengawal operasional harian koperasi di setiap wilayah.
"Setelah itu, kita akan segera menempatkan para manajer profesional yang telah direkrut. Manajer ini nantinya untuk mengawal operasionalisasi harian koperasi di setiap wilayah,"
Studi kasus: Koperasi Nira Kamukten
Dalam kunjungannya, Ferry juga meninjau aktivitas Koperasi Produsen Nira Kamukten di Desa Susukan, Banjarnegara. Koperasi ini menjadi contoh pengembangan usaha berbasis potensi lokal setelah berhasil menembus pasar ekspor.
"Koperasi ini sudah berhasil ekspor ke Jerman beberapa waktu yang lalu dan telah divalidasi oleh lembaga Fairtrade dari Inggris. Standar yang memadai ini sangat memungkinkan Koperasi Nira Kamukten untuk terus memperluas akses pasarnya ke berbagai negara lain,"
Kemenkop menilai contoh seperti Nira Kamukten penting sebagai model. Kesuksesan tersebut menunjukkan koperasi lokal dapat memenuhi standar internasional bila didukung peningkatan kapasitas dan akses pasar.
Respons pemerintah daerah
Bupati Banjarnegara Amalia Desiana menyambut baik arahan Kemenkop. Pemerintah daerah dan pemerintahan desa dinyatakan siap mendukung operasionalisasi KDKMP di wilayahnya.
"Saya berharap KDMP ini bisa menjadi rumah bagi seluruh masyarakat desa untuk bisa mengoptimalkan hasil-hasil bumi. Kemudian hasil-hasil lokal di wilayahnya masing-masing untuk bisa ditingkatkan nilai jualnya,"
Dengan langkah teknis, verifikasi fisik, dan penempatan manajer profesional, Kemenkop berharap KDKMP segera beroperasi penuh. Jika rencana berjalan, skema ini bisa memperkuat ekonomi lokal dan memperluas akses pasar produk desa ke tingkat nasional dan internasional.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar
Ekspor industri pengolahan Januari–Agustus 2026 mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun), tumbuh 7,87%...
OJK Minta Perbankan Perkuat IT, Kebijakan Dividen Disesuaikan
OJK minta bank perkuat keamanan IT; dividend payout akan disesuaikan agar bank punya ruang investasi teknolo...
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Lima Prioritas Utama
OJK meluncurkan RP3I 2026–2030 di Bali untuk memperkuat perbankan dengan lima prioritas, empat enabler, dan...
APBN 2027: Target Pertumbuhan 6% Jadi Tantangan Utama
Target 6% pada APBN 2027 jadi tantangan; investasi harus tumbuh 10-12% untuk mendorong ekonomi, kata Kepala...
Ekspor Manufaktur Agustus 2026 Tumbuh 12,48%, Topang Surplus
Manufaktur naik 12,48% pada Agustus 2026, dorong ekspor USD26,61 miliar dan neraca perdagangan surplus USD3,...
Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
Calon buyer Spanyol menunjukkan minat pada briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk restoran profesiona...