Ekonomi

IHSG Diperkirakan Sideways Usai Pelantikan Menkeu Baru

Bagikan:
Grafik pergerakan IHSG dengan bendera Indonesia menggambarkan sentimen pasar

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak sideways pada perdagangan hari ini, Selasa, 15 September 2026, seiring pasar menanti dampak kebijakan Menteri Keuangan baru. Senin lalu IHSG ditutup melemah tipis 0,10% ke level 6.534,69 setelah sempat menyentuh titik terendah 6.371.

Prediksi pergerakan IHSG

Secara teknikal, analis memperkirakan IHSG akan bergerak datar dalam kisaran 6.400–6.600. Pergerakan ini mengindikasikan sentimen pasar yang berhati-hati dan kecenderungan fluktuasi terbatas pada jangka pendek.

IHSG bahkan sempat menyentuh level terendah di 6.371. Sehingga hari ini, secara teknikal IHSG diprakirakan bergerak 'sideways' di kisaran 6.400-6.600.

Dampak pelantikan Menteri Keuangan baru

Pelantikan Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan menjadi sorotan utama pasar. Investor berharap perubahan ini dapat memperkuat kredibilitas fiskal dan menjaga disiplin anggaran negara.

Pergantian pos Menteri Keuangan ini diharapkan akan lebih menjaga kredibilitas dan disiplin fiskal. Sehingga menjaga defisit APBN tetap aman di bawah batas 3 persen.

Karena Suahasil pernah menjabat Wakil Menteri Keuangan, pasar berharap transisi kebijakan berjalan lancar. Jika keyakinan itu terwujud, aliran modal asing atau capital inflow berpotensi meningkat, rupiah menguat, dan imbal hasil SBN serta IHSG menjadi lebih stabil.

Respons investor dan prospek jangka panjang

Dalam jangka pendek, panggung pasar modal kemungkinan tetap fluktuatif seiring penyesuaian ekspektasi terhadap kebijakan fiskal baru. Namun di jangka panjang, perhatian tertuju pada realisasi kebijakan yang dapat memperkuat kepercayaan investor domestik dan internasional terhadap ekonomi makro Indonesia.

Investor berharap kredibilitas dan konsistensi fiskal dari Menteri baru ini. Sehingga dapat mengembalikan kepercayaan investor domestik dan global terhadap ekonomi makro dan pasar keuangan Indonesia.

Sentimen global

Selain faktor domestik, sentimen global turut memberi tekanan. Saham di Wall Street menutup perdagangan Senin lalu dengan penurunan, sementara pelaku pasar menantikan keputusan suku bunga The Fed yang diperkirakan akan naik bulan ini. Perkembangan tersebut dapat memengaruhi arus modal dan volatilitas pasar Indonesia.

Secara keseluruhan, IHSG diprediksi bergerak terbatas hari ini sambil menunggu sinyal kebijakan fiskal yang lebih jelas dari Menteri Keuangan baru dan keputusan suku bunga global.

Farhan Azhar
Penulis
Farhan Azhar

Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.

Berita Terkait