Nasional

Menkomdigi Tegaskan Lindungi Anak di Ruang Digital

Bagikan:
Menkomdigi Meutya Hafid bertemu perwakilan Google bahas perlindungan anak di ruang digital

Menkomdigi Meutya Hafid menegaskan komitmen Indonesia membangun standar global perlindungan anak di ruang digital. Pernyataan itu disampaikan saat menerima audiensi Vice President Government Affairs and Public Policy Google, Markham Erickson, di Jakarta pada Senin, 27 Juli 2026. Pemerintah menekankan perlunya regulasi dan kerja sama dengan platform untuk menurunkan risiko bagi anak sejak layanan dirancang.

Dua strategi utama

Meutya menjelaskan ada dua langkah strategis yang dikedepankan pemerintah. Pertama, pendekatan regulasi yang berfokus pada penilaian dan mitigasi risiko. Kedua, kolaborasi aktif dengan platform digital agar fitur perlindungan hadir secara teknis dan berkelanjutan.

Menurutnya, pendekatan ini berbeda dari larangan menyeluruh. Tujuannya menjaga keseimbangan antara perlindungan anak dan ruang inovasi digital.

Peran platform dalam desain layanan

Menkomdigi menekankan bahwa aturan saja tidak cukup. Platform memiliki pengetahuan dan kemampuan teknologi untuk menciptakan solusi yang mengurangi risiko sejak tahap desain produk.

"Kami tidak hanya mengetahui berbagai risiko yang dihadapi anak-anak di ruang digital, tetapi kami juga membutuhkan solusi. Platform digital memiliki pengetahuan dan kemampuan teknologi untuk menghadirkan fitur-fitur yang dapat menurunkan risiko tersebut sejak awal perancangan produknya,"

Dengan demikian, kolaborasi dinilai penting agar mekanisme perlindungan efektif dan berkelanjutan.

Regulasi sebagai fondasi pencegahan

Pemerintah memandang regulasi sebagai fondasi untuk mencegah risiko sebelum terjadi. Aturan dirancang untuk menerapkan prinsip mitigasi risiko, bukan melarang akses secara menyeluruh.

Meutya menegaskan Indonesia ingin menjadi contoh bagi negara lain dalam hal regulasi perlindungan anak di dunia maya.

"Kami ingin Indonesia menjadi salah satu model bagi negara lain dalam hal regulasi untuk melindungi anak-anak di ruang digital. Pendekatan yang kami pilih bukan larangan menyeluruh, melainkan pendekatan berbasis risiko sehingga ruang digital tetap aman sekaligus mendukung inovasi,"

Implikasi dan langkah selanjutnya

Pernyataan ini membuka peluang penguatan kolaborasi antara regulator dan penyedia layanan digital. Ke depan, pemerintah dan platform diharapkan mengintegrasikan fitur keamanan yang relevan pada produk dan layanan mereka.

Jika dijalankan konsisten, kombinasi regulasi berbasis risiko dan dukungan teknologi platform dapat menurunkan eksposur anak terhadap konten dan interaksi berbahaya di ruang digital.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait