Infantino Balas Kritik atas Penyelenggaraan Piala Dunia 2026
Presiden FIFA, Gianni Infantino, membalas kritik terhadap kepemimpinan dan penyelenggaraan Piala Dunia 2026 lewat unggahan 15 slide di akun Instagram pribadinya pada 27 Juli 2026. Ia menilai kritik tersebut tidak adil dan mengajak pengkritik untuk merenung, berdoa, atau menyaksikan sepak bola daripada menyebarkan kebencian.
Respons Infantino terhadap kritik
Infantino menegaskan FIFA telah bekerja keras mengorganisasi turnamen dan menghadirkan pertunjukan terbaik. Menurutnya, penyelenggaraan menunjukkan "sisi terbaik kemanusiaan" dengan suasana penuh kebahagiaan dan keamanan.
"Saya ingin mengatakan, sementara Anda duduk mengkritik, FIFA telah mengorganisasi, bekerja keras, dan menghadirkan pertunjukan terbaik di dunia. Ketika Anda memecah belah, kami menyatukan dunia."
Ia juga menekankan bahwa turnamen berlangsung tanpa insiden berarti dan menjadi bukti bahwa sepak bola dapat mempertemukan negara meski ada konflik.
Keluhan tim dan masalah logistik
Meski demikian, beberapa delegasi menyampaikan keluhan selama turnamen. Pelatih Iran, Amir Ghalenoei, mengeluhkan bahwa timnya mengalami sejumlah kendala logistik yang merugikan.
Keluhan yang disuarakan termasuk keterlambatan pengurusan visa, persoalan staf, dan perpindahan lokasi pemusatan latihan. Pembatasan perjalanan juga memengaruhi suporter dan pejabat dari beberapa negara.
- Iran
- Haiti
- Senegal
- Pantai Gading
Salah satu kasus menonjol adalah penolakan masuk terhadap wasit Somalia, Omar Artan, meski membawa paspor diplomatik. Penolakan itu terkait dugaan keterkaitan dengan anggota organisasi teroris.
Visas dan respons FIFA
Menanggapi sorotan atas visa, Infantino meminta publik melihat gambaran lebih luas. Ia menyebut jutaan visa telah disetujui dan hanya sebagian kecil yang ditolak.
"Anda hanya menyoroti sedikit orang yang ditolak visanya dan mengabaikan jutaan yang disetujui dari seluruh dunia."
Isu disiplin, politik, dan penyelidikan
Sorotan lain terkait kualitas kepemimpinan wasit dan dugaan campur tangan politik. Hal itu muncul setelah desakan Presiden Amerika Serikat untuk meninjau kartu merah terhadap pemain Folarin Balogun.
Induk organisasi sepak bola Eropa, UEFA, menyatakan keputusan semacam itu melanggar aturan. Sementara itu, Komite Olimpiade Internasional menyatakan tidak akan menyelidiki dugaan pelanggaran netralitas politik oleh Infantino.
Infantino juga menyampaikan bahwa FIFA terus menyelidiki sejumlah insiden, termasuk keributan pasca-final dan dugaan pelecehan rasial terhadap IShowSpeed.
Penutup: Seruan persatuan
Menutup pernyataannya, Infantino mengajak para pengkritik untuk menunjukkan rasa hormat dan cinta terhadap sepak bola. Ia berharap kritik disampaikan secara konstruktif, bukan dengan kebencian.
"Kepada mereka yang menghabiskan waktu membenci kami, luangkanlah waktu untuk merenung, bermeditasi, berdoa, atau menonton pertandingan sepak bola."
Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.
Berita Terkait
Kiandra Ramadhipa Raih Podium di Putaran Akhir Moto3 Junior Misano
Kiandra Ramadhipa finis kedua di Race 2 Moto3 Junior Misano dan menutup musim 2026 di posisi kelima dengan 1...
Persib Rekrut Igor Tolic sebagai Asisten Pelatih
Persib resmi mengganti asisten pelatih Goran Paulic dengan Igor Tolic, rekomendasi Bojan Hodak, diumumkan 2...
Panama Lolos Perempat Final Copa America 2024 usai Tumbangkan Bolivia
Panama melaju ke perempat final Copa America 2024 usai menaklukkan Bolivia 3-1; gol Fajardo, Guerrero, dan Y...
Uruguay Hentikan AS 1-0 dan Melaju ke Perempat Final Copa America
Uruguay menang 1-0 atas AS di Arrowhead dan melaju ke babak delapan besar Copa America lewat gol Mathias Oli...
Goran Paulic Resmi Tinggalkan Persib
Goran Paulic, asisten pelatih asal Kroasia, mengakhiri kerja sama dengan Persib pada 2 Juli 2024 menjelang L...
Kapolresta Bandung Cup: Puluhan Tim U-16 Berlaga di Jalak Harupat
Puluhan tim U-16 bersaing di Kapolresta Bandung Cup (2-5 Juli 2024) di Sor Si Jalak Harupat sebagai wadah pe...