Es Teller Rafa Bertahan dengan Kesegaran dan Inovasi
Es Teller Rafa di kawasan Bratang Gede 25, Surabaya, tetap bertahan sejak didirikan pada 2024 dengan mengandalkan bahan segar, resep kental khas, dan inovasi menu. Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) ini lahir dari inisiatif kelompok UMKM yang dibentuk RT/RW setempat untuk menghimpun pelaku usaha lokal.
Awal usaha dan lokasi
Ayu Arista, pemilik Es Teller Rafa, membuka kedai sederhana di depan rumahnya setelah bergabung dalam kelompok UMKM Bratang Gede. Ide pengumpulan pelaku usaha muncul dari RT dan RW setempat untuk memberdayakan ekonomi lingkungan.
"Awalnya dari grup UMKM Bratang Gede yang diinisiasi RT RW untuk mengumpulkan pelaku UMKM sekitar. Kemudian kami membuka kedai di depan rumah. Tahun 2024 banyak yang jualan es teller dan responsnya ternyata baik, akhirnya berlanjut sampai sekarang," ujar Ayu.
Pernyataan tersebut disampaikan Ayu pada Minggu, 26 Juli 2026, saat mengulas perkembangan usahanya sejak awal berdiri.
Menu, ukuran, dan harga
Es Teller Rafa menawarkan beberapa pilihan ukuran dengan harga terjangkau. Varian lain juga tersedia, seperti sop buah dan aneka jus.
| Ukuran | Harga |
|---|---|
| 16 oz | Rp8.000 |
| 18 oz | Rp10.000 |
| 22 oz | Rp12.000 |
| Teko / Jumbo | Rp27.000 |
Selain minuman, kedai juga menghadirkan gorengan inovatif, seperti gorengan nangka dan pisang dengan tambahan topping keju.
Bahan baku dan proses produksi
Ayu menekankan kualitas bahan sebagai prioritas. Semua bahan dibeli segar, dan isian serta kuah diracik sendiri setiap hari untuk menjaga rasa dan tekstur.
"Produksi harus baru dan fresh setiap hari karena kuah es teller kami cenderung kental. Untuk nangka, biasanya saya stok sebelum Ramadan karena harganya bisa naik. Kalau alpukat harus tetap beli fresh setiap belanja, berapa pun harganya, karena kami tetap menjaga kualitas produk," jelas Ayu.
Kuah dibuat kental menggunakan kombinasi susu kental manis dan susu evaporasi, tanpa campuran santan. Isian antara lain mutiara, melon, nangka, jelly, dan alpukat.
Operasional dan layanan pesanan
Kedai buka setiap hari mulai pukul 09.00 hingga 20.00 WIB. Namun, selama Ramadan jam buka dimajukan menjadi pukul 08.00 untuk memenuhi permintaan takjil dan berbuka puasa.
Es Teller Rafa juga menerima pesanan dalam jumlah besar untuk arisan, hajatan, dan buka puasa bersama sebagai strategi memperluas pasar dan menjaga kelangsungan usaha lokal.
Konteks dan prospek
Sekarang Es Teller Rafa sedang dalam proses pengurusan sertifikasi halal, langkah yang diharapkan meningkatkan kepercayaan konsumen. Dengan kombinasi kesegaran bahan, harga terjangkau, dan inovasi produk, usaha ini berpotensi terus berkembang sekaligus memperkuat ekosistem UMKM di Bratang Gede.
Analis bisnis yang mengulas perkembangan industri, korporasi, dan peluang investasi.
Berita Terkait
Sego Manten: Ratna Obati Rindu Kuliner Jadul di Madiun
Ratna membuka Sego Manten di Lapangan Gulun Madiun sejak 2020 untuk mengobati kerinduan hidangan hajatan Jaw...
Mari Jajan Bajawa Buka Peluang Kerja Baru untuk Warga Ngada
Mari Jajan Bajawa buka peluang kerja di Ngada seiring permintaan meningkat lewat sistem pre-order, kata pemi...
Dekranasda Malinau Perkuat Sinergi dengan Pelaku UMKM
Dekranasda Malinau kunjungi pelaku UMKM di Desa Wisata Pulau Sapi untuk perkuat sinergi, pembinaan, dan perl...
Peluang Budidaya Buah Naga di Maluku Tenggara
Petani di Maluku Tenggara kembangkan budidaya buah naga daging merah; permintaan tinggi dan perawatan efisie...
Rupiah Kembali Tembus Rp18.000 Setelah Pengunduran Gubernur BI
Rupiah menutup perdagangan 27 Juli 2026 di Rp18.009 per USD setelah pasar merespon pengunduran diri Gubernur...
Pemprov DKI dan Shopee Tanam 2.000 Mangrove di Jakarta Utara
Pemprov DKI dan Shopee menanam 2.000 bibit mangrove di Jakarta Utara pada 26 Juli 2026 sebagai bagian Hari M...