Harga Empat Komoditas di Malinau Turun, Cabai Merah Terdepan
Pada Senin, 27 Juli 2026, harga empat komoditas pangan di Pasar Induk Malinau tercatat turun menurut Laporan Harga Harian Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM Malinau. Penurunan paling signifikan terjadi pada kelompok cabai, dengan cabai merah besar turun hingga Rp15.000 per kilogram dibandingkan hari sebelumnya.
Rincian penurunan harga
Data resmi menunjukkan perubahan harga komoditas sebagaimana tercatat di pasar. Cabai merah besar kini dijual Rp60.000 per kilogram, turun dari Rp75.000 per kilogram pada hari sebelumnya. Cabai rawit merah turun dari Rp45.000 menjadi Rp31.250 per kilogram, berkurang Rp13.750.
Kelompok cabai lain juga mengalami penurunan, yaitu cabai merah keriting yang turun Rp2.500 menjadi Rp63.750 per kilogram. Selain cabai, bawang merah tercatat turun dari Rp47.500 menjadi Rp46.250 per kilogram.
Respons konsumen
Penurunan harga disambut positif oleh warga setempat. Seorang ibu rumah tangga di Malinau, Astuti, mengatakan penurunan harga cabai dan bawang membantu mengurangi pengeluaran dapur yang rutin terjadi setiap hari.
"Alhamdulillah, semoga harganya bisa bertahan atau bahkan turun lagi. Cabai dan bawang termasuk kebutuhan yang hampir setiap hari dibeli. Kalau harganya turun seperti sekarang, tentu sangat membantu kami menghemat belanja dapur," ujar Astuti.
Komoditas lain tetap stabil
Sementara itu, sebanyak 44 komoditas lain yang dipantau oleh dinas terkait tercatat stabil. Harga kebutuhan pokok inti tidak menunjukkan perubahan dibanding hari sebelumnya.
- Beras
- Gula pasir
- Minyak goreng
- Telur ayam ras
- Daging ayam dan daging sapi
- Ikan, sayuran, dan buah-buahan
Implikasi bagi rumah tangga dan pasar
Penurunan harga cabai dan bawang berpotensi meringankan beban belanja rumah tangga dalam jangka pendek. Namun, warga berharap pasokan pangan tetap terjaga agar harga tidak kembali melonjak.
Menurut konsumen, kestabilan harga memberikan kepastian dalam pengaturan anggaran keluarga, terutama di tengah kebutuhan rumah tangga yang terus meningkat.
Sampai laporan ini diterbitkan, dinas terkait hanya mencatat penurunan dan kestabilan komoditas tanpa menyebutkan penyebab teknis perubahan harga. Pemantauan harian akan tetap berlangsung untuk melihat tren selanjutnya.
Analis bisnis yang mengulas perkembangan industri, korporasi, dan peluang investasi.
Berita Terkait
Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar
Ekspor industri pengolahan Januari–Agustus 2026 mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun), tumbuh 7,87%...
OJK Minta Perbankan Perkuat IT, Kebijakan Dividen Disesuaikan
OJK minta bank perkuat keamanan IT; dividend payout akan disesuaikan agar bank punya ruang investasi teknolo...
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Lima Prioritas Utama
OJK meluncurkan RP3I 2026–2030 di Bali untuk memperkuat perbankan dengan lima prioritas, empat enabler, dan...
APBN 2027: Target Pertumbuhan 6% Jadi Tantangan Utama
Target 6% pada APBN 2027 jadi tantangan; investasi harus tumbuh 10-12% untuk mendorong ekonomi, kata Kepala...
Ekspor Manufaktur Agustus 2026 Tumbuh 12,48%, Topang Surplus
Manufaktur naik 12,48% pada Agustus 2026, dorong ekspor USD26,61 miliar dan neraca perdagangan surplus USD3,...
Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
Calon buyer Spanyol menunjukkan minat pada briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk restoran profesiona...