Menkes Minta Skrining Ulang Kesehatan Jiwa untuk Dokter Internship dan PPDS
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meminta skrining kesehatan jiwa ulang bagi seluruh peserta Program Internship Dokter Indonesia (PIDI) dan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS). Permintaan ini disampaikan pada Senin, 27 Juli 2026 di kantor BRIN, Jakarta Selatan, menyusul dugaan meninggalnya dr Siti Zahra Maghfira di Kalibata, Jakarta Selatan.
Permintaan skrining ulang
Menkes menegaskan pemerintah akan segera melakukan skrining ulang sebagai langkah pencegahan agar risiko gangguan kesehatan mental dan kejadian serupa dapat terdeteksi lebih dini. Langkah ini dianggap sebagai tindakan cepat yang dapat dilaksanakan Kementerian Kesehatan untuk memberi perlindungan bagi peserta program.
“Yang jelas saya sudah minta semua diskrining jiwa sekali lagi. Langkah ini dilakukan supaya internship, PPDS dengan indikasi bunuh diri ini seharusnya bisa ditangani,”
Penyelidikan penyebab kematian
Budi Gunadi menyatakan pihaknya masih menyelidiki penyebab pasti meninggalnya dokter peserta internship tersebut. Pemeriksaan akan menelusuri apakah ada faktor kesehatan jiwa yang mempengaruhi sebelum kejadian dan memastikan motif di balik dugaan bunuh diri.
“Saya sedih sekali kenapa internship ini seperti ini. Saya sudah concern sebelumnya jangan ada lagi yang meninggal,”
“Yang sebelumnya ternyata karena sakit di Lampung dan ini bunuh diri karena apa dugaannya, sedang dicari penyebabnya. Ada masalah kejiwaan kah sehingga bisa seperti ini,”
Tujuan dan dampak skrining
Menkes menyebut skrining ulang dimaksudkan untuk mendeteksi dini peserta yang berisiko agar pendampingan dan intervensi dapat segera diberikan. Jika ada indikasi gangguan mental, pihak berwenang dapat mengambil tindakan pencegahan untuk mengurangi risiko lebih lanjut.
- Deteksi dini peserta berisiko
- Dasar pendampingan dan rujukan ke layanan kesehatan jiwa
- Intervensi cepat untuk mencegah perkembangan masalah menjadi fatal
Langkah ke depan
Menkes menegaskan skrining ulang menjadi langkah tercepat dan prioritas saat ini sambil menunggu hasil penyelidikan lebih mendalam. Pemeriksaan dan tindak lanjut dianggap penting untuk mencegah kejadian serupa dan meningkatkan keselamatan peserta program PIDI dan PPDS.
Hasil skrining nantinya diharapkan menjadi dasar untuk intervensi dan pendampingan yang sistematis bagi peserta yang membutuhkan dukungan kesehatan mental.
Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.
Berita Terkait
IDAI Minta Media Edukasi Masyarakat soal Influenza pada Anak
IDAI mengimbau media edukasi masyarakat soal peningkatan kasus influenza pada anak dan dorong vaksinasi sert...
Kasus Influenza Anak Meningkat di Kota Besar, IDAI Ingatkan Risiko
IDAI melaporkan lonjakan kasus influenza anak di kota besar sejak 18 Sept 2026, mendorong perhatian pada kel...
Pemerintah Tarik 25 Merek Beras Fortifikasi setelah Kandungan Tidak Sesuai
Pemerintah menarik 25 merek beras fortifikasi per 15 Sept 2026 setelah ditemukan ketidaksesuaian klaim dan k...
6 Cara Mudah Meredakan Nyeri Haid Tanpa Obat
Enam langkah sederhana seperti terapi panas, hidrasi, pijat, dan olahraga ringan dapat membantu meredakan ny...
Tirta Dental Buka Cabang Tebet, Layanan Gigi Terpadu
Tirta Dental membuka cabang di Tebet dengan layanan gigi terpadu, fasilitas modern, tim berpengalaman, serta...
DPR Minta Pembiayaan JKN 2027 Dipastikan Jaga Akses Kelompok Miskin
Anggota Komisi IX DPR Edy Wuryanto meminta pemerintah menjamin pembiayaan JKN 2027 agar akses layanan bagi k...