Menkes: Satu Sehat Integrasikan Data Kesehatan dan Kependudukan
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa pemerintah memperkuat digitalisasi data kesehatan melalui platform Satu Sehat. Pernyataan disampaikan saat konferensi pers di Puskesmas Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa, 11 Agustus 2026. Menkes menyebut Satu Sehat merupakan pengembangan dari PeduliLindungi yang dipakai saat pandemi.
Satu Sehat: evolusi dari PeduliLindungi
Budi menuturkan aplikasi awal yang dibangun untuk pandemi kemudian berkembang menjadi sistem yang lebih luas. Menurutnya, platform itu awalnya dibuat untuk mengetahui data mana yang paling valid selama masa COVID-19.
Pertama kali itu dipakai waktu zamannya Covid. Karena beliau benar-benar minta, ini gimana sih, Bud, datanya yang benar-benar paling mana?
Dia melanjutkan bahwa aplikasi awal bernama PeduliLindungi lalu berkembang menjadi Satu Sehat untuk menjadikan database kesehatan lebih terpusat.
Akhirnya kita bikin aplikasi namanya PeduliLindungi
Data vaksinasi dan integrasi rekam medis
Menkes menyatakan seluruh data vaksinasi kini telah didigitalisasi dan dimasukkan ke dalam platform Satu Sehat. Langkah ini bertujuan menyatukan catatan imunisasi agar bisa diakses untuk kepentingan kesehatan publik dan perencanaan layanan.
Data ini kemudian berubah jadi nama Satu Sehat, mengikuti nama yang Pak Luhut bikin, Satu Indonesia. Agar database-nya jadi satu dan sekarang semua data vaksinasi sudah didigitalisasi
Digitalisasi perizinan tenaga medis
Untuk mempermudah administrasi, Kementerian Kesehatan bekerja sama dengan Kementerian PANRB pada proses digitalisasi perizinan tenaga kesehatan. Proses ini mencakup STR dan SIP dokter sehingga pengurusan izin bisa dilakukan secara elektronik.
Tahap berikutnya, kita kerja sama dengan MenPANRB untuk mendigitalisasi seluruh perizinan yang namanya STR dan SIP dokter
Integrasi dengan data kependudukan
Budi juga menyampaikan kerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri untuk menghubungkan data Satu Sehat dengan data kependudukan. Tujuannya adalah menyelaraskan catatan imunisasi, kelahiran, dan data penduduk.
Nah, kali ini kita juga bekerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri, dengan Pak Tito. Khususnya untuk mengintegrasikan data Satu Sehat dengan datanya
Tujuan: akurasi kelahiran dan perencanaan ibu-anak
Menkes menggarisbawahi masalah perbedaan pencatatan antara tim imunisasi dan tim kelahiran ibu dan anak. Integrasi diharapkan menghasilkan basis data kelahiran yang akurat untuk mendukung program kesehatan ibu dan anak.
Karena dari dulu kita selalu kesulitan menghitung bayi yang lahir itu yang benar berapa. Jadi antara tim imunisasi sama tim kelahiran ibu dan anak, datanya beda-beda
Langkah penggabungan data ini menjadi bagian dari upaya memperbaiki perencanaan layanan kesehatan dan memastikan kebijakan berbasis data yang lebih andal.
Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.
Berita Terkait
Wardah Hadirkan Skin Longevity Clinic dengan Analisis Kulit Berbasis AI
Wardah membuka Skin Longevity Clinic di Ashta Jakarta (29 Sep–6 Okt 2026) menggabungkan edukasi, konsultasi...
Puskesmas Cibarusah Gencarkan Cek Kesehatan Anak Sekolah
Puskesmas Cibarusah intensifkan CKAS untuk SD, SMP, dan SMA/SMK sejak awal tahun ajaran guna deteksi dini da...
Hari Vegetarian: Jamur Sebagai Alternatif Daging Potensial
Pada Hari Vegetarian, jamur disorot sebagai alternatif daging karena tekstur dan rasa umami, namun masih ada...
Hari Kopi Internasional: Dampak Kopi pada Kesehatan Jantung
Konsumsi kopi berdampak pada jantung tergantung jumlah, jenis, dan penyajian; perhatian meningkat saat Hari...
Cara Terapkan Pola Makan Seimbang di Tengah Kesibukan
Kemenkes menganjurkan praktik pola makan seimbang dengan prinsip Isi Piringku: setengah piring sayur dan bua...
BPOM Pastikan Stok Antiviral Influenza A (H1N1) Cukup
BPOM menyatakan stok antiviral untuk influenza A (H1N1) mencukupi meski kasus meningkat; Kemenkes catat 1.52...