Menkes Sasar Orang Tua yang Menolak Imunisasi Anak
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan Kementerian Kesehatan akan menyasar orang tua—khususnya ayah—yang menolak imunisasi anak sebagai bagian upaya menaikkan cakupan vaksinasi pada periode 2025–2029. Pernyataan disampaikan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa, 22 Juni 2026.
Penolakan keluarga jadi faktor signifikan
Budi merujuk data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 yang menunjukkan salah satu alasan anak tidak menerima imunisasi adalah karena tidak diizinkan anggota keluarga. Kondisi ini menjadi tantangan bagi target imunisasi lengkap pemerintah.
“Yang menarik, ternyata banyak sekali bapak-bapak yang tidak mengizinkan anaknya divaksinasi. Entah apa alasannya, dan merasa vaksinasi tidak penting,”
Alasan anak tidak diimunisasi
Selain penolakan keluarga, beberapa alasan lain yang tercatat antara lain:
- Takut terhadap KIPI (Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi)
- Lupa atau tidak mengetahui jadwal imunisasi
- Anak sedang sakit saat jadwal imunisasi
- Anggapan bahwa imunisasi tidak penting
Faktor-faktor ini menjadi fokus perbaikan komunikasi dan layanan agar cakupan vaksinasi meningkat.
Strategi edukasi publik
Untuk mengatasi penolakan, Kemenkes berencana memperkuat edukasi publik dengan melibatkan banyak pihak. Pendekatan yang lebih mudah dipahami masyarakat akan dikembangkan, termasuk kerja sama dengan tokoh agama, influencer, dan organisasi masyarakat.
“Mungkin kita harus cari edukasi-edukasi yang sifatnya lebih mudah dipahami masyarakat. Baik melalui tokoh agama atau melalui influencer atau juga kita sendiri harus mengubah cara edukasi kita,”
Kemenkes juga menyebut nama organisasi seperti Fatayat Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah sebagai mitra potensial dalam strategi komunikasi ini.
Imunisasi HPV dan koordinasi vaksinasi haji
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Putih Sari menyoroti capaian imunisasi HPV yang melampaui 90 persen pada 2025. Ia mendorong rencana perluasan imunisasi HPV kepada anak laki-laki untuk memperluas perlindungan.
Selain itu, Putih Sari meminta penjelasan mengenai koordinasi vaksinasi polio bagi jemaah haji menyusul alih pengelolaan kesehatan haji dari Kemenkes ke Kementerian Haji dan Umrah. Pertanyaan ini menyorot kebutuhan sinkronisasi antarkementerian agar pelayanan vaksinasi bagi calon jemaah berjalan lancar.
Upaya memperkuat edukasi dan memperluas kerja sama lintas sektor menjadi langkah kunci untuk meningkatkan penerimaan imunisasi dan mencapai target cakupan pada 2025–2029.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Olivia Zalianty Harap Lagu Pancasila Perkuat Nilai Kebangsaan
Olivia Zalianty merilis lagu "Pancasila" untuk membantu masyarakat meresapi nilai negara melalui musik yang...
Kekeringan Meteorologis vs Hidrologis: Apa Bedanya?
BMKG jelaskan perbedaan kekeringan meteorologis dan hidrologis; 25 wilayah Jatim minta bantuan air hingga aw...
Kemenperin Siapkan SDM Kelola Pusat Logistik Industri Bambu
Kemenperin menyiapkan SDM lewat AKB 2026 untuk mengelola Pusat Logistik Industri Bambu, memperkuat rantai pa...
HUT ke-81 TNI: Pengendara Diminta Hindari Kawasan Cilangkap
Pengendara diimbau menghindari kawasan Mabes TNI Cilangkap pada Senin 5 Okt 2026 mulai pukul 06.00 WIB karen...
Muhaimin Dorong Perumahan Jadi Ekosistem Ekonomi
Menko Muhaimin mendorong perumahan dikembangkan jadi ekosistem ekonomi melalui 1001 Pasar Rakyat, membuka ak...
Menko Muhaimin Dorong '1001 Pasar Rakyat' untuk Perkuat UMKM
Menko Muhaimin dorong konsep 1001 Pasar Rakyat di Bekasi (4 Okt 2026) untuk memperkuat UMKM, koperasi, dan k...