Ekonomi

Mendag Dorong UMKM Jadi Eksportir Lewat Program BISA

Bagikan:
Mendag Budi Santoso berbicara dalam forum pendampingan ekspor untuk UMKM

Menteri Perdagangan Budi Santoso mendorong pelaku UMKM untuk menjadi eksportir dengan memperluas akses pasar global melalui program pendampingan ekspor dan business matching. Pernyataan ini disampaikan di Jakarta, Rabu, 13 Mei 2026, saat forum diskusi yang menghubungkan pelaku usaha, perwakilan perdagangan, dan calon buyer.

Dorongan jadi eksportir dan program BISA

Budi menilai banyak pelaku UMKM punya produk kompetitif namun belum memahami mekanisme ekspor. Pemerintah menggulirkan program UMKM Berani Inovasi, Siap Adaptasi (BISA) Ekspor sebagai fasilitasi untuk mempertemukan pelaku usaha dengan calon pembeli di negara tujuan.

“Forum-forum diskusi seperti ini dapat membantu teman-teman UMKM untuk semakin memahami bahwa produk-produknya memiliki potensi untuk ekspor. Selama ini, banyak pelaku UMKM yang sebenarnya punya produk bagus tetapi belum tahu caranya ekspor,” ujar Budi.

Fasilitasi pasar dan peran perwadag

Pemerintah memanfaatkan jaringan 46 perwakilan perdagangan (perwadag) di 33 negara untuk mengoptimalkan akses pasar. Seluruh tahapan presentasi kepada perwadag dan calon buyer dilakukan secara virtual untuk efisiensi dan jangkauan yang lebih luas.

Budi menjelaskan alur kerja: setelah UMKM menentukan pasar sasaran, pihaknya menghubungkan pelaku usaha dengan perwadag di negara tujuan; dari situ dilakukan penggalian potensi pasar dan pencarian buyer.

“Setelah menentukan pasar yang ingin dituju, teman-teman kami hubungkan dengan perwadag RI di negara tujuan ekspor. Setelah presentasi kepada perwadag RI untuk menggali potensi pasarnya, teman-teman akan dicarikan buyer,” katanya.

Platform Inaexport dan dukungan teknis

Selain perwadag, pemerintah menyediakan platform Inaexport sebagai layanan terpadu. Platform ini memuat profil perusahaan buyer, katalog produk, dan informasi pasar dari perwakilan perdagangan RI.

“Inaexport sebagai one-stop service memiliki informasi mengenai profil perusahaan buyer maupun eksportir. Bapak dan Ibu bisa terhubung dengan buyer-buyer di seluruh dunia,” kata Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Fajarini Puntodewi.

Kemendag juga menawarkan layanan konsultasi desain melalui Indonesia Design Development Center (IDDC) serta program Product Placement Pilihan Busan untuk mempromosikan produk UMKM kepada tamu dan delegasi asing.

Respons pelaku usaha dan peran ekosistem

Pendiri Local Champion Indonesia, Dhika Yudistira, menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, lembaga, dan pelaku usaha untuk memperkuat ekosistem ekspor UMKM.

“Dari inisiasi obrolan warung kopi, kami melihat perlunya pemerintah, lembaga, dan pelaku usaha duduk bersama. Saat ini, potensi produk-produk UMKM Indonesia sangat besar,” ujar Dhika.

Pengusaha batik Solo, Abdullah, menyatakan antusiasme setelah mengikuti forum. Ia berharap pemahaman tata cara ekspor dapat membuka peluang pasar baru karena kapasitas produksi mereka memadai.

“Saya berharap, usaha kami bisa lebih berkembang ke arah ekspor setelah memahami tata caranya. Potensi pasar produk kami cukup bagus. Kalau untuk produksi, kami mampu,” kata Abdullah.

Penggabungan fasilitasi digital, dukungan desain, dan jaringan perwakilan di luar negeri menjadi strategi utama untuk mempercepat transformasi UMKM menjadi eksportir. Langkah berikutnya adalah memperluas aksi business matching dan pemantauan hasil integrasi program agar capaian ekspor UMKM meningkat secara berkelanjutan.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait