IHSG Melemah Tipis di Sesi I ke Level 6.234
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik melemah tipis pada penutupan sesi I, Senin, 3 Agustus 2026. IHSG ditutup sementara pada level 6.234,29, turun 1,83 poin atau sekitar 0,03% dari pembukaan.
Pergerakan Indeks
Meskipun berakhir negatif, IHSG sempat menyentuh level tertinggi di 6.273,326 dan terendah di 6.213,346 sepanjang sesi pertama. IHSG sebelumnya dibuka menguat pada level 6.272,61, naik 36,61 poin atau 0,59% dibanding penutupan Jumat lalu.
Aktivitas Perdagangan
Nilai transaksi tercatat mencapai Rp7,6 triliun hingga jeda siang. Volume perdagangan mencapai 23,09 miliar saham dengan frekuensi transaksi sekitar 1,3 juta kali.
Di bursa, tercatat 323 saham menguat, 294 saham melemah, dan 169 saham stagnan. Kapitalisasi pasar BEI pada sesi I mencapai Rp10,92 triliun.
Aktivitas Investor Asing
Investor asing masih mencatatkan jual bersih atau net sell sekitar Rp35 miliar pada sesi ini. Data BNI Sekuritas menunjukkan beberapa saham yang paling banyak dilepas investor asing adalah:
- BBCA
- AMMN
- ANTM
- UNTR
- TLKM
Penjualan ini menggambarkan sikap selektif investor asing meski indeks sempat menguat di awal perdagangan.
Proyeksi Analis
Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, menilai IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan. Ia menyoroti level resistansi kuat dan potensi koreksi jika indeks gagal bertahan.
"IHSG hari ini berpeluang melanjutkan kenaikan menuju level resistansi kuat di 6.300. Namun, apabila belum mampu bertahan di atas level tersebut, IHSG berpotensi kembali mengalami koreksi,"
Fanny memperkirakan level support berada di kisaran 6.120–6.200, sementara resistance diproyeksikan pada rentang 6.270–6.300.
Faktor Pengaruh
Dari dalam negeri, pelaku pasar menantikan rilis data inflasi, neraca perdagangan, dan data pertumbuhan ekonomi. Data-data tersebut berpotensi menentukan sentimen jangka pendek di pasar saham.
Dari sisi eksternal, investor masih mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah dan pergerakan harga minyak dunia. Kedua faktor ini dapat memengaruhi arah IHSG dalam beberapa sesi ke depan.
Secara keseluruhan, IHSG menunjukkan pergerakan yang berhati-hati pada sesi I, dengan peluang penguatan yang masih terbuka namun tetap rentan terhadap tekanan jika level teknikal kunci gagal dipertahankan.
Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.
Berita Terkait
Sertifikasi Halal Jadi Modal UMKM Bangun Kepercayaan Konsumen
Sertifikasi halal harus dijalankan sebagai komitmen produksi bagi UMKM agar kepercayaan konsumen terjaga; pr...
Peran BUMN Minerba Perlu Diperkuat, Setoran Negara Belum Optimal
Pemerintah diminta memperkuat peran BUMN di sektor minerba karena kekayaan USD4 triliun belum tercermin pada...
Literasi Keuangan Diperkuat untuk Cegah Aktivitas Ilegal
Anis Byarwati minta literasi keuangan diperkuat melalui kolaborasi DPR, OJK, BSI, dan media untuk cegah akti...
Menkop Dorong Koperasi Manfaatkan Dana Bergulir di Borobudur Expo
Menteri Koperasi mendorong pemanfaatan dana bergulir lewat LPDB di Borobudur Expo 17-20 Sept 2026 untuk memp...
Harga Emas UBS dan Galeri24 di Pegadaian Naik 19 Sept 2026
Harga emas UBS dan Galeri24 di Pegadaian naik pada 19 Sept 2026, masing-masing Rp16.000 dan Rp15.000 per gra...
Harga Emas Antam Naik Rp15 Ribu, Menguat Empat Hari Beruntun
Harga emas Antam naik Rp15.000 menjadi Rp2.638.000/gram pada 19 September 2026, memperpanjang penguatan empa...