IHSG Menguat ke 6.272 pada Pembukaan, Dana Asing Masih Net Sell
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada Senin, 3 Agustus 2026, ke level 6.272,61, naik 36,61 poin atau 0,59 persen dari penutupan Jumat lalu di 6.236,00. Penguatan terjadi di tengah aliran dana asing yang masih mencatatkan net sell sekitar Rp35 miliar.
Pergerakan pasar pada pembukaan
Penguatan pagi ini melanjutkan tren positif yang tercatat pada akhir pekan lalu. Meski demikian, investor tetap selektif karena aksi jual asing.
BNI Sekuritas mencatat beberapa saham yang paling banyak dilepas oleh investor asing adalah:
- BBCA
- AMMN
- ANTM
- UNTR
- TLKM
Pandangan analis
Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, melihat peluang penguatan IHSG masih terbuka pada perdagangan hari ini. Namun ia mengingatkan pasar untuk mewaspadai potensi koreksi apabila indeks gagal menembus area resistansi berikutnya.
IHSG hari ini berpeluang melanjutkan kenaikan menuju level resistansi kuat di 6.300. Namun apabila belum mampu bertahan di atas level tersebut, IHSG berpotensi kembali mengalami koreksi.
Fanny memperkirakan level support berada di kisaran 6.120–6.200, sedangkan resistance diperkirakan pada rentang 6.270–6.300.
Pengaruh global dan harga komoditas
Sentimen global masih menjadi perhatian utama investor. Konflik di Timur Tengah yang belum mereda berpotensi mendorong kenaikan harga minyak dan memicu tekanan inflasi.
Pergerakan harga minyak yang turut memengaruhi pasar dicatat sebagai berikut:
| Komoditas | Pergerakan | Level (USD/barel) |
|---|---|---|
| WTI | Naik sekitar 1,3 persen | 84,68 |
| Brent | Naik sekitar 1,2 persen | 90,12 |
Selain itu, pernyataan Ketua Federal Reserve, Kevin Warsh, bahwa tidak ada solusi instan untuk meredam tekanan harga, dinilai belum sepenuhnya menenangkan pelaku pasar.
Data domestik yang dinantikan
Investor lokal juga memantau sejumlah data ekonomi penting pekan ini. Tim analis Phintraco Sekuritas menyebut data PMI Manufaktur, pertumbuhan ekonomi, indeks harga properti, dan cadangan devisa akan menjadi perhatian pasar.
Hari ini Badan Pusat Statistik dijadwalkan mengumumkan data inflasi dan neraca perdagangan Indonesia, yang diperkirakan akan memengaruhi arah IHSG dalam jangka pendek.
Di sisi lain, penurunan harga BBM non-subsidi yang mulai berlaku sejak 1 Agustus 2026 berpotensi menjadi tambahan sentimen positif bagi pasar,
Peningkatan indeks regional akhir pekan lalu juga memberi sentimen positif, namun pelaku pasar tetap waspada terhadap volatilitas akibat faktor eksternal dan data domestik mendatang.
Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.
Berita Terkait
Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar
Ekspor industri pengolahan Januari–Agustus 2026 mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun), tumbuh 7,87%...
OJK Minta Perbankan Perkuat IT, Kebijakan Dividen Disesuaikan
OJK minta bank perkuat keamanan IT; dividend payout akan disesuaikan agar bank punya ruang investasi teknolo...
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Lima Prioritas Utama
OJK meluncurkan RP3I 2026–2030 di Bali untuk memperkuat perbankan dengan lima prioritas, empat enabler, dan...
APBN 2027: Target Pertumbuhan 6% Jadi Tantangan Utama
Target 6% pada APBN 2027 jadi tantangan; investasi harus tumbuh 10-12% untuk mendorong ekonomi, kata Kepala...
Ekspor Manufaktur Agustus 2026 Tumbuh 12,48%, Topang Surplus
Manufaktur naik 12,48% pada Agustus 2026, dorong ekspor USD26,61 miliar dan neraca perdagangan surplus USD3,...
Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
Calon buyer Spanyol menunjukkan minat pada briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk restoran profesiona...