Teknologi

Gamaba, Varietas Bawang Merah Adaptif untuk Dataran Rendah

Bagikan:
Tanaman dan umbi bawang merah varietas Gamaba di lahan uji Sleman

BRIN dan UGM mengembangkan Gamaba, calon varietas unggul bawang merah yang dirancang adaptif di dataran rendah. Uji perbanyakan dilakukan pada lahan petani kooperator di Candi Dukuh, Sleman, Yogyakarta, dan riset difokuskan pada kesiapan benih, karakter genetika, serta profil metabolit. Varietas ini ditargetkan mendukung perluasan musim tanam dan stabilitas pasokan nasional.

Pengembangan dan lokasi uji

Gamaba dikembangkan oleh Pusat Riset Hortikultura Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bekerja sama dengan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM). Perbanyakan awal dilakukan di lahan petani kooperator Didik Hartanto di Desa Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman.

Penanaman berlangsung pada ketinggian sekitar 100–300 meter di atas permukaan laut untuk mewakili kondisi agroekosistem dataran rendah yang menjadi sasaran pengembangan.

Tim peneliti dan sertifikasi

Tim pengembang melibatkan peneliti UGM dan BRIN, termasuk Endang Sulistyaningsih, Valentina Dwi Suci Handayani, Retno Pangestuti, dan Rini Rosliani. Gamaba telah tercatat dengan Sertifikat Pendaftaran Varietas Nomor 939/PVHP/2022 dan sedang dipersiapkan untuk masuk tahapan pengujian pelepasan varietas.

Karakter dan hasil pengamatan awal

Pengamatan agronomis menunjukkan Gamaba menjanjikan dari sisi produktivitas dan daya simpan. Data awal mencatat potensi hasil lebih dari 15 ton per hektare dengan kesetabilan pada musim kemarau dan hujan.

  • Umur panen genjah: sekitar 50–55 hari setelah tanam
  • Ukuran umbi: relatif besar
  • Daya simpan: potensi hingga 5 bulan

Seluruh karakter tersebut masih akan divalidasi melalui serangkaian pengujian formal sesuai persyaratan pelepasan varietas.

Fokus riset dan strategi benih

Pada 2026, penelitian difokuskan pada peningkatan stok umbi benih dari true seed of shallot (TSS), serta karakterisasi genetik dan profil metabolit untuk memperkuat identitas Gamaba. Tim menyiapkan bahan tanam dalam jumlah dan mutu memadai untuk mendukung pengujian lanjutan.

"Kami sedang menyiapkan bahan tanam dalam jumlah dan mutu yang memadai untuk mendukung pengujian calon varietas. Selain karakter agronomis, penelitian juga akan mencakup karakterisasi genetik dan profil metabolit untuk memperkuat identitas serta informasi keunggulan Gamaba,"
Retno Pangestuti

Rencana uji dan hilirisasi

Tim merencanakan uji keunggulan pada 2027 sebagai bagian dari persyaratan pengusulan pelepasan varietas. Jika seluruh tahapan terpenuhi, kegiatan 2028 akan diarahkan pada hilirisasi dan perbanyakan benih bersama mitra produsen benih berlisensi.

Menurut Kepala Pusat Riset Hortikultura BRIN, upaya penguatan data ilmiah dan sistem perbenihan sejak awal penting agar hasil riset cepat memberi manfaat bagi petani.

"Kami berharap kolaborasi ini tidak berhenti pada kegiatan penelitian saja. Kami ingin memastikan calon varietas yang dihasilkan memiliki keunggulan yang teruji, benihnya dapat diproduksi secara berkelanjutan, dan pada akhirnya dapat memberikan manfaat nyata bagi petani,"
Dwinita Wikan Utami

Implikasi bagi pertanian dan pasokan

Varietas adaptif dataran rendah seperti Gamaba dapat membuka peluang optimalisasi lahan sawah setelah panen padi dan lahan kering beririgasi. Ketersediaan varietas yang sesuai diharapkan mendorong perluasan musim dan wilayah tanam serta menjaga kesinambungan pasokan bawang merah nasional.

Langkah berikutnya adalah memastikan ketersediaan stok benih bermutu, menjaga identitas genetik dan kemurnian, serta melakukan uji lapang skala lebih luas sebelum pengajuan pelepasan resmi.

Naufal Hakim
Penulis
Naufal Hakim

Editor teknologi yang mengulas gadget, kecerdasan buatan, startup, dan inovasi digital.

Berita Terkait