Hidroponik NTT: Ajak Anak Muda Tak Malu Jadi Petani
Robinhood Geraldo Juniver Siahaan, pemilik Evolusi Hidroponik dan alumni IPB University, mendorong pengembangan hidroponik di Nusa Tenggara Timur (NTT) agar provinsi itu tidak lagi bergantung pasokan pangan dari luar. Pernyataan itu disampaikan saat ia menjadi narasumber dalam siaran Obrolan Akamsi di RRI Pro 4 Kupang pada Selasa, 28 Juli 2026.
Potensi hidroponik di NTT
Robinhood menilai NTT memiliki keunggulan alam berupa cahaya matahari melimpah sepanjang hari, yang ideal untuk pertumbuhan tanaman hidroponik. Kondisi ini, menurutnya, dapat meningkatkan kualitas rasa dan hasil panen.
Tuhan memberi NTT anugerah sinar matahari yang penuh dari pagi sampai sore. Pencahayaan alami ini membuat rasa hasil pertanian kita jauh lebih manis. Sangat disayangkan jika kebutuhan pangan lokal masih harus terus didatangkan dari luar pulau, padahal kita punya kemampuan untuk memproduksinya sendiri secara mandiri.
Dukungan institusi dan dampak ekonomi
Robinhood menyerukan dukungan lebih masif dari pemerintah daerah, Dinas Pertanian, dan perguruan tinggi untuk mendorong edukasi dan adopsi teknologi hidroponik. Ia menekankan bahwa perkuatan sektor ini akan menahan perputaran uang tetap berada di dalam daerah.
Menurutnya, pengembangan hidroponik berpotensi meningkatkan kesejahteraan lokal melalui penciptaan usaha dan lapangan kerja baru. Untuk mewujudkannya, Robinhood merekomendasikan langkah konkret:
- Penyuluhan dan modul pelatihan praktis tentang sistem hidroponik
- Skema permodalan mikro bagi pemuda dan petani pemula
- Kolaborasi riset dengan perguruan tinggi untuk adaptasi teknologi
- Fasilitas demo farm di sentra-sentra komunitas
Pesan untuk generasi muda
Sebagai penutup perbincangan, Robinhood menyampaikan pesan kuat agar pemuda NTT tidak ragu terjun ke dunia pertanian modern. Ia mengajak mereka melihat pertanian sebagai pekerjaan mulia dan strategis untuk ketahanan negara.
Jangan pernah malu jadi petani. Sehebat apa pun seorang dokter, polisi, presiden, atau profesor, mereka tidak akan bisa berpikir kalau perutnya kosong. Negara kita bisa bertahan dan kuat sampai hari ini juga karena adanya sektor pertanian yang menopangnya.
Anak muda NTT harus aktif mencari peluang, jangan pasif atau malas menunggu. Jadilah pengusaha yang terus berjuang dan bangkit setiap kali menghadapi tantangan. Pertanian modern hidroponik ini adalah peluang emas yang sangat nyata untuk masa depan kita di tanah sendiri.
Dengan dukungan institusi dan partisipasi aktif generasi muda, hidroponik berpeluang menjadi solusi nyata untuk kedaulatan pangan NTT dan penggerak ekonomi lokal ke depan.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar
Ekspor industri pengolahan Januari–Agustus 2026 mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun), tumbuh 7,87%...
OJK Minta Perbankan Perkuat IT, Kebijakan Dividen Disesuaikan
OJK minta bank perkuat keamanan IT; dividend payout akan disesuaikan agar bank punya ruang investasi teknolo...
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Lima Prioritas Utama
OJK meluncurkan RP3I 2026–2030 di Bali untuk memperkuat perbankan dengan lima prioritas, empat enabler, dan...
APBN 2027: Target Pertumbuhan 6% Jadi Tantangan Utama
Target 6% pada APBN 2027 jadi tantangan; investasi harus tumbuh 10-12% untuk mendorong ekonomi, kata Kepala...
Ekspor Manufaktur Agustus 2026 Tumbuh 12,48%, Topang Surplus
Manufaktur naik 12,48% pada Agustus 2026, dorong ekspor USD26,61 miliar dan neraca perdagangan surplus USD3,...
Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
Calon buyer Spanyol menunjukkan minat pada briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk restoran profesiona...