Gaya Hidup

Hari Semangka Sedunia: Sejarah, Gizi, dan Fakta Unik

Bagikan:
Buah semangka merah utuh dan irisan di atas meja

Hari Semangka Sedunia diperingati setiap 3 Agustus sebagai momen untuk mengenang sejarah dan manfaat semangka bagi manusia. Perayaan ini berlangsung di berbagai negara dan menyorot asal-usul, kandungan gizi, serta ragam varietas buah tersebut.

Sejarah dan jejak arkeologi

Semangka telah dibudidayakan manusia sejak ribuan tahun lalu. Perjalanan buah ini tercatat bermula di Mesir Kuno sekitar 2.000 sebelum Masehi, dengan catatan panen yang disebutkan terjadi sekitar 5.000 tahun lalu.

Jejaknya ditemukan lewat peninggalan arkeologi. Biji semangka teridentifikasi di situs Dinasti Mesir ke-12 dan bahkan dilaporkan ada di makam Raja Tutankhamun. Lukisan semangka juga menghiasi sejumlah prasasti Mesir kuno, menandakan buah ini sudah dikenal sejak lama.

Penyebaran dan budidaya

Dengan berkembangnya perdagangan, benih semangka menyebar dari Afrika ke Mediterania, Eropa, dan Asia. Di Tiongkok, budidaya semangka berkembang pesat sejak akhir abad ke-9.

Menurut The Dictionary of American Food and Drink, istilah watermelon pertama kali tercatat pada 1615. Meski sering dikategorikan bersama melon, semangka tidak termasuk genus Cucumis.

Kandungan gizi dan manfaat

Semangka kaya air dan nutrisi. Sekitar 92 persen komposisinya adalah air, sehingga membantu pemenuhan kebutuhan cairan tubuh.

Buah ini juga mengandung vitamin A, vitamin C, antioksidan, dan likopen. Konsumsi semangka sebagai bagian pola makan seimbang dipercaya bermanfaat untuk kesehatan.

Menariknya, hampir seluruh bagian semangka dapat dimanfaatkan. Termasuk kulitnya, yang juga mengandung nutrisi dan bisa diolah untuk keperluan kuliner atau lain.

Variasi, rekor, dan kreativitas petani

Popularitas semangka terlihat dari ragam varietasnya. Saat ini terdapat lebih dari 1.200 varietas dengan warna dan ukuran berbeda. Masa tanam hingga buah matang umumnya berkisar antara 85 hingga 100 hari, tergantung varietas, iklim, dan kondisi lahan.

Beberapa rekor dunia menunjukkan daya tarik buah ini. Pada 2013, seorang petani di Tennessee memanen semangka seberat 350,5 pon (sekitar 159 kilogram). Di Jepang, kreativitas petani menghasilkan semangka berbentuk kubus, piramida, hati, bahkan menyerupai wajah manusia.

Penutup: makna peringatan

Peringatan World Watermelon Day bukan sekadar selebrasi buah penyegar. Hari ini mengajak publik mengenal nilai gizi, sejarah panjang, dan inovasi dalam budidaya semangka. Dengan semakin banyak varietas dan pengolahan, semangka tetap relevan sebagai komoditas dan sumber nutrisi.

Putri Anindya
Penulis
Putri Anindya

Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.

Berita Terkait