Lokal

Medan BERTUAH: Akademisi Puji Program Panca Budaya Wali Kota

Bagikan:
Wali Kota Medan Rico Waas saat membuka acara budaya dan mendukung program Medan BERTUAH

Medan — Akademisi dan budayawan Sumatera Utara, Roy Fachraby Ginting SH MKn, memberi apresiasi kepada Wali Kota Medan Rico Waas atas upaya mewujudkan Program Panca Budaya Kota Medan dan konsep Medan BERTUAH. Pernyataan itu disampaikan Roy pada Minggu (25/10) terkait sejumlah program yang dinilai pro-rakyat dan konkret.

Apresiasi untuk Panca Budaya

Roy menyatakan program Panca Budaya yang digulirkan Pemko Medan mulai terlihat nyata. Menurutnya, langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah kota untuk menjadikan Medan sebagai kota untuk semua, dengan tata masyarakat yang lebih tertata dan lingkungan yang bersih.

Program Panca Budaya dimaksud meliputi:

  • Budaya Pendidikan
  • Budaya Kerja
  • Budaya Pelayanan
  • Budaya Bersih
  • Kota Medan Berbudaya

Fokus pada pendidikan

Roy menyoroti program bantuan biaya pendidikan yang diberikan Pemko Medan. Bantuan maksimum Rp6 juta per semester disalurkan kepada ratusan mahasiswa dari keluarga prasejahtera (desil 1-5), dengan tujuan meringankan beban ekonomi dan memperluas akses ke perguruan tinggi.

“Demikian juga program untuk membantu para pelajar menebus ijazah yang tertahan agar dapat melanjutkan pendidikan atau mencari pekerjaan dan program ini luar biasa dalam mewujudkan rakyat tidak bodoh dan punya masa depan,”

Pelayanan publik dan penegakan anti-pungli

Dalam aspek pelayanan, Roy memuji kebijakan pembuatan Surat Keterangan Ahli Waris secara gratis. Ia menyebutkan Wali Kota menegaskan akan mencopot lurah atau petugas yang terbukti melakukan pungutan liar dalam proses tersebut.

“Program ini tentu akan melahirkan ikon baru Medan dengan Medan untuk Semua dan ini baru Medan dengan pemimpinnya pro kepada rakyat,”

Kebersihan: penambahan armada sampah

Untuk menanggapi keluhan tumpukan sampah di permukiman, Pemko Medan menyiapkan penambahan armada berupa 26 unit truk sampah dan 151 unit becak motor pengangkut sampah untuk operasional tahun 2027. Roy menilai langkah ini taktis dan layak diapresiasi.

“Langkah taktis ini diambil untuk merespons keluhan warga mengenai tumpukan sampah di permukiman yang terkadang tidak terangkut hingga satu sampai dua minggu akibat keterbatasan armada dan hal ini juga tentu harus kita apresiasi,”

Pelestarian budaya dan dukungan acara tradisi

Roy juga memuji keterlibatan Wali Kota dalam berbagai kegiatan kebudayaan sepanjang 2026. Ia mencatat bahwa Rico Waas pernah membuka perhelatan budaya pada 8 Oktober 2026, tampil memukul gendang Melayu Deli, serta memberi perhatian pada tari tradisional yang mulai langka seperti Tari Dayang Nan Tujuh.

Selain itu, Wali Kota memberikan dukungan pada puncak perayaan tradisi seni budaya Karo, Kerja Tahun Merdang Merdem ke-11 pada Sabtu (17/10) di Lapangan Benteng. Sebagai bentuk apresiasi, 25 tokoh penggiat budaya menerima Sertifikat Anugerah Tokoh Penggiat Kebudayaan Kota Medan Tahun 2026.

Catatan tambahan

Roy, yang pernah menjabat Wakil Rektor III Universitas Audi Indonesia dan sebagai inisiator Pesta Akbar Masyarakat Karo Kerja Tahun Merdang Merdem sejak 2015, mencatat acara ini tahun 2026 mendapat dukungan APBD Pemko Medan sebesar Rp500 juta. Ia menilai dukungan pemda memperkuat upaya pelestarian dan pemajuan budaya lokal.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait