Lokal

Ribuan Warga Padati Pembukaan MTQ ke-35 Aceh Besar

Bagikan:
Kerumunan warga menghadiri pembukaan MTQ ke-35 Aceh Besar di Lapangan Bung Cala

Kota Jantho — Ribuan masyarakat memadati Lapangan Kemukiman Bung Cala, Kecamatan Kuta Baro, pada pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-35 tingkat Kabupaten Aceh Besar, Sabtu (24/10) malam. Acara digelar untuk menghidupkan kembali pembinaan Alquran setelah jeda sejak 2018 dan mendapat dukungan luas dari berbagai elemen masyarakat.

Ribuan Hadir meski Diguyur Gerimis

Sejak selepas Magrib, warga berdatangan bersama keluarga dan kerabat. Arena semakin penuh dengan kehadiran tokoh masyarakat dan para kafilah dari sejumlah kecamatan. Hujan gerimis sempat turun, namun tidak mengurangi antusiasme penonton yang tetap bertahan menyaksikan rangkaian pembukaan.

Suasana dan Dukungan Lokal

Kerumunan pada malam pembukaan mencerminkan dukungan kuat terhadap syiar Islam dan upaya pembinaan generasi Qurani di kabupaten tersebut. Selain warga biasa, hadir pula tokoh masyarakat yang memberi semangat kepada peserta. Kepedulian keluarga dan lembaga pengajian tampak penting untuk menjaga kesinambungan pendidikan Alquran di daerah.

Harapan Orang Tua dan Peserta

Salah seorang orang tua peserta dari Kecamatan Darul Kamal, Maimun, menyatakan kegembiraannya dapat menyaksikan langsung pembukaan. Menurutnya, MTQ tingkat kabupaten menjadi momen penting untuk kembali menumbuhkan minat baca Alquran setelah jeda beberapa tahun.

“Alhamdulillah, kami sangat senang karena sudah lama MTQ kabupaten tidak diselenggarakan. Terakhir sebelum Covid-19, yakni pada 2018, dan malam ini kembali digelar. Kami berharap MTQ ini bukan hanya menjadi acara tahunan, tetapi juga semakin mendorong anak-anak muda untuk belajar, membaca, dan memahami Alquran.”

Ia menambahkan harapan agar acara ini memotivasi orang tua untuk lebih aktif membimbing anak di rumah, balai pengajian, dan lembaga pendidikan Alquran.

Dampak yang Diharapkan

Lebih dari sekadar kemeriahan pembukaan, penyelenggaraan MTQ ke-35 diharapkan memberi dampak nyata pada penguatan pendidikan Alquran. Jika dukungan keluarga dan lembaga pendidikan terus terjaga, semangat mencintai Alquran dapat berlanjut dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya saat event berlangsung.

Penyelenggaraan MTQ ini menjadi titik awal pemulihan kegiatan keagamaan yang sempat terhenti, sekaligus momentum untuk membina generasi muda agar lebih aktif dalam pengembangan kemampuan membaca dan memahami Alquran.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait