MBG 3B Capai 10,8 Juta Penerima, Pemerintah Kejar 21 Juta
Program MBG 3B yang menyasar ibu hamil, ibu menyusui, dan balita telah menjangkau 10,8 juta penerima sampai 18 Agustus 2026. Pemerintah memperluas pelaksanaan program untuk mengejar target nasional 21 juta penerima.
Capaian dan sasaran penerima
Data BGN yang disampaikan Kemendukbangga/BKKBN menunjukkan distribusi penerima MBG 3B hingga 18 Agustus 2026. Angka tersebut menjadi tolok ukur awal pemerintah dalam memperluas akses makanan bergizi bagi kelompok rentan.
- 964.000 ibu hamil
- 2,4 juta ibu menyusui
- 7,4 juta balita non-PAUD
"Untuk yang sudah menerima sampai tanggal 18 Agustus 2026 dari data BGN itu 10,8 juta,"
Jaringan pelaksana: SPPG dan TPK
Pelaksanaan program didukung oleh infrastruktur lapangan yang luas. Saat ini pemerintah mengandalkan 24.606 SPPG yang tersebar di berbagai wilayah untuk penyediaan dan distribusi makanan bergizi.
Selain itu, ada sekitar 139.000 Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang berperan sebagai ujung tombak edukasi pola konsumsi pangan sehat kepada keluarga penerima manfaat.
Penguatan kapasitas dan panduan KIE
Pemerintah fokus memperkuat kemampuan pendamping melalui pelatihan dan panduan teknis. Kerja sama antara Kemendukbangga/BKKBN dan BGN menjadi pijakan untuk memastikan TPK memahami dua tugas utama dalam MBG 3B: penyaluran makanan dan edukasi gizi.
"Penguatan itu ditujukan untuk tenaga-tenaga yang ada di level provinsi. Sehingga nanti provinsi itu bisa turun ke lapangan melatih yang ada di lapangan,"
Selain pelatihan fasilitator di tingkat provinsi, pemerintah juga telah menyiapkan dan menyosialisasikan panduan komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) MBG 3B. Panduan ini menjadi acuan bagi TPK dan kader penyuluh ketika memberikan materi kepada keluarga sasaran.
"Jadi, panduan KIE MBG 3B sudah disusun dan sudah disosialisasikan, kemudian, pelatihan teknis pendampingan makan bergizi. Dan, edukasi pola konsumsi pangan sehat bagi kader-kader penyuluh keluarga berencana (PKB) tahun 2026,"
Tantangan dan prospek
Meski capaian mencapai 10,8 juta, pemerintah masih harus menggandakan upaya agar target 21 juta penerima dapat tercapai. Sinergi antara penyedia, pendamping, dan pemerintah daerah menjadi kunci agar distribusi makanan bergizi berjalan beriringan dengan edukasi gizi kepada keluarga.
Ke depan, peningkatan kapasitas di level provinsi dan penguatan jaringan SPPG-TPK di daerah diharapkan mempercepat cakupan program serta memperbaiki kualitas konsumsi pangan pada ibu hamil, menyusui, dan balita.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kemenko Pangan Uji Model Kedelai di Cariu, Target 100 Ha 2027
Kemenko Pangan uji pilot kedelai di Cariu, Bogor (25 ha) dengan target 100 ha pada 2027 untuk kurangi keterg...
Alumni Connect PPI Dunia Perkuat Jejaring Lewat Sarasehan
Alumni Connect PPI Dunia gelar sarasehan di Jakarta (5 Sep 2026) untuk memperkuat jejaring alumni luar neger...
Bapanas Pastikan Bantuan Pangan Beras Tepat Sasaran
Bapanas pastikan bantuan pangan beras tepat sasaran menggunakan DTSEN, koordinasi dengan Kemensos, dan penya...
Kemenhut-BMKG Intensifkan OMC untuk Atasi Karhutla di Kalbar, Kalteng, Jatim
Kemenhut dan BMKG intensifkan operasi modifikasi cuaca (OMC) pada awal September 2026 untuk memadamkan karhu...
Alumni Connect PPI Dunia Jadi Ruang Berbagi dan Kolaborasi
Alumni Connect PPI Dunia di Jakarta mendorong alumni berbagi pengalaman dan berkolaborasi untuk memperluas d...
Wamendikdasmen Dukung PAUD Berbasis Lingkungan di Pangandaran
Wamendikdasmen meresmikan Susi Environmental School di Pangandaran dan mendorong penguatan PAUD berbasis lin...