Satpam 48 Tahun Ditemukan Membusuk di Kamar Kos Pematangsiantar
Seorang satpam berinisial RM, 48 tahun, ditemukan tewas dan membusuk di sebuah kamar kos di Pematangsiantar pada Kamis (25/6) malam. Penemuan terjadi di rumah kos di Jl. Danau Tondano, Kelurahan Siopat Suhu, Kecamatan Siantar Timur. Polisi dan petugas BPBD membawa jenazah ke RSUD dr. Djasamen Saragih untuk penanganan lebih lanjut.
Kronologi penemuan
Warga sekitar mencium bau menyengat dan melihat banyak lalat di sekitar kamar korban, sehingga melapor ke pemilik kos. Saksi bernama Mentari bersama pemilik kos dan adiknya memastikan ada aroma busuk dan lalat hijau di dalam kamar. Selanjutnya, Hendri Simanjuntak menghubungi layanan kepolisian Call Center 110 untuk meminta bantuan.
Penanganan awal di lokasi
Personel Piket Fungsi bersama anggota Polsek Siantar Timur segera tiba di lokasi. Petugas menemukan korban tergeletak telentang di lantai kamar dengan keadaan tubuh mulai membusuk dan tanpa pakaian dari dada hingga kaki. Pintu kamar dibuka paksa oleh pemilik kos menggunakan linggis agar petugas dapat melakukan pemeriksaan awal.
Proses penyelidikan dan pemindahan jenazah
Kanit Reskrim Polsek Siantar Timur bersama Tim Inafis Polres melakukan olah tempat kejadian perkara. Setelah pemeriksaan awal, petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemko Pematangsiantar membawa jenazah ke ruang jenazah RSUD dr. Djasamen Saragih. Polisi menghubungi keluarga korban untuk pemberitahuan dan koordinasi pemakaman.
Keterangan keluarga dan dugaan penyebab
Keluarga diwakili oleh Ariston Sianipar, abang sepupu korban, yang tiba di rumah sakit dan menandatangani surat pernyataan meminta agar tidak dilakukan autopsi. Menurut keluarga, korban memiliki riwayat kesehatan kronis berupa asma dan asam urat. Kapolsek Siantar Timur menyampaikan dugaan awal penyebab kematian terkait kondisi sakit yang diderita korban.
"Dugaan, korban meninggal akibat menderita sakit dan perwakilan keluarga sudah membuat surat pernyataan untuk tidak melakukan autopsi terhadap jenazah korban," kata Kapolsek Siantar Timur.
Polisi menyatakan kasus tetap didokumentasikan sesuai prosedur dan penyelidikan lanjutan akan dilakukan bila terdapat bukti yang mengindikasikan penyebab lain. Hingga saat ini, keluarga menolak otopsi sehingga jenazah diproses sesuai permintaan keluarga.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Rico Waas: Pelantikan ICMI Muda Medan Harus Jadi Aksi Nyata
Wali Kota Medan Rico Waas minta ICMI Muda Medan yang baru dilantik langsung bergerak dengan roadmap kerja da...
Tapanuli Highlands Festival 2026: Pulau Sibandang Tampil sebagai Destinasi Sport Tourism
Pulau Sibandang dan Muara dipromosikan lewat Tapanuli Highlands Festival 2026; 65 peserta mengikuti lomba re...
Kejati Aceh Gelar Seleksi Jabatan Eselon III.b dengan Sistem Merit
Kejati Aceh menggelar seleksi Jabatan Eselon III.b pada 2 Oktober 2026 menggunakan sistem merit untuk menjar...
Polsek Gunung Malela Tangkap Dua Pengedar Sabu di Siantar
Polsek Gunung Malela menangkap MD (45) dan AID (27) di Siantar, 30/9, serta menyita sabu dan barang bukti la...
Puluhan Remaja Masjid Al Ikhlas Gelar Tadabbur Alam di Medan
Puluhan remaja Masjid Al Ikhlas mengadakan Tadabbur Alam di Medan Selayang untuk mempererat ukhuwah dan meng...
Rico Waas Janji Tangani Banjir dan Tambah 10.000 CCTV di Medan
Wali Kota Medan Rico Waas janji solusi banjir di Kelurahan Beringin, rencanakan drainase, parit, pembersihan...