Nacara Farm digitalisasi peternakan Pidie: IoT dan toko online
SIGLI — Nacara Farm, kelompok peternak di Kabupaten Pidie, mulai menerapkan teknologi terintegrasi untuk meningkatkan efisiensi dan akses pasar. Berkat pendampingan dari dosen Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) dan Universitas Malikussaleh (Unimal), program yang dimulai fase analisis pada 22–25 Juni 2026 dan dilanjutkan implementasi pada 14–15 Agustus 2026 ini menggabungkan pengolahan pakan, pemberian pakan presisi, dan pemasaran digital.
Pendampingan dan jadwal program
Program pemberdayaan ini menyatukan tiga mata rantai usaha ternak sekaligus. Tahap awal berupa analisis lapangan dilaksanakan pada 22–25 Juni 2026. Tahap implementasi, termasuk pelatihan dan pendampingan teknologi, dilakukan pada 14–15 Agustus 2026.
Para dosen berfokus pada perbaikan manajemen pakan dan produksi yang selama ini berjalan manual dan tidak efisien.
Teknologi yang diterapkan
Langkah pertama tim adalah penyerahan mesin pencacah hijauan multifungsi kepada Nacara Farm. Mesin ini memudahkan pengolahan limbah pertanian dan rumput menjadi pakan berkualitas, sehingga mengurangi kerja manual di hulu produksi.
"Kami memulai dari hulu, yaitu memudahkan mitra dalam mengolah limbah pertanian dan rumput menjadi pakan berkualitas. Ini menjadi fondasi penting sebelum masuk ke tahap otomatisasi,"
Pemberian pakan otomatis berbasis IoT
Setelah pengolahan pakan, tim memasang sistem pemberian pakan otomatis berbasis Internet of Things (IoT). Sistem ini dilengkapi sensor dan aktuator untuk memantau sisa pakan dan mengatur jadwal pemberian secara terukur.
"Dengan sensor dan aktuator yang terhubung ke internet, peternak dapat memantau sisa pakan dan mengatur jadwal pemberian dari jarak jauh melalui ponsel. Pemborosan pakan yang biasanya mencapai 25 persen bisa ditekan, dan pertumbuhan kambing menjadi lebih optimal karena asupan nutrisinya konsisten,"
Tim menyatakan otomatisasi meningkatkan akurasi takaran dan memangkas waktu pemberian pakan signifikan.
Pemasaran digital dan pelatihan
Selain teknologi produksi, program menyediakan platform pemasaran. Tim membangun website toko online khusus Nacara Farm dan menggelar pelatihan pengelolaan situs, pemanfaatan media sosial, serta strategi digital marketing.
Tujuannya agar peternak tidak bergantung pada pembeli tradisional dan mampu menjangkau pasar lebih luas.
"Ini agar mereka tidak bergantung pada pembeli tradisional saja, tetapi bisa menjangkau pasar yang lebih luas,"
Tanggapan peternak dan prospek ke depan
Ketua Kelompok Nacara Farm, Evi Bahraini, menyambut baik rangkaian teknologi yang diterapkan. Ia berharap transformasi ini meningkatkan produktivitas dan pendapatan anggota serta menjadi percontohan bagi peternak lain di Pidie.
"Kami berharap transformasi ini mampu meningkatkan produktivitas dan pendapatan anggota, serta menjadikan Nacara Farm, sebagai percontohan bagi peternak lain di Kabupaten Pidie,"
Program ini mendapat dukungan Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kemdiktisaintek dan diharapkan menjadi langkah awal menuju industri peternakan 5.0 yang berkelanjutan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Rico Waas: Pelantikan ICMI Muda Medan Harus Jadi Aksi Nyata
Wali Kota Medan Rico Waas minta ICMI Muda Medan yang baru dilantik langsung bergerak dengan roadmap kerja da...
Tapanuli Highlands Festival 2026: Pulau Sibandang Tampil sebagai Destinasi Sport Tourism
Pulau Sibandang dan Muara dipromosikan lewat Tapanuli Highlands Festival 2026; 65 peserta mengikuti lomba re...
Kejati Aceh Gelar Seleksi Jabatan Eselon III.b dengan Sistem Merit
Kejati Aceh menggelar seleksi Jabatan Eselon III.b pada 2 Oktober 2026 menggunakan sistem merit untuk menjar...
Polsek Gunung Malela Tangkap Dua Pengedar Sabu di Siantar
Polsek Gunung Malela menangkap MD (45) dan AID (27) di Siantar, 30/9, serta menyita sabu dan barang bukti la...
Puluhan Remaja Masjid Al Ikhlas Gelar Tadabbur Alam di Medan
Puluhan remaja Masjid Al Ikhlas mengadakan Tadabbur Alam di Medan Selayang untuk mempererat ukhuwah dan meng...
Rico Waas Janji Tangani Banjir dan Tambah 10.000 CCTV di Medan
Wali Kota Medan Rico Waas janji solusi banjir di Kelurahan Beringin, rencanakan drainase, parit, pembersihan...