Indonesia Makin Mandiri Pangan, Wapres Puji Petani dan Nelayan
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menegaskan Indonesia semakin mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan nasional. Pernyataan disampaikan saat membuka Pekan Nasional (PENAS) XVII Petani dan Nelayan 2026 di Gorontalo, Sabtu 20 Juni 2026. Menurut Wapres, capaian ini berkat kerja keras petani dan nelayan serta dukungan kebijakan pemerintah di sektor pangan.
Kenaikan produksi beras
Data resmi menunjukkan peningkatan tajam produksi padi. Badan Pusat Statistik mencatat produksi beras nasional 2025 mencapai sekitar 34,69 juta ton. Angka ini naik sekitar 4 juta ton atau 13,2 persen dibandingkan 2024 yang sebesar 30,62 juta ton. Peningkatan produksi menjadi indikator penting ketahanan pangan di tingkat nasional.
Cadangan beras nasional dan posisi global
Peningkatan produksi turut memperkuat ketersediaan stok beras nasional. Perum Bulog kini mengelola Cadangan Beras Pemerintah sekitar 5,2 juta ton, posisi tertinggi sepanjang sejarah Indonesia. Selain itu, laporan Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia menyebut Indonesia sebagai produsen beras terbesar di Asia Tenggara dan menempatkannya di urutan keempat secara global.
| Indikator | Jumlah |
|---|---|
| Produksi beras 2025 | 34,69 juta ton |
| Produksi beras 2024 | 30,62 juta ton |
| Stok Cadangan Beras Pemerintah | 5,2 juta ton |
| Peringkat produksi beras (global) | Ke-4 |
Peran petani, nelayan, dan kebijakan pemerintah
Gibran menekankan peran petani dan nelayan sebagai aktor utama kedaulatan pangan. Ia mengatakan negara tidak boleh bergantung pada negara lain untuk kebutuhan pangan pokok.
"Petani dan nelayan adalah garda terdepan dalam kemandirian pangan. Negara tidak boleh bergantung kepada negara lain,"
Di tempat sama, Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman menyatakan berbagai kebijakan mendukung peningkatan produksi. Ia menyoroti kolaborasi antara pemerintah, inovasi teknologi, dan petani sebagai faktor penguat ketahanan pangan.
"Ini merupakan capaian luar biasa yang menunjukkan bahwa ketika kebijakan yang tepat, dukungan pemerintah, inovasi teknologi, dan kerja keras petani bergerak bersama, hasilnya dapat dirasakan secara nyata oleh seluruh masyarakat,"
Implikasi dan langkah ke depan
Kenaikan produksi dan stok beras memberi ruang kebijakan untuk stabilisasi harga dan penguatan distribusi. Pemerintah menyatakan akan melanjutkan program yang mendukung kesejahteraan petani dan nelayan, serta memperluas adopsi teknologi pertanian. Langkah ini penting untuk menjaga ketahanan dan kemandirian pangan di tengah tantangan iklim dan dinamika pasar global.
Dengan data produksi yang meningkat dan stok yang kuat, Indonesia memperkuat posisi tawar dalam menghadapi gejolak pasokan internasional dan memperkokoh ketahanan pangan domestik.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Baleg Dorong RUU Air Minum dan Sanitasi Percepat Penurunan Stunting
Baleg DPR mendorong RUU Air Minum dan Sanitasi sebagai instrumen percepat penurunan stunting dengan menekank...
Eks Hotel Sultan Berpotensi Dirobohkan dalam Penataan GBK
Menteri Rosan Roeslani menyatakan eks Hotel Sultan berpotensi dirobohkan dalam rencana penataan menyeluruh k...
Kemenbud Dorong Pelurusan Sejarah W.R. Soepratman dan Perkuat Literasi
Kemenbud mendorong pelurusan sejarah W.R. Soepratman dan memperkuat literasi kepahlawanan untuk mengenalkan...
Prabowo Resmikan 1.151 Km Jalan Daerah, Tekan Biaya Logistik
Presiden resmikan 1.151 km jalan daerah di 37 provinsi untuk memperkuat konektivitas dan menurunkan biaya lo...
Presiden Minta Hotel Sultan Jadi Ikon Baru Indonesia
Presiden Prabowo minta kawasan Hotel Sultan dikembangkan jadi ikon baru Indonesia terintegrasi dengan GBK; r...
Menteri ESDM Minta PLN Segera Atasi Pemadaman Bergilir
Menteri ESDM minta PLN segera atasi pemadaman bergilir dengan langkah teknis terukur, sambil memastikan paso...