Guru MAN 3 Medan Lolos Final PIDI 2026 dengan 'Kisah Kita'
Medan — Dua guru MAN 3 Medan, Ahmad Suhendra Sembiring, S.Kom. dan Andy Syahputra, S.Kom., resmi melaju ke babak final ajang PIDI 2026 yang akan digelar pada 24 September 2026 di Jakarta. Keberhasilan ini diraih setelah kompetisi yang dimulai awal Juni 2026 diikuti sekitar 2.000 tim dari berbagai daerah.
Lolos seleksi ketat PIDI 2026
PIDI 2026 diselenggarakan bekerja sama dengan Bank Indonesia, Digdaya, dan penyelenggara hackathon. Para peserta bertanding dalam dua kategori, yaitu kategori profesional dan kategori mahasiswa. Dari sekitar 2.000 tim pendaftar, 800 tim lolos tahap pertama, menyusut menjadi 480 tim pada tahap kedua, dan akhirnya 80 tim terpilih sebagai finalis.
Tim MAN 3 Medan masuk dalam 80 finalis tersebut setelah menyingkirkan banyak pesaing. Final akan mempertemukan tim-tim terbaik di tingkat nasional untuk mempertajam solusi inovasi yang diajukan.
Inovasi "Kisah Kita"
Kedua guru dari MAN 3 Medan memperkenalkan inovasi bernama "Kisah Kita". Inovasi ini berupa infrastruktur EdTech phygital yang memadukan perangkat fisik dan teknologi digital untuk menciptakan pengalaman pembelajaran lebih interaktif.
Komponen utama "Kisah Kita" adalah kartu Internet of Things (IoT) berbiaya rendah yang menjadi media interaksi fisik dan terhubung ke layanan cloud. Sistem ini kemudian didukung oleh kecerdasan generatif Google Gemini 3.1 Flash untuk menyajikan konten yang dinamis dan kontekstual.
Tujuan solusi ini adalah mengatasi kebosanan dalam pembelajaran konvensional. Dengan kartu IoT, siswa tidak hanya menjadi penerima informasi, melainkan dapat berinteraksi dan berperan sebagai ko-kreator materi pembelajaran.
Respons kepala madrasah dan dampak
Kepala MAN 3 Medan, Dr. H. Burhanuddin, M.Pd., menyampaikan dukungan penuh atas prestasi tersebut. Ia menilai keberhasilan ini membuktikan bahwa guru madrasah mampu menghadirkan inovasi sesuai perkembangan teknologi.
"Kami sangat bangga atas capaian tim MAN 3 Medan. Kami memberikan dukungan penuh dan berharap tim dapat memperoleh hasil terbaik pada babak final."
Partisipasi dalam PIDI 2026 menjadi momentum bagi MAN 3 Medan untuk memperkuat transformasi digital di lingkungan madrasah. Inovasi seperti "Kisah Kita" diharapkan tidak hanya meningkatkan keterlibatan siswa, tetapi juga membangun kompetensi berpikir kritis dan kolaboratif.
Prospek ke depan
Jika berhasil meraih prestasi pada tahap final, inovasi ini berpotensi diadopsi lebih luas sebagai model pembelajaran hybrid di madrasah dan sekolah. Sementara itu, keberhasilan dua guru ini juga menjadi motivasi bagi komunitas pendidikan untuk terus mencipta solusi yang relevan dan berdampak.
Tim MAN 3 Medan akan mempersiapkan presentasi dan demonstrasi teknis untuk babak final di Jakarta, dengan harapan membawa pulang prestasi tingkat nasional.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Plt Sekda Minta SKPA Percepat Perubahan RKPA Aceh 2026
Plt Sekda Taufik minta SKPA percepat dan verifikasi data untuk perubahan RKPA Aceh 2026 agar anggaran tersel...
Rapim Kadin Padangsidimpuan 2026: Dorong Sinergi untuk Perkuat UMKM
Rapim Kadin Padangsidimpuan (3/9/2026) menegaskan sinergi Kadin dan pemerintah untuk memperkuat UMKM dan men...
Sumut Perketat Kesiapsiagaan Hadapi Bencana Hidrometeorologi 2026
Pemprov Sumut keluarkan instruksi kesiapsiagaan 2026 setelah data BPBD mencatat lonjakan cuaca ekstrem dan k...
Satpam Ditangkap Jual Ganja 3 Ons di Medan
Satpam IR (43) ditangkap di Medan, disita 3 ons ganja; polisi memburu pemasok berinisial D dan menahan tersa...
Wapres Gibran Tinjau Hunian Tetap dan Infrastruktur di Tapanuli
Wapres Gibran melakukan kunjungan kerja ke Tapanuli pada Jumat (4/9) untuk meninjau hunian tetap dan sejumla...
Polda Sumut Tangkap 2 Tersangka Penipuan Online Modus Bonus Deposit
Dit Siber Polda Sumut menangkap dua tersangka penipuan online yang menjanjikan bonus setelah korban melakuka...