LPTQ Humbang Hasundutan Genjot Pembinaan saat MTQ ke-40 di Medan
MEDAN — Wakil Ketua LPTQ Kabupaten Humbang Hasundutan, Tarmizi, S.Pd.I, tampak intens mendampingi kafilah Humbahas pada Kamis (18/6) saat MTQ ke-40 berlangsung di Astaka Jalan Williem Iskandar, Medan. Ia memberi motivasi agar para qari dan qariah tampil maksimal meski berasal dari daerah dengan komunitas muslim minoritas, dengan tujuan membawa pulang prestasi terbaik.
Pendampingan langsung saat lomba
Tarmizi hadir di lokasi untuk memberi dorongan moral dan pengingat agar peserta tetap percaya diri. Ia menekankan bahwa semangat dan kerja keras menjadi modal utama untuk bersaing dengan kontestan dari daerah lain yang memiliki dukungan lebih besar. Menurutnya, pembinaan yang matang sebelum lomba akan terlihat dari performa di atas panggung.
Program pembinaan berkelanjutan
Untuk meningkatkan kualitas bacaan dan tilawah, LPTQ Humbahas telah menjalankan berbagai program selama lima tahun terakhir. Program-program itu dirancang untuk membangun kemampuan membaca Al-Qur'an dan penguasaan lagu tilawah pada berbagai tingkatan usia.
- Pelatihan tilawah oleh qariah berpengalaman untuk anak-anak, remaja, dan dewasa.
- Kelas belajar mengaji melalui Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) setiap sore di lingkungan Masjid Raya.
- Kegiatan rutin Magrib Mengaji untuk mendorong generasi muda lebih dekat dengan Al-Qur'an.
- Program tahfiz yang dimulai dari jenjang RA, MI, MTs hingga MA.
Seluruh program itu dipandang sebagai upaya jangka panjang untuk mencetak generasi Qurani yang mampu membaca, memahami, dan menghafal Al-Qur'an dengan baik.
Tantangan dalam pembinaan
Meskipun program berjalan, LPTQ menghadapi beberapa kendala. Salah satu masalah utama adalah rendahnya minat sebagian orang tua untuk mendorong anaknya belajar Al-Qur'an. Selain itu, jumlah calon peserta yang bisa dipersiapkan untuk mengikuti MTQ masih terbatas, sehingga pilihan kader qari dan qariah menjadi sempit.
Tarmizi juga mengungkapkan keterbatasan anggaran untuk guru mengaji sebagai kendala signifikan. Hal ini memengaruhi intensitas pelatihan dan kompensasi bagi pengajar yang berkontribusi di luar jam sekolah.
Solusi dan prospek ke depan
Untuk mengatasi keterbatasan anggaran dan tenaga, LPTQ diberdayakan untuk melibatkan guru sekolah agar mengajar mengaji di luar jam pelajaran. Langkah ini diharapkan meningkatkan jangkauan pembinaan tanpa menambah beban anggaran signifikan.
Tarmizi optimistis bahwa setiap usaha yang dilakukan dengan sungguh-sungguh akan membuahkan hasil. Fokus LPTQ tetap pada peningkatan kualitas pembinaan dan pengembangan program agar kafilah Humbahas dapat bersaing dan meraih prestasi di tingkat provinsi.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Rico Waas: Pelantikan ICMI Muda Medan Harus Jadi Aksi Nyata
Wali Kota Medan Rico Waas minta ICMI Muda Medan yang baru dilantik langsung bergerak dengan roadmap kerja da...
Tapanuli Highlands Festival 2026: Pulau Sibandang Tampil sebagai Destinasi Sport Tourism
Pulau Sibandang dan Muara dipromosikan lewat Tapanuli Highlands Festival 2026; 65 peserta mengikuti lomba re...
Kejati Aceh Gelar Seleksi Jabatan Eselon III.b dengan Sistem Merit
Kejati Aceh menggelar seleksi Jabatan Eselon III.b pada 2 Oktober 2026 menggunakan sistem merit untuk menjar...
Polsek Gunung Malela Tangkap Dua Pengedar Sabu di Siantar
Polsek Gunung Malela menangkap MD (45) dan AID (27) di Siantar, 30/9, serta menyita sabu dan barang bukti la...
Puluhan Remaja Masjid Al Ikhlas Gelar Tadabbur Alam di Medan
Puluhan remaja Masjid Al Ikhlas mengadakan Tadabbur Alam di Medan Selayang untuk mempererat ukhuwah dan meng...
Rico Waas Janji Tangani Banjir dan Tambah 10.000 CCTV di Medan
Wali Kota Medan Rico Waas janji solusi banjir di Kelurahan Beringin, rencanakan drainase, parit, pembersihan...