FIFA ASEAN Cup 2026: Indonesia Bidik Prestasi Maksimal sebagai Tuan Rumah
Timnas Indonesia memasang target prestasi maksimal saat menjadi tuan rumah FIFA ASEAN Cup 2026, yang digelar pada 24 September–4 Oktober 2026. Turnamen ini dinilai peluang untuk memperbaiki peringkat FIFA dan menutup kekecewaan dari hasil Piala AFF.
Turnamen, jadwal, dan format
FIFA ASEAN Cup tercatat dalam kalender resmi FIFA sehingga setiap negara bisa menurunkan skuat terbaik. Kompetisi berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, dan Stadion Si Jalak Harupat, Bandung.
| Grup | Negara |
|---|---|
| Premier Division - Grup A | Indonesia, Malaysia, Singapura, India (konfirmasi menunggu) |
| Premier Division - Grup B | Vietnam, Pakistan, Thailand, Filipina |
Peluang Timnas dan komposisi pemain
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, memastikan federasi dapat memanggil pemain yang berkarier di luar negeri karena turnamen masuk kalender FIFA. Hal ini membuka peluang bagi pemain seperti Jay Idzes, Calvin Verdonk, dan Justin Hubner untuk memperkuat Garuda.
“Karena ini di kalender FIFA, kita bisa memberikan tim terbaik yang kita punya,” kata Erick Thohir.
Harapannya, kehadiran pemain asing-klub akan meningkatkan kualitas skuad dan peluang Indonesia melaju jauh di turnamen.
Analisis pengamat: dampak pada peringkat dan evaluasi
Pengamat sepak bola Estu Santoso menilai turnamen ini krusial untuk perkembangan sepak bola nasional. Menurut Estu, perjalanan jauh di FIFA ASEAN Cup bisa mendongkrak poin Indonesia di peringkat FIFA.
“Kalau kita melaju jauh, poin kita bertambah cukup signifikan di rangking FIFA,” kata Estu Santoso, Selasa, 11 Agustus 2026.
Meski demikian, Estu mengingatkan status tuan rumah tidak otomatis menjamin gelar. Kekalahan Indonesia dari Vietnam di Bogor pada Piala AFF disebutnya sebagai pelajaran.
“Tuan rumah bukan berarti mudah untuk jadi juara, tapi kita bisa menjadi juara,” ujar Estu.
Dia juga meminta evaluasi menyeluruh melibatkan PSSI, operator liga, badan tim nasional, pelatih, dan pemain. Estu menegaskan kegagalan sebelumnya adalah kegagalan tim secara unit, bukan kesalahan individu semata.
- Evaluasi struktur dan materi pemain
- Koordinasi antar-elemen federasi dan operator liga
- Perbaikan program latihan dan taktik tim nasional
Penyelenggaraan dan kesiapan infrastruktur
Dari sisi penyelenggaraan, Estu menekankan pentingnya persiapan stadion, lapangan latihan, distribusi tiket, dan fasilitas tim peserta. Semua aspek harus dikelola secara profesional untuk menjaga citra turnamen sekaligus memberi keuntungan kompetitif bagi tuan rumah.
Dengan waktu persiapan yang terbatas, PSSI dan jajarannya dituntut segera menuntaskan evaluasi teknis dan administratif. Hasil turnamen perdana ini bisa menjadi titik balik untuk peringkat FIFA dan momentum kebangkitan sepak bola nasional.
Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.
Berita Terkait
Djokovic Taklukkan Zverev, Catat 32 Kemenangan Beruntun di Beijing
Novak Djokovic menundukkan Alexander Zverev 4-6, 6-4, 6-4 di Beijing, mencatat rekor 32 kemenangan beruntun...
Asian Games 2026 Ditutup, Dubes RI Apresiasi Kontingen Indonesia
Dubes RI Nurmala Kartini mengapresiasi perjuangan kontingen Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 yang...
Meydiana Laviola Bawa Merah Putih dengan Kebaya Prada Bali
Meydiana Laviola tampil sebagai pembawa bendera dengan kebaya Prada Bali karya Ghea Panggabean pada penutupa...
Meydiana Reinnamah Jadi Flag Bearer dengan Prada Bali
Meydiana Reinnamah jadi pembawa bendera Indonesia di Closing Asian Games 2026, mengenakan kebaya Prada Bali...
Alcaraz Melaju ke Semifinal Japan Open Usai Shapovalov Mundur
Carlos Alcaraz melaju ke semifinal Japan Open 2026 setelah Denis Shapovalov mundur karena cedera saat skor 7...
Bartunkova Singkirkan Sabalenka, Lolos 16 Besar China Open
Nikola Bartunkova menyingkirkan Aryna Sabalenka 6-4, 6-3 pada babak ketiga China Open 2026 di Beijing, melaj...