Ekonomi

Angkutan Batu Bara KAI Juli 2026 Tembus 5,12 Juta Ton

Bagikan:
Kereta barang KAI mengangkut batu bara di Sumatra Selatan dengan lokomotif dan gerbong pengangkut

PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat angkutan batu bara pada Juli 2026 mencapai 5,12 juta ton, meningkat dibanding periode sama tahun lalu. Angka ini dilaporkan pada Senin, 10 Agustus 2026, dan menjadi capaian tertinggi sepanjang tahun.

Data angkutan dan cakupan wilayah

Hingga Juli 2026, layanan KAI untuk komoditas energi di wilayah Sumatra bagian selatan mencapai 31,66 juta ton. Perusahaan menyatakan kenaikan kapasitas angkutan menjadi salah satu indikator kesiapan mendukung distribusi energi nasional.

Penambahan sarana untuk mendongkrak kapasitas

KAI menyelesaikan penerimaan 54 unit lokomotif CC205 untuk operasional Divisi Regional III Palembang. Pengiriman lokomotif buatan Progress Rail tersebut berlangsung berkala sejak Agustus 2025 hingga Mei 2026.

Selain itu, KAI bekerja sama dengan PT INKA untuk pengadaan 1.125 gerbong datar yang akan ditempatkan di Sumatra Selatan. Penambahan sarana ini dirancang bertahap untuk meningkatkan efisiensi pengangkutan komoditas berkapasitas besar.

Kesiapan infrastruktur dan operasional

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menekankan pentingnya kesiapan menyeluruh di seluruh komponen operasi agar pertumbuhan volume angkutan tetap diimbangi kualitas layanan.

“Capaian 5,13 juta ton pada Juli menunjukkan kapasitas layanan logistik KAI terus meningkat. Fokus kami adalah memastikan komoditas dapat bergerak dalam jumlah besar secara aman, terjadwal, dan konsisten sehingga dapat mendukung kebutuhan pelanggan serta kegiatan ekonomi nasional,”

Anne juga menyatakan bahwa peningkatan kapasitas tidak hanya soal sarana, tetapi mencakup infrastruktur dan tata kelola operasional.

  • Lokomotif
  • Gerbong
  • Jalur dan terminal
  • Perawatan
  • Pola perjalanan

Dampak ekonomi dan lingkungan

KAI menyebut operasional kereta barang membantu mengurangi penggunaan kendaraan berat di jalan raya. Hal ini memperlancar rantai pasok batu bara sekaligus mengurangi beban lalu lintas dan potensi emisi dari transportasi truk.

Layanan kereta logistik juga memberikan dampak ekonomi lokal melalui keterlibatan tenaga operasional dan teknisi lapangan dalam rantai distribusi.

Komitmen dan prospek ke depan

Executive Vice President Corporate Secretary KAI, Wisnu Pramudya, menegaskan komitmen perusahaan meningkatkan produktivitas sarana rel lewat kemitraan strategis dengan pemangku kepentingan.

“Semakin kuat layanan logistik, semakin besar manfaat yang dapat dirasakan oleh sektor energi, industri, pekerja, dan masyarakat. KAI ingin terus memperbesar peran kereta api dalam mendukung kelancaran distribusi dan pertumbuhan ekonomi Indonesia,”

Dengan penambahan lokomotif dan gerbong, KAI berharap capaian volume angkutan dapat terus meningkat sambil menjaga keselamatan dan keteraturan operasional.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait