Kemenperin Buka Akses IKM Logam ke Rantai Pasok Industri Besar
Kementerian Perindustrian membuka jalur kemitraan bagi IKM logam dengan industri besar untuk memperkuat rantai pasok manufaktur nasional. Fasilitasi ini berlangsung di Jawa Barat pada 29-30 Juli 2026 dan diharapkan meningkatkan kapasitas produksi serta kompetensi IKM sehingga siap menjadi pemasok industri skala besar.
Tujuan fasilitasi dan pernyataan resmi
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menilai industri logam menempati posisi strategis dalam struktur manufaktur nasional karena memasok komponen untuk otomotif, alat berat, alat kesehatan, konstruksi, dan permesinan. Ia menegaskan pentingnya keterlibatan IKM dalam rantai pasok untuk meningkatkan ketahanan industri.
“Ketika IKM mampu menjadi bagian rantai pasok industri besar, peluang untuk meningkatkan kapasitas produksi dan kompetensi semakin besar. Dengan demikian, IKM juga mendukung terwujudnya rantai pasok nasional yang semakin tangguh,”
Kegiatan dan pelaksanaan
Fasilitasi diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA) bekerja sama dengan Asosiasi Pengusaha Engineering Karawang (APEK). Kegiatan dimulai dengan kunjungan langsung ke sejumlah IKM logam di Kabupaten Karawang dan Kabupaten Bekasi untuk menilai proses produksi, kualitas, kapasitas, dan kesiapan memenuhi standar industri besar.
Calon mitra dari industri besar meninjau lokasi produksi untuk melihat potensi kerja sama. Perusahaan yang terlibat dalam kunjungan antara lain:
- PT Perkebunan Nusantara
- PT Yogya Presisi Teknikatama Industri
- PT Hitachi Construction Machinery Indonesia
- PT Sarandi Karya Nugraha
Temu Bisnis dan pembahasan teknis
Pada 30 Juli 2026 Kemenperin menggelar Temu Bisnis IKM Logam dengan Industri Besar di Karawang. Forum ini menjadi ruang dialog untuk membahas kebutuhan industri, spesifikasi produk, standar kualitas, serta peluang kerja sama konkret antara kedua pihak.
“Pelaksanaan temu bisnis ini mempertemukan IKM dengan industri besar dalam rangka membangun kemitraan yang saling menguatkan. IKM dapat memahami kebutuhan industri, meningkatkan kesiapan usahanya, membuka peluang menjadi pemasok bagi industri besar,”
Partisipasi dan harapan ke depan
Sebanyak 30 IKM logam dari Karawang dan Bekasi mengikuti rangkaian kegiatan. Para peserta memiliki kompetensi di bidang fabrikasi, machining, pembuatan komponen logam, serta jasa pendukung industri.
Kemenperin berharap fasilitasi ini memperluas keterlibatan IKM logam dalam rantai pasok nasional, memperbesar skala usaha IKM, dan memperdalam struktur manufaktur di Tanah Air. Dengan kemitraan yang berkelanjutan, diharapkan ketahanan dan daya saing sektor manufaktur semakin meningkat.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Produk Indonesia Dilirik Buyer Spanyol, Potensi Transaksi USD2,31 Juta
Atase Perdagangan RI di Madrid catat potensi transaksi USD2,31 juta dari business matching; buyer Spanyol mi...
ISF 2026 Perkuat Kolaborasi Global untuk Pertumbuhan Berkelanjutan
ISF 2026 digelar 6-7 Oktober di Jakarta untuk memperkuat kolaborasi global dalam pembiayaan, teknologi, dan...
Konsistensi Pasokan Ayam Kunci Kelancaran Operasional Bisnis Kuliner
Konsistensi pasokan ayam — ukuran, potongan, kualitas, dan jadwal pengiriman — menjadi penentu efisiensi dan...
Geo Dipa: Potensi Panas Bumi Indonesia Baru 11% Tergarap
Geo Dipa: potensi panas bumi 24 GW, namun baru 11% (2,7 GW) tergarap; hambatan utama biaya tinggi, waktu pem...
BI: KLM Perkuat Pembiayaan Perumahan, Rp118 T Tersalurkan
BI menyatakan KLM mendukung pembiayaan perumahan; realisasi 1,32% setara Rp118 triliun disalurkan ke 111 ban...
DPR Soroti Usulan HIPMI Naikkan Plafon KUR Jadi Rp2 Miliar
DPR menyoroti usulan HIPMI naikkan plafon KUR menjadi Rp2 miliar untuk memperluas pembiayaan UMKM kelas mene...