Ekspor Makanan dan Minuman Indonesia Masih Tertinggal dari Permintaan Global
Ekspor makanan dan minuman olahan Indonesia
Pertumbuhan dan perbandingan dengan pasar global
Menurut data yang dipaparkan, ekspor makanan dan minuman Indonesia tumbuh rata-rata 5,44% per tahun pada periode 2021 hingga 2025. Sebaliknya, permintaan dunia untuk produk serupa naik sekitar 7,7% dalam lima tahun terakhir. Selisih pertumbuhan ini menandai adanya gap antara kapasitas ekspor domestik dan peluang pasar internasional.
Menurut data global, permintaan pasar dunia dalam lima tahun terakhir pertumbuhannya itu diatas 7,7 persen. Artinya, permintaan pasar dunia ini lebih besar nih sebenarnya
Nilai ekspor dan kontribusi terhadap total ekspor
Pada 2025, nilai ekspor makanan dan minuman olahan Indonesia mencapai 6,25 miliar dolar AS. Meski meningkat, nilai ini baru menyumbang sekitar 2,2% dari total ekspor Indonesia yang mencapai sekitar 280 miliar dolar AS. Angka tersebut menegaskan bahwa sektor F&B masih berpotensi meningkatkan pangsa pasar ekspor nasional.
Peringkat ASEAN dan posisi Indonesia
Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti menyebut posisi ekspor makanan olahan Indonesia masih berada di peringkat keempat ASEAN. Pada 2025, peringkat ini tertinggal di belakang Thailand yang mencatat 17,69 miliar dolar AS, Vietnam 8,89 miliar dolar AS, dan Singapura 6,5 miliar dolar AS. Kondisi ini menandakan adanya ruang peningkatan daya saing produk olahan Indonesia.
Peluang dan langkah kebijakan
Pemerintah menilai perlu ada penguatan kapasitas industri serta peningkatan mutu produk agar memenuhi standar negara tujuan. Upaya ini meliputi dukungan untuk peningkatan fasilitas produksi, sertifikasi mutu, serta promosi dagang di pasar internasional. Tujuannya adalah menutup gap pertumbuhan ekspor dengan permintaan global dan meningkatkan pangsa pasar Indonesia.
Prospek ke depan
Dengan pertumbuhan permintaan global yang lebih tinggi, sektor makanan dan minuman olahan memiliki peluang besar untuk memperluas ekspor. Realisasi peluang itu bergantung pada kemampuan industri domestik meningkatkan kapasitas, memenuhi standar internasional, dan memanfaatkan kebijakan pemerintah yang mendukung.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Airlangga: Emiten Harus Jaga Kepercayaan Investor
Menko Airlangga meminta emiten BEI meningkatkan tata kelola dan transparansi guna menjaga kepercayaan invest...
IHSG Melemah 0,87% ke 6.309 pada Jeda Perdagangan 11 Agustus
IHSG turun 0,87% ke 6.309,90 pada jeda perdagangan 11 Agustus; sentimen pencalonan Gubernur BI, konflik AS-I...
Pembiayaan UMKM Tembus Rp1,948 Triliun, OJK: Akses Masih Tantangan
OJK: pembiayaan UMKM mencapai Rp1,948,72 triliun per Juni 2026, namun akses pembiayaan formal masih menjadi...
RI dan India Siapkan PTA, Bahas Setelah Reviu AITIGA Selesai
Indonesia siapkan PTA dengan India; pembahasan teknis akan dimulai setelah reviu AITIGA mencapai kesimpulan...
Kemenperin Buka Akses IKM Logam ke Rantai Pasok Industri Besar
Kemenperin fasilitasi kemitraan IKM logam dengan industri besar di Jawa Barat (29-30 Juli 2026) untuk memper...
Indonesia Buka Opsi PTA dengan Mercosur, Brasil Diminta Fasilitasi
Indonesia tawarkan opsi PTA dengan Mercosur; Brasil diminta fasilitasi agar negosiasi lebih cepat dan akses...