Bobby Nasution Copot Kepala Biro Perekonomian Sumut Setelah Video Bentakan
Medan — Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, mencopot Poppy Marulita Hutagalung dari jabatan Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Sumut, efektif Senin (10/8). Keputusan ini menyusul beredarnya video rapat evaluasi inflasi yang memperlihatkan Bobby membentak dan mengancam bawahannya di depan publik. Posisi Poppy kini diisi oleh Evan Botung Daulay sebagai Plt Kepala Biro Perekonomian.
Pencopotan dan penunjukan Plt
Pencopotan Poppy diumumkan efektif sejak 10 Agustus dan langsung diisi oleh Evan Botung Daulay. Evan sebelumnya menjabat Sekretaris Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Sumut. Pengumuman penunjukan Plt hanya disampaikan lewat flyer di akun Instagram resmi Biro Perekonomian Setdaprov Sumut.
Video rapat: ancaman di depan publik
Wakil publik viral muncul setelah video rapat evaluasi inflasi dan stabilisasi harga pangan beredar luas pada Selasa (11/8). Dalam rekaman itu, Bobby tampak marah dan memberi ancaman pencopotan secara terbuka terhadap Poppy ketika ia dinilai tidak patuh pada arahan.
“Kalau ibu nggak mau ngasi tau saya clue-clue biar ibu bisa mau dengar perintah saya, ya saya perintahkan orang lain untuk mencopot ibu aja,”
Ancaman itu kemudian terealisasi dalam bentuk pencopotan singkat. Tindakan cepat ini memicu pertanyaan publik mengenai motif dan prosedur di balik keputusan.
Mekanisme demosi dan implikasi usia pensiun
Yang menarik adalah mekanisme pencopotan yang diterapkan. Poppy tidak langsung diberhentikan dari jabatan, melainkan didemosi dari pejabat pimpinan tinggi pratama (setara eselon II) menjadi pejabat administrator (setara eselon III). Demosi ini memanfaatkan batas usia jabatan yang berbeda: pimpinan tinggi pratama maksimal 60 tahun, sedangkan pejabat administrator maksimal 58 tahun.
Poppy kini berusia 58 tahun. Setelah demosi, ia otomatis memenuhi batas usia untuk jabatan administrator sehingga tidak dapat lagi menempati jabatan struktural. Cara ini dipandang sebagai jalan pintas administratif yang langsung membuat yang bersangkutan "gugur" dari struktur kepemimpinan.
Respons Poppy dan minimnya keterbukaan informasi
Ketika dikonfirmasi oleh wartawan, Poppy membenarkan pencopotan. Ia menyatakan menghormati keputusan pimpinan dan menegaskan bahwa selama menjabat ia telah berupaya maksimal membantu program pengendalian inflasi dan stabilisasi harga pangan.
Sampai saat ini, Pemprov Sumut belum mengeluarkan penjelasan resmi yang merinci alasan lengkap pergantian itu. Pengumuman singkat lewat media sosial dan ucapan terima kasih singkat kepada Poppy menimbulkan kritik atas minimnya keterbukaan informasi publik.
Kasus ini menambah sorotan terhadap gaya kepemimpinan gubernur yang kerap dituding membentak pejabat di forum resmi, dan membuka pertanyaan tentang prosedur administratif serta akuntabilitas dalam pergantian pejabat publik di Sumatera Utara.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Innova Tabrak Fuso di Aceh Selatan, 2 Tewas dan 3 Luka Berat
Kecelakaan di Bakongan Timur, Aceh Selatan pada 11 Agustus pukul 02.25 WIB: Innova menabrak Fuso mogok—2 tew...
Illiza Paparkan Strategi Manajemen Perubahan Publik di Banda Aceh
Wali Kota Banda Aceh Illiza paparkan strategi manajemen perubahan publik dan inovasi agar birokrasi lebih ad...
Muharram Idris: Peringatan Hari Damai Aceh ke-21 Harus Tunjukkan Hasil
Bupati Aceh Besar minta peringatan Hari Damai Aceh ke-21 tidak sekadar seremonial, melainkan menampilkan has...
Padanglawas Terima Tambahan DAU Rp18,2 Miliar untuk Gaji ASN
Padanglawas terima tambahan DAU Rp18,2 miliar untuk mendukung penggajian ASN dan memastikan 1.810 P3K paruh...
Kurir Ekstasi Divonis 12 Tahun di Medan atas 9.450 Butir
Terdakwa Rido Yogi Pratama divonis 12 tahun penjara dan denda Rp300 juta setelah terbukti membawa 9.450 buti...
Polrestabes Medan Grebek Kos di Tuntungan, Tangkap Bandar Narkoba
Polrestabes Medan menggerebek rumah kos di Medan Tuntungan, menangkap tiga orang termasuk bandar TA (26), da...