Padanglawas Terima Tambahan DAU Rp18,2 Miliar untuk Gaji ASN
Padanglawas — Pemerintah Kabupaten Padanglawas menerima tambahan Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp18,2 miliar untuk mendukung pemenuhan penggajian Aparatur Sipil Negara (ASN) daerah pada Tahun Anggaran 2026. Informasi ini disampaikan Plt. Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Rikhmad Siregar, pada Selasa (11/8).
Besaran dan tujuan penambahan DAU
Penambahan DAU merupakan bagian dari penyaluran transfer ke daerah yang mencakup 248 kabupaten/kota. Kabupaten Padanglawas termasuk salah satu daerah penerima alokasi tambahan tersebut. Dana ini dimaksudkan untuk menutup kebutuhan penggajian ASN serta meningkatkan kapasitas fiskal daerah tertinggal, terdepan, dan terluar.
Dampak langsung pada gaji ASN dan P3K
Menurut Rikhmad Siregar, dukungan anggaran diharapkan memperbaiki kelancaran pembayaran gaji di lingkungan pemerintahan daerah. Selain ASN, alokasi ini juga memberi manfaat bagi tenaga honorer yang berstatus P3K paruh waktu.
“Dalam artian dari 1.810 orang P3K paruh waktu di lingkungan pemerintahan Kabupaten Padanglawas akan bisa menerima gaji penuh,”
Dengan adanya penambahan transfer DAU, pemerintah daerah dapat menyelesaikan pembayaran yang selama ini mungkin masih bersifat parsial. Hal ini berdampak langsung pada stabilitas penghasilan pegawai dan operasional layanan publik di kabupaten.
Konteks fiskal dan prospek ke depan
Penambahan DAU untuk Padanglawas merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat menyeimbangkan kebutuhan fiskal antar daerah, terutama bagi wilayah yang tergolong tertinggal atau terpencil. Ke depannya, efektivitas penggunaan dana ini akan bergantung pada perencanaan anggaran daerah dan mekanisme penyaluran yang tepat.
Secara praktis, realokasi dana diharapkan meminimalkan tunggakan penggajian dan memperkuat kapasitas daerah dalam memenuhi kewajiban pegawai. Langkah selanjutnya adalah pemantauan pelaksanaan anggaran agar manfaat dana dapat dirasakan langsung oleh ASN dan P3K di Padanglawas.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Innova Tabrak Fuso di Aceh Selatan, 2 Tewas dan 3 Luka Berat
Kecelakaan di Bakongan Timur, Aceh Selatan pada 11 Agustus pukul 02.25 WIB: Innova menabrak Fuso mogok—2 tew...
Illiza Paparkan Strategi Manajemen Perubahan Publik di Banda Aceh
Wali Kota Banda Aceh Illiza paparkan strategi manajemen perubahan publik dan inovasi agar birokrasi lebih ad...
Bobby Nasution Copot Kepala Biro Perekonomian Sumut Setelah Video Bentakan
Gubsu Bobby Nasution mencopot Poppy Marulita sebagai Kepala Biro Perekonomian usai video ancaman; posisinya...
Muharram Idris: Peringatan Hari Damai Aceh ke-21 Harus Tunjukkan Hasil
Bupati Aceh Besar minta peringatan Hari Damai Aceh ke-21 tidak sekadar seremonial, melainkan menampilkan has...
Kurir Ekstasi Divonis 12 Tahun di Medan atas 9.450 Butir
Terdakwa Rido Yogi Pratama divonis 12 tahun penjara dan denda Rp300 juta setelah terbukti membawa 9.450 buti...
Polrestabes Medan Grebek Kos di Tuntungan, Tangkap Bandar Narkoba
Polrestabes Medan menggerebek rumah kos di Medan Tuntungan, menangkap tiga orang termasuk bandar TA (26), da...