Pramono Siapkan Lokasi Tambahan untuk Pedagang Kramat Jati
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyiapkan lokasi tambahan untuk menampung pedagang Pasar Kramat Jati yang belum mendapatkan tempat berjualan. Pengumuman ini disampaikan dalam keterangan pers pada Rabu, 2 September 2026, saat penataan kawasan berjalan untuk mengembalikan fungsi jalan dan ruang publik.
Jumlah pedagang dan penempatan awal
Pemprov DKI menata sekitar 614 pedagang yang selama puluhan tahun beraktivitas di kawasan Kramat Jati. Namun tidak semua pedagang langsung tertampung karena keterbatasan lokasi.
- 331 pedagang ditempatkan di Pasar Kramat Jati Sektor 7.
- 193 pedagang ikan ditempatkan di Lokbin Kramat Jati.
- 45 pedagang kue diarahkan ke Lokbin Cililitan.
- 45 pedagang lainnya ditempatkan di pasar lain yang dikelola Perumda Pasar Jaya.
Alternatif lokasi untuk sisa pedagang
Meski sudah ada penempatan awal, masih tersisa pedagang yang belum mendapatkan tempat. Pramono menyatakan pemerintah provinsi sudah menyiapkan alternatif lokasi yang berada tidak jauh dari kawasan Kramat Jati.
Pedagang yang ada di Kramat Jati ini kurang lebih ada 614 sampai dengan 640-an
Pramono mengatakan lokasi alternatif itu sudah dia ajukan kepada pihak terkait agar dapat segera digunakan. Ia menegaskan apabila lokasi tersebut siap, persoalan kekurangan tempat bagi pedagang bisa segera terselesaikan.
Memang ada alternatif tempat yang saya sudah bisa dan sudah saya sampaikan kepada Pak Muhtarom untuk digunakan tempat itu
Waktu persiapan dan permintaan percepatan
Saat ditanya soal waktu persiapan lokasi tambahan, Muhtarom menyebut estimasi dua bulan. Namun ia meminta agar proses penyiapan dipercepat supaya pedagang bisa segera menempati lokasi baru.
Implikasi dan langkah ke depan
Penataan ini bagian dari upaya Pemprov DKI untuk mengembalikan fungsi jalan dan ruang publik di Kramat Jati. Selain relokasi, pemerintah perlu memastikan fasilitas dan akses bagi pedagang agar kegiatan ekonomi berjalan lancar.
Ke depan, penyelesaian lokasi tambahan dan percepatan relokasi menjadi kunci agar penataan tidak mengganggu mata pencaharian pedagang sekaligus memperbaiki ketersediaan ruang publik.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Siapkan Pusat Rehabilitasi untuk Warga Binaan Narkotika
Pemerintah siapkan pusat rehabilitasi dan reedukasi bagi warga binaan pengguna narkotika untuk atasi overkap...
BMKG Waspadai Hujan Lebat, Petir, Angin Kencang 5-8 Okt
BMKG keluarkan peringatan dini hujan lebat, petir, dan angin kencang pada 5-8 Oktober 2026; waspadai empat w...
Prabowo Pimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap
Presiden Prabowo memimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap, 5 Oktober 2026; melibatkan 3.378 personel...
HUT TNI ke-81: DPR Dorong Modernisasi Hadapi Perang Modern
DPR mendesak modernisasi alutsista dan peningkatan pelatihan TNI menjelang HUT ke-81, seiring anggaran 2027...
Dua Induk Badak Sumatera Bunting di Way Kambas, Harapan Konservasi
Dua induk badak sumatera, Ratu dan Delilah, dinyatakan bunting di Suaka Rhino Sumatra Way Kambas; pemantauan...
Prabowo Minta Bakom Gunakan Bahasa Sederhana dan Dengarkan Rakyat
Presiden Prabowo minta Bakom gunakan bahasa sederhana, jelaskan alasan kebijakan, dan dengarkan masukan masy...