Lansia 34 Juta Jadi Fokus Literasi Digital Nasional
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menegaskan kelompok lanjut usia menjadi bagian penting transformasi digital nasional. Pernyataan itu disampaikan saat acara Talkshow literasi digital untuk lansia dan pergelaran wayang kulit bertema ‘Sapa Lansia: Tetap Terhubung, Bahagia dan Anti Gaptek’ di Auditorium Abdulrahman Saleh RRI, Jakarta, Sabtu, 30 Mei 2026.
Lansia dalam era aging population
Nezar menyebut jumlah penduduk lansia yang mencapai sekitar 34 juta jiwa menunjukkan keterlibatan kelompok ini dalam ekosistem digital. Ia menyatakan Indonesia kini memasuki fase aging population, di mana proporsi usia 60 tahun ke atas telah melampaui 10 persen dari total penduduk.
"Dengan sekitar 34 juta penduduk lansia, ini menunjukkan bahwa para lansia menjadi bagian penting dalam transformasi digital nasional,"
Peran internet bagi lansia
Menurut Nezar, kemajuan teknologi membuat lansia semakin aktif memanfaatkan internet untuk kebutuhan sehari-hari. Penggunaan ini meliputi komunikasi dengan keluarga, mencari informasi, mengakses layanan kesehatan, dan menjaga hubungan sosial.
Data penetrasi internet nasional
Nezar mengutip survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) untuk menggambarkan lanskap digital saat ini. Tingkat penetrasi internet telah mencapai 81,72 persen, atau sekitar 235 juta pengguna di Indonesia.
"Berdasarkan hasil survei profil internet Indonesia oleh APJII, tingkat penetrasi internet Indonesia telah mencapai 81,72 persen atau sekitar 235 juta pengguna internet,"
Tantangan literasi digital bagi lansia
Meski peluang besar, Nezar mencatat sejumlah hambatan yang dihadapi lansia dalam pemanfaatan teknologi. Hambatan tersebut mencakup keterampilan menggunakan perangkat, kemampuan memilah informasi benar, serta risiko hoaks dan penipuan daring.
"Namun demikian kami juga paham bahwa di tengah berbagai peluang itu masih ada sejumlah tantangan yang dihadapi para Lansia di era digital,"
Upaya pemerintah memperkuat literasi
Kepala BPSDM Kementerian Komunikasi dan Digital, Bonifasius Wahyu Pudjianto, menekankan pentingnya literasi digital untuk memperkuat daya tangkal masyarakat terhadap informasi keliru. Ia meminta publik lebih cermat mengenali berbagai bentuk informasi yang beredar di ruang digital.
"Terkait dengan literasi digital, ini penting sekali untuk memberikan kekuatan kepada masyarakat, agar mereka tidak terpapar oleh berbagai informasi yang sebenarnya tidak sesuai,"
Pemerintah mendorong program literasi digital yang inklusif untuk memastikan lansia dapat menggunakan teknologi dengan aman dan nyaman. Langkah ini dinilai kunci agar transformasi digital memberi manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok usia lanjut.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kemenbud Usulkan Tari Zapin ke UNESCO untuk Perkuat Pelestarian
Kementerian Kebudayaan mengusulkan Tari Zapin ke UNESCO (29 Sept 2026) untuk memperkuat pelestarian lintas g...
Korlantas Buka Layanan Blokir ETLE di Samsat Seluruh Indonesia
Korlantas membuka layanan pengurusan blokir ETLE langsung di Samsat mulai 30 September 2026 untuk memudahkan...
STNK Digital Resmi Berlaku, Pengendara Tak Perlu Bawa STNK Fisik
Korlantas luncurkan STNK Digital lewat aplikasi Digital Korlantas; dokumen elektronik ini setara hukum denga...
Basarnas Alihkan Pencarian Jurnalis ke Operasi SAR Rutin
Basarnas tetap melanjutkan pencarian lima jurnalis lewat operasi SAR rutin; pencarian berlangsung 24 jam ses...
Wamensos Dorong Pembangunan Sekolah Rakyat di Pekalongan
Wamensos mendorong percepatan pembangunan Sekolah Rakyat di Pekalongan; Pemkab sediakan lahan 8,1 ha untuk m...
Menko Pangan Tawarkan Insentif Karbon untuk Investor Hijau
Menko Pangan Zulkifli Hasan tawarkan insentif pasar karbon untuk tarik investasi hijau di sektor pangan, sam...