NU Care-LAZISNU dan Unilever Perkuat Literasi AI dan Keuangan Perempuan
NU Care-LAZISNU bekerja sama dengan Yayasan Unilever Indonesia menyelenggarakan program literasi AI, digital, dan keuangan bagi perempuan sepanjang 2026. Kegiatan berlangsung sejak Februari hingga Mei 2026 di sebelas titik dari Jawa Timur hingga Lampung, menjangkau lebih dari 20.000 peserta.
Program, sasaran, dan pelaksanaan
Program bernama Perempuan PandAI dan Berdaya digelar secara daring dan tatap muka. Peserta terdiri dari pelajar, mahasiswi, santri putri, guru, ibu rumah tangga, hingga perempuan pekerja profesional. Kegiatan dilaksanakan di sebelas lokasi yang tersebar antarprovinsi untuk menjangkau beragam lapisan masyarakat.
Materi: AI, literasi digital, dan pengelolaan keuangan
Pada setiap sesi, peserta mendapat pemahaman dasar tentang kecerdasan buatan dan literasi digital. Selain itu, materi pengelolaan keuangan sederhana diberikan agar perempuan mampu mengatur pengeluaran dan menentukan prioritas kebutuhan. Tujuannya agar keterampilan ini langsung dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Alasan dan ancaman yang dihadapi perempuan
Wakil Direktur Fundraising Humas dan IT NU Care-LAZISNU, Anik Rifqoh, mengatakan program ini menjawab kebutuhan perempuan menghadapi perkembangan teknologi. Menurutnya, perkembangan teknologi membawa peluang sekaligus ancaman, termasuk hoaks, penipuan daring, teror melalui media sosial, dan jeratan pinjaman online.
Program ini hadir untuk membantu perempuan memahami teknologi secara aman, produktif, dan bertanggung jawab menghadapi tantangan digital. Kami ingin peserta mampu memanfaatkan teknologi sekaligus melindungi diri dari berbagai risiko yang muncul.
Dampak pada peserta
Peserta melaporkan manfaat langsung dari materi yang diberikan. Noviawati, peserta dari Tulang Bawang Barat, Lampung, mengatakan program membantu dia mendampingi anak mencari informasi dan menghindari informasi palsu serta penipuan digital.
Terima kasih kepada NU Care-LAZISNU dan Unilever yang telah menyediakan ruang belajar sangat bermanfaat bagi kami. Pengetahuan ini membantu mendampingi anak mencari informasi serta menghindari hoaks dan penipuan digital,
Respon lembaga daerah dan organisasi
Pelaksana Tugas Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Lampung Utara, Sundari, mengapresiasi kegiatan ini. Ia menilai perempuan masih rentan menjadi korban kekerasan dan kejahatan digital, sehingga edukasi perlu diperluas.
Sekretaris PCNU Kota Metro, Agus Setiawan, menambahkan program ini membantu mengurangi kasus penipuan digital dan jeratan pinjaman online yang sering menimpa perempuan karena minim literasi.
Prospek dan harapan
Penyelenggara berharap Perempuan PandAI dan Berdaya memperluas akses pengetahuan digital bagi perempuan di tingkat lokal. Dengan memahami AI, literasi digital, dan pengelolaan keuangan, perempuan diharapkan menjadi lebih mandiri, kritis, dan siap menghadapi era digital.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
PPKS dan BPDP Perkenalkan Kelapa Sawit ke Siswa SD di Medan
PPKS dan BPDP mengajak siswa SD di Medan belajar kelapa sawit lewat kunjungan edukatif dan praktik di fasili...
Tahun Baru Mars 2026: Planet Merah Mulai Putaran Baru
Planet Mars resmi memasuki tahun baru pada 30 Sep 2026; satu tahun Mars setara sekitar 687 hari Bumi dan ter...
Crew-13 Meluncur ke ISS, Empat Astronot Gabung Ekspedisi 75
NASA dan SpaceX meluncurkan Crew-13 ke ISS pada 1 Oktober 2026; empat astronaut dijadwalkan bergabung dengan...
Teleskop Roman Tangkap Cahaya Pertama dari Awan Magellan Besar
Nancy Grace Roman lulus uji pandu presisi dan Coronagraph-nya menangkap cahaya pertama dari Awan Magellan Be...
Kemkomdigi Perketat Pengawasan Ruang Digital, Takedown Konten Krusial 4 Jam
Kemkomdigi memperketat pengawasan ruang digital dengan takedown konten krusial maksimal 4 jam dan mengajak p...
Keuntungan dan Risiko Investasi Emas, Harga Terbaru
Harga emas Pegadaian terkoreksi 29 Sept 2026; emas tetap jadi pilihan lindung nilai namun punya risiko seper...