Lokal

USU Ubah Limbah Ikan Jadi Pakan Unggas untuk Pulihkan Ekonomi Hajoran

Bagikan:
Pelatihan pembuatan pakan unggas dari limbah ikan di Desa Hajoran

Tapanuli Tengah — Tim Pengabdian Kemitraan Masyarakat Universitas Sumatera Utara (USU) meluncurkan program pemanfaatan limbah ikan dan cangkang kerang menjadi pakan unggas. Inisiatif ini ditujukan untuk membantu pemulihan ekonomi pascabencana di Desa Hajoran, Kelurahan Lopian, Kecamatan Badiri, Kabupaten Tapanuli Tengah.

Latar belakang masalah

Pascabencana, pendapatan nelayan dan pengolah ikan di Desa Hajoran menurun. Di sisi lain, limbah perikanan menumpuk di sekitar Tempat Pelelangan Ikan (TPI) dan permukiman. Kondisi ini menimbulkan tekanan ekonomi dan masalah lingkungan.

Program dan target

Tim USU, yang diketuai oleh Uswatun Hasanah, S.Pt., M.Si., mengusung program "Pemanfaatan Limbah Ikan dan Cangkang Kerang Menjadi Pakan Unggas" sebagai solusi ganda: mengurangi limbah dan menekan biaya pakan. Kegiatan sosialisasi dan pelatihan dilaksanakan pada Rabu, 19 Agustus 2026 dan dipaparkan kembali pada Rabu (25/8).

"Melalui program ini kami targetkan masyarakat mampu membuat tepung ikan dari limbah dan mengolah cangkang kerang sebagai sumber mineral. Tujuannya untuk menekan biaya pakan, meningkatkan produktivitas ternak, dan menambah nilai ekonomi limbah,"

Pelaksanaan kegiatan

Rangkaian kegiatan meliputi observasi lapangan, wawancara dengan perangkat desa, sosialisasi, penyuluhan, dan pelatihan praktik pembuatan pakan. Tim juga menyiapkan rencana monitoring dan evaluasi untuk memastikan keberlanjutan program.

  • Observasi kondisi limbah dan potensi perikanan
  • Wawancara dengan perangkat desa dan kelompok masyarakat
  • Penyuluhan tentang pengolahan limbah menjadi tepung ikan
  • Pelatihan pembuatan pakan unggas berbasis limbah ikan dan cangkang kerang
  • Rencana monitoring dan evaluasi berkelanjutan

Tim pengabdian

Selain Uswatun Hasanah, tim pengabdian melibatkan Prof. Dr. Ir. Yunilas, M.P.; Syahira Addina, S.Pi., M.Si.; Maya Pratiwi Hutabarat, S.TP., M.Si.; dan Ir. Galih Ari Wirawan Siregar, S.Pt., M.Si., IPM CIT. Mereka memberikan penyuluhan dan pelatihan teknis langsung di lokasi.

"Selama ini limbah berupa kepala, jeroan ikan dan cangkang kerang hanya menumpuk di sekitar TPI dan permukiman. Padahal itu bisa jadi sumber protein dan kalsium untuk pakan unggas,"

Manfaat dan prospek

Program ini mendorong penerapan konsep zero waste. Bila berhasil, masyarakat Desa Hajoran diharapkan bisa mandiri memproduksi pakan unggas, mengurangi ketergantungan pada pakan komersial yang mahal, dan meningkatkan ketahanan ekonomi rumah tangga pascabencana.

Keberlanjutan program akan ditentukan oleh efektivitas pendampingan, adopsi teknologi oleh kelompok nelayan dan peternak, serta dukungan logistik untuk produksi skala kecil dan menengah.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait