Nasional

SKK Migas: Lifting Minyak 576 Ribu, Proyeksi Naik Akhir 2026

Bagikan:
Grafik produksi minyak dan proyeksi SKK Migas untuk akhir 2026

SKK Migas melaporkan realisasi lifting minyak saat ini sekitar 576 ribu barel per hari dan memproyeksikan kenaikan menjadi 600–610 ribu barel per hari hingga akhir 2026. Pernyataan itu disampaikan Kepala SKK Migas Djoko Siswanto saat Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta.

Realisasi dan proyeksi lifting

Djoko menyatakan realisasi sampai saat ini berada di angka 576 ribu barel per hari. Proyeksi SKK Migas hingga akhir 2026 berada pada kisaran 600 ribu sampai 610 ribu barel per hari. Untuk 2027, proyeksi dinaikkan lagi menjadi sekitar 610–615 ribu barel per hari.

"Untuk lifting minyak 2026, kami saat ini realisasinya 576 ribu barel per hari. Outlook sampai dengan akhir tahun sekitar 600 ribu sampai 610 ribu barel per hari,"

Strategi peningkatan produksi

SKK Migas menjalankan beberapa strategi untuk menambah produksi migas. Salah satunya adalah program Filling the Gap yang ditargetkan menambah hingga 5.000 barel per hari. Selain itu, pengelolaan sumur masyarakat dioptimalkan melalui BUMD dan UMKM.

Djoko menyebut produksi dari pengelolaan sumur masyarakat saat ini mencapai sekitar 1.500 barel per hari. Langkah-langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga dan meningkatkan lifting nasional.

Dukungan DPR dan kebutuhan proyek strategis

Djoko meminta dukungan Komisi XII DPR untuk percepatan perizinan dan pengesahan beberapa proyek sebagai proyek strategis nasional. Ia menilai dukungan legislatif penting untuk mempercepat eksekusi proyek dan mencapai target produksi.

"Untuk mencapai target 610, kami mohon dukungan, mohon bantuan Bapak-Ibu. Yang pertama adalah beberapa proyek kami sedang mengusulkan sebagai proyek strategis nasional,"

Proyek baru dan prospek 2026–2027

Ketua Komisi XII DPR Bambang Patijaya menilai capaian kuartal I 2026 sudah cukup baik. Produksi migas pada kuartal I tercatat sekitar 572 ribu barel setara minyak per hari, yang mencakup minyak bumi, kondensat, dan NGL.

"Apabila dibandingkan dengan target lifting minyak bumi pada APBN 2026 sebesar 610.000 barel per hari. Maka pencapaian produksi minyak bumi pada kuartal I tahun 2026 menggambarkan kinerja yang cukup baik dan optimis di tengah isu geopolitik,"

Bambang menyoroti beberapa proyek yang dijadwalkan on-stream pada 2026 dan diharapkan menambah produksi. Proyek-proyek tersebut antara lain:

  • Peningkatan produksi kondensat PHE ONWJ
  • Tambahan produksi dari JOB Pertamina Medco Tomori
  • Sumur Sidingin dan Minas
  • Pengembangan Pertamina EP di Jambi
  • Peningkatan produksi Energi Mega Persada

"Oleh karena itu, optimisme peningkatan produksi minyak bumi akan terus berlangsung hingga tahun 2027. Mengingat pada tahun 2026 direncanakan ada proyek on-stream peningkatan jumlah produksi kondensat,"

Permintaan informasi lanjutan dari DPR

Dalam rapat, Komisi XII meminta penjelasan lebih rinci mengenai lifting migas 2026 serta proyeksi produksi dan cost recovery untuk 2027. DPR menekankan perlunya data detail agar pengawasan dan dukungan kebijakan berjalan efektif.

Dengan kombinasi program jangka pendek dan proyek yang mulai on-stream, SKK Migas dan DPR berharap target lifting nasional bisa tercapai dan berlanjut hingga 2027.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait