Nasional

Putri Ariani Meriahkan HAN 2026, KOWANI Tekankan Inklusivitas

Bagikan:
Putri Ariani tampil mengenakan kebaya saat peringatan HAN 2026 di Jakarta

Penyanyi Putri Ariani tampil memeriahkan Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 dan peringatan Hari Kebaya Nasional ke-3 di Jakarta, Jumat, 24 Juli 2026. Ketum Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) Nannie Hadi Tjahjanto menyatakan penampilan itu memperkuat semangat inklusivitas dan menginspirasi anak-anak untuk mengembangkan potensi mereka.

Penampilan dan pesan inklusivitas

Nannie menilai Penampilan Putri Ariani menunjukkan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berkarya dan berprestasi. Ia mengatakan momen itu juga memberi penghormatan pada martabat, hak, serta masa depan setiap anak Indonesia.

Kehadiran Putri Ariani menjadi kebanggaan sekaligus inspirasi bagi kita semua. Putri menunjukkan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berkarya, berprestasi, dan mengharumkan nama Indonesia di tingkat dunia

Ketua umum KOWANI periode 2024–2029 itu menegaskan bahwa Putri merupakan representasi anak Indonesia yang berani bermimpi dan percaya pada kemampuan diri. Ia mengingatkan pentingnya memberi ruang yang setara bagi semua anak.

Ruang aman, ramah, dan setara

Sekretaris Jenderal KOWANI Ratu Dian Hatifah menekankan setiap anak berhak atas ruang yang aman, ramah, dan inklusif. Ia menyebut penampilan Putri semakin menguatkan keyakinan bahwa setiap anak memiliki keistimewaan yang harus diperjuangkan bersama.

Kehadiran Putri Ariani memperkuat keyakinan kita, bahwa setiap anak memiliki keistimewaan dan masa depan yang patut diperjuangkan bersama

Ratu Dian menambahkan anak penyandang disabilitas dan anak berkebutuhan khusus harus mendapatkan hak setara untuk tumbuh, belajar, berkarya, dan menunjukkan potensinya.

Kebaya sebagai identitas dan pelestarian budaya

Pada kesempatan itu Putri tampil mengenakan kebaya. Nannie menilai pilihan busana itu mempertegas kebaya sebagai simbol identitas, keberanian, serta kreativitas perempuan Indonesia.

Menurut Nannie, keterlibatan generasi muda dalam mengenakan kebaya menjadi kunci agar warisan budaya tetap hidup, modern, dan inklusif bagi masa depan.

Rangkaian acara dan dukungan organisasi

Selain penampilan Putri Ariani, acara dimeriahkan kelompok angklung CLN dan Pertiwi serta penampilan anak berkebutuhan khusus. Seluruh pertunjukan menegaskan bahwa seni dan budaya adalah ruang bersama yang terbuka dan dapat diakses semua anak.

  • Penampilan musik: Putri Ariani, kelompok angklung CLN, dan Pertiwi
  • Partisipasi anak berkebutuhan khusus dalam panggung seni
  • Dukungan lebih dari 100 organisasi perempuan dan berbagai unsur masyarakat

KOWANI berharap momentum HAN 2026 dan Hari Kebaya Nasional ke-3 memperkuat Gerakan Nasional Indonesia Berkebaya menuju Indonesia Emas 2045. Organisasi itu juga mendorong pelestarian budaya lintas generasi sekaligus penegakan hak anak.

Acara ini menjadi pengingat bahwa seni, budaya, dan kebijakan publik harus bersinergi untuk menciptakan peluang setara bagi seluruh anak Indonesia.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait