Menperin Lepas 2.361 Lulusan SMK, Siapkan Tenaga Kerja Terampil
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita melepas 2.361 lulusan SMK-SMAK dan SMK-SMTI Kementerian Perindustrian tahun 2026 di SMK-SMAK Bogor, Kamis, 16 Juli 2026. Acara ini digelar untuk menyiapkan tenaga kerja terampil yang dibutuhkan industri pengolahan nasional dalam era hilirisasi dan industrialisasi.
Kelulusan dan penyerapan lulusan
Kegiatan menandai kelulusan 2.361 siswa dari sembilan SMK di bawah pembinaan Kementerian Perindustrian. Sekolah-sekolah tersebut memiliki spesialisasi beragam sehingga lulusan siap mengisi kebutuhan industri.
- Chemical industry (kimia industri)
- Machining (permesinan)
- Industrial automation (otomasi industri)
- Mechatronics (mekatronika)
Kepala BPSDMI Doddy Rahadi melaporkan bahwa sampai Juli 2026 sebanyak 1.483 lulusan sudah terserap bekerja di berbagai perusahaan industri. Angka ini menunjukkan kecocokan kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia usaha.
| Jumlah Lulusan | Lulusan Terserap (Juli 2026) |
|---|---|
| 2.361 | 1.483 |
Prioritas pembelajaran vokasi
Agus menegaskan bahwa pendidikan vokasi industri merupakan investasi strategis. Ia mengatakan industri pengolahan terus bertumbuh sehingga membutuhkan tenaga kerja kompeten.
"Industri pengolahan adalah tulang punggung ekonomi kita dan terus menunjukkan kinerja yang positif. Berdasarkan data BPS, pada Triwulan I Tahun 2026 industri pengolahan tumbuh 5,04 persen," ujar Agus.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, penyelenggaraan di SMK Kementerian Perindustrian difokuskan pada penyelarasan kurikulum, praktik kerja industri, penguatan teaching factory dan kelas industri, serta sertifikasi kompetensi. Pendekatan ini dirancang agar lulusan siap kerja sejak keluar sekolah.
Dukungan BPSDMI dan tindak lanjut bagi lulusan
Doddy menyatakan BPSDMI akan mendampingi lulusan yang masih mencari pekerjaan. Mereka akan diberi penguatan kompetensi spesifik dan difasilitasi pemagangan jika belum terserap dalam enam bulan.
"Hingga Juli 2026, sebanyak 1.483 orang lulusan telah terserap bekerja di berbagai perusahaan industri. Capaian ini menunjukkan bahwa kompetensi lulusan SMK Kementerian Perindustrian sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri," kata Doddy.
Doddy juga menegaskan rencana penguatan pembinaan dan evaluasi penyelenggaraan pendidikan di SMK-SMAK dan SMK-SMTI. Tujuannya menjaga konsistensi mutu, meningkatkan tata kelola satuan pendidikan, serta menghasilkan lulusan yang kompeten.
Agus mengingatkan lulusan untuk selalu membawa integritas dan profesionalisme saat memasuki dunia kerja. Menurutnya, kombinasi kompetensi teknis dan integritas akan memperkuat daya saing produk Indonesia di pasar global.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kemenbud Usulkan Tari Zapin ke UNESCO untuk Perkuat Pelestarian
Kementerian Kebudayaan mengusulkan Tari Zapin ke UNESCO (29 Sept 2026) untuk memperkuat pelestarian lintas g...
Korlantas Buka Layanan Blokir ETLE di Samsat Seluruh Indonesia
Korlantas membuka layanan pengurusan blokir ETLE langsung di Samsat mulai 30 September 2026 untuk memudahkan...
STNK Digital Resmi Berlaku, Pengendara Tak Perlu Bawa STNK Fisik
Korlantas luncurkan STNK Digital lewat aplikasi Digital Korlantas; dokumen elektronik ini setara hukum denga...
Basarnas Alihkan Pencarian Jurnalis ke Operasi SAR Rutin
Basarnas tetap melanjutkan pencarian lima jurnalis lewat operasi SAR rutin; pencarian berlangsung 24 jam ses...
Wamensos Dorong Pembangunan Sekolah Rakyat di Pekalongan
Wamensos mendorong percepatan pembangunan Sekolah Rakyat di Pekalongan; Pemkab sediakan lahan 8,1 ha untuk m...
Menko Pangan Tawarkan Insentif Karbon untuk Investor Hijau
Menko Pangan Zulkifli Hasan tawarkan insentif pasar karbon untuk tarik investasi hijau di sektor pangan, sam...