Wamen Veronica Tan: Aspirasi Anak Perkuat Perlindungan Anak
Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Veronica Tan, menekankan bahwa aspirasi anak harus menjadi dasar penyusunan kebijakan dan program perlindungan anak. Pernyataan itu disampaikan saat berdialog dengan perwakilan anak dalam kegiatan Jelajah SAPA di Rusunawa Cakung Barat, Jakarta Timur, Jumat, 17 Juli 2026.
Dialog langsung di Rusunawa Cakung Barat
Dalam pertemuan itu, Veronica meminta anak-anak menyampaikan pengalaman, cita-cita, dan harapan mereka secara langsung kepada pemerintah. Kegiatan berlangsung sebagai wadah interaksi antara pemangku kebijakan dan anak-anak di lingkungan pemukiman.
Veronica menekankan pentingnya membangun sikap santun dalam komunikasi dengan keluarga dan lingkungan sekitar. Pendekatan ini dimaksudkan untuk memperkuat peran anak dalam proses pengambilan keputusan yang memengaruhi kehidupan mereka.
Aspirasi anak sebagai dasar kebijakan
Menurut Veronica, suara anak tidak boleh diabaikan ketika merancang program perlindungan. Evaluasi kondisi nyata di daerah menjadi salah satu langkah untuk memastikan layanan lebih tepat sasaran dan inklusif.
"Kami ingin mendengar langsung aspirasi anak-anak. Tidak boleh ada satu pun anak yang tertinggal karena setiap anak berhak merasakan manfaat pembangunan,"
Dia menegaskan bahwa masukan anak akan memperkuat koordinasi dan kolaborasi pemerintah bersama pemangku kepentingan di berbagai daerah.
Penguatan lewat Gernas RANA
Veronica juga mengajak seluruh pihak mendukung implementasi Gernas RANA untuk memperkuat perlindungan anak. Program ini diarahkan pada sinergi antar-institusi agar lingkungan bagi anak menjadi lebih aman dan ramah.
"Kami mengajak seluruh pihak untuk terus menghadirkan lingkungan bebas dari segala bentuk kekerasan, eksploitasi, diskriminasi maupun penelantaran. Mari kita pastikan setiap anak memeroleh kesempatan yang sama untuk tumbuh, belajar, bermain, dan meraih cita-citanya,"
Dampak dan langkah ke depan
Dialog seperti Jelajah SAPA dinilai penting untuk menangkap suara anak secara langsung. Hasil pertemuan diharapkan menjadi masukan konkret untuk perbaikan layanan perlindungan di tingkat daerah.
Ke depan, Veronica mendorong agar koordinasi antarlembaga terus ditingkatkan. Tujuannya memastikan setiap anak dapat mengakses lingkungan yang aman, nyaman, dan inklusif tanpa terkecuali.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kemenbud Usulkan Tari Zapin ke UNESCO untuk Perkuat Pelestarian
Kementerian Kebudayaan mengusulkan Tari Zapin ke UNESCO (29 Sept 2026) untuk memperkuat pelestarian lintas g...
Korlantas Buka Layanan Blokir ETLE di Samsat Seluruh Indonesia
Korlantas membuka layanan pengurusan blokir ETLE langsung di Samsat mulai 30 September 2026 untuk memudahkan...
STNK Digital Resmi Berlaku, Pengendara Tak Perlu Bawa STNK Fisik
Korlantas luncurkan STNK Digital lewat aplikasi Digital Korlantas; dokumen elektronik ini setara hukum denga...
Basarnas Alihkan Pencarian Jurnalis ke Operasi SAR Rutin
Basarnas tetap melanjutkan pencarian lima jurnalis lewat operasi SAR rutin; pencarian berlangsung 24 jam ses...
Wamensos Dorong Pembangunan Sekolah Rakyat di Pekalongan
Wamensos mendorong percepatan pembangunan Sekolah Rakyat di Pekalongan; Pemkab sediakan lahan 8,1 ha untuk m...
Menko Pangan Tawarkan Insentif Karbon untuk Investor Hijau
Menko Pangan Zulkifli Hasan tawarkan insentif pasar karbon untuk tarik investasi hijau di sektor pangan, sam...