Pemerintah Apresiasi Laporan Masyarakat soal Sekolah Rusak
Pemerintah mengapresiasi peran aktif masyarakat dan media yang menginformasikan kondisi sekolah rusak. Informasi publik membantu percepatan pendataan dan intervensi agar proses belajar tak terganggu lama.
Verifikasi cepat dan intervensi lapangan
Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Gogot Suharwoto, mengatakan setiap laporan sekolah rusak atau terdampak bencana langsung diverifikasi oleh tim teknis kementerian. Tim akan menilai tingkat kerusakan dan kebutuhan anggaran perbaikan.
Pemerintah berkomitmen melakukan intervensi cepat untuk menjaga kelangsungan belajar siswa. Tim khusus dikirim ke lokasi prioritas agar perbaikan dapat segera direncanakan dan dilaksanakan.
Cara melapor melalui kanal resmi
Gogot mengimbau masyarakat menggunakan kanal Layanan Terpadu (ULT) Kemendikdasmen untuk mengirim laporan resmi. Laporan yang lengkap mempercepat proses verifikasi dan tindak lanjut ke lapangan.
- Lengkapi data lokasi sekolah (alamat dan kabupaten/kota).
- Sertakan foto kondisi bangunan yang jelas.
- Cantumkan waktu dan kronologi kerusakan bila memungkinkan.
"Kami dengan senang hati menerima informasi dari masyarakat dan media sosial untuk segera kami follow up ke lapangan," ujar Gogot Suharwoto.
Prioritas wilayah 3T dan pencegahan penyelewengan
Pemerintah menegaskan sekolah terdampak bencana dan fasilitas di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar) menjadi prioritas utama. Penanganan di daerah ini diupayakan lebih cepat karena akses dan kebutuhan yang mendesak.
Sistem pelaporan terbuka juga dirancang untuk mengurangi potensi penyimpangan dana revitalisasi. Gogot meminta warga segera melaporkan indikasi penyimpangan melalui kanal resmi kementerian.
"Jika ada sekolah rusak karena bencana atau indikasi penyimpangan, segera laporkan melalui kanal resmi kementerian," ujar Gogot Suharwoto.
Dampak dan prospek ke depan
Kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah dipandang dapat mempercepat target tercapainya sekolah aman secara nasional. Kecepatan informasi publik menjadi indikator penting dalam menyelamatkan hak belajar anak.
Dengan alur pelaporan yang jelas, diharapkan pendataan lebih akurat dan anggaran perbaikan dapat tersalurkan tepat sasaran. Langkah ini juga memperkuat pengawasan publik atas penggunaan dana revitalisasi sekolah.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Polisi Tetapkan 7 Tersangka Bentrokan di Jalan Tambak, Menteng
Polda Metro Jaya menetapkan tujuh tersangka bentrokan di Jalan Tambak, Menteng, yang menewaskan satu orang d...
Pemerintah Percepat Revitalisasi 70 Ribu Sekolah Rusak
Pemerintah percepat revitalisasi 70.000–71.000 sekolah pada 2026; dana disalurkan langsung dan pengawasan em...
BPOM Luncurkan SAPA Semesta Percepat Perizinan UMKM Pangan
BPOM luncurkan SAPA Semesta untuk percepat perizinan 4,3 juta UMKM pangan, targetkan regulasi rampung tahun...
Mensesneg: Perry Warjiyo Mundur dari Gubernur BI karena Alasan Pribadi
Mensesneg Prasetyo Hadi menyatakan Perry Warjiyo mengundurkan diri sebagai Gubernur BI karena alasan pribadi...
Prabowo Panggil Menteri untuk Rapat Terbatas di Istana
Presiden Prabowo menggelar ratas di Istana Merdeka, Senin 27 Juli 2026; menteri diminta menyiapkan data untu...
DPR Kecam Pengeroyokan di Bali, Minta Pengusutan Tuntas
DPR mengecam aksi main hakim sendiri di Tabanan, Bali, dan minta pelaku pengeroyokan diusut tuntas oleh Polr...