Ribuan Lansia Nikmati Layanan Kesehatan Gratis di Kupang
Ribuan lansia memanfaatkan layanan kesehatan gratis pada puncak peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) 2026 di lingkungan Rumah Dinas Gubernur Nusa Tenggara Timur, Sabtu 30 Mei 2026. Kegiatan itu digelar oleh Kementerian Sosial bersama pemerintah daerah untuk memberi pemeriksaan dan bantuan medis langsung.
Layanan kesehatan yang disediakan
Usai mengikuti jalan sehat dan senam bersama, para lansia antre menjalani pemeriksaan. Layanan yang tersedia disediakan tanpa biaya untuk peserta.
- Cek kesehatan umum
- Fisioterapi
- Donor darah
- Audiometri (pemeriksaan pendengaran)
- Penyediaan alat bantu bila diperlukan
Kolaborasi antar lembaga
Pemberian layanan dilakukan lewat kerja sama beberapa instansi dan fasilitas kesehatan. Kolaborasi ini memastikan cakupan layanan lebih luas dan terkoordinasi.
- Kementerian Sosial
- Dinas Kesehatan Provinsi NTT
- Dinas Kesehatan Kota Kupang
- Puskesmas se-Kota Kupang
- Rumah Sakit Bhayangkara
- Palang Merah Indonesia Provinsi NTT
Reaksi peserta
Peserta tampak antusias dan merasa terbantu karena layanan diberikan gratis. Banyak lansia berharap program serupa terus dilaksanakan.
"Kalau bisa, setiap tahun diadakan seperti ini, karena kita sudah tidak punya penghasilan, tidak punya pekerjaan. Jadi kami bisa dapat pengobatan gratis, ada alat-alat bantu gratis untuk kami, seperti ini sangat membantu," kata Honimus Tupen, 70, warga Sikumana, Kota Kupang.
"Ya suka cita lah, senang bisa berkumpul lagi, bisa sama-sama dengan teman-teman lansia yang lain," ujar peserta lain, Sony.
Skala program dan dampak
Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, menyampaikan rangkaian HLUN 2026 telah berjalan sejak 1 Mei dan menjangkau seluruh 22 kabupaten dan kota di provinsi itu. Menurutnya, aktivitas ini memberikan manfaat langsung bagi kelompok rentan.
"Selama sebulan penuh, seluruh staf dan jajaran Kementerian Sosial berkolaborasi dengan pemerintah daerah, bergerak menyisir 22 kabupaten/kota di NTT ini. Mereka turun langsung ke lapangan untuk menghadirkan berbagai program nyata yang berdampak langsung," kata Johni Asadoma.
Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial, Supomo, menegaskan kegiatan ini adalah hasil kolaborasi lintas pihak dan mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap lansia.
"Kita senantiasa mengajak bersama-sama masyarakat, untuk perhatian, untuk peduli, dan kasih sayang kepada semua keluarga kita, khususnya lansia," ujar Supomo.
Prospek ke depan
Penyelenggara berharap program serupa dapat berlanjut sehingga akses layanan kesehatan bagi lansia tetap terjaga. Pelaksanaan selama sebulan penuh di NTT menunjukkan model layanan bergerak yang dapat direplikasi di daerah lain.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Kemkomdigi Tindaklanjuti Putusan MK soal Sisa Kuota Internet
Kemkomdigi akan menindaklanjuti Putusan MK yang mewajibkan penyedia menjaga sisa kuota pelanggan agar tetap...
MUI Perkuat Persahabatan RI-Palestina Lewat Program Beasiswa
MUI memperkuat persahabatan Indonesia-Palestina lewat program beasiswa bagi pelajar Palestina yang dibiayai...
Operasi SAR KM Nurul Salsa Ditutup, 14 Penumpang Masih Hilang
Operasi SAR KM Nurul Salsa di perairan Selayar ditutup setelah 10 hari; 58 selamat, 4 meninggal, dan 14 masi...
MK Wajibkan Operator Sediakan Pilihan agar Sisa Kuota Tak Hangus
MK memerintahkan operator menyediakan pilihan agar sisa kuota internet tetap aktif dan bisa digunakan hingga...
Menteri PU: Berita ASN Meninggal karena Cuti Ditolak Adalah Hoaks
Menteri PU Dody Hanggodo menyatakan kabar ASN meninggal akibat cuti sakit ditolak adalah hoaks; pemeriksaan...
KSP: Babinsa dan Bhabinkamtibmas Hanya Dampingi Petugas Pajak
KSP menegaskan Babinsa dan Bhabinkamtibmas hanya mendampingi petugas DJP, tanpa kewenangan penagihan atau pe...