KWT Sejahtera Kembangkan Pengolahan Janeng Jadi Tepung, Mi, dan Dodol
Kota Jantho — Kelompok Wanita Tani (KWT) Sejahtera di Gampong Luthu Lamweu, Kecamatan Sukamakmur, Aceh Besar, mengolah buah janeng menjadi beberapa produk pangan. Kegiatan ini berlangsung saat Sosialisasi B2SA melalui Rumah Pangan B2SA pada Selasa, 1 September 2026. Tujuan utama adalah mengoptimalkan potensi pangan lokal sekaligus mendorong ketahanan pangan keluarga.
Inovasi produk berbasis janeng
Dalam sosialisasi, KWT Sejahtera memperkenalkan produk olahan berbahan janeng. Produk yang ditampilkan antara lain tepung, dodol, dan mi. Pengolahan ini bertujuan meningkatkan nilai tambah bahan pangan lokal. Selain itu, produk juga membuka peluang ekonomi bagi warga setempat.
- Tepung janeng
- Dodol janeng
- Mi dari campuran tepung janeng, terigu, dan tapioka
Dukungan pemerintah dan harapan pengembangan
Kepala Dinas Pangan Aceh Besar, Alyadi SPi MM, menyambut baik inisiatif kelompok. Ia menilai pengolahan janeng sejalan dengan upaya ketahanan pangan dan program pemerintah. Alyadi juga mendorong gampong lain meniru langkah tersebut.
Kami sangat mengapresiasi KWT Sejahtera atas kegiatan pengolahan pangan lokal sebagai bentuk dukungan terhadap ketahanan pangan dan program pemerintah. Pengolahan janeng menjadi berbagai produk seperti dodol, mi dan tepung merupakan inovasi yang sangat baik dan berpotensi untuk terus dikembangkan.
- Alyadi, Kepala Dinas Pangan Aceh Besar
Dukungan gampong dan manfaat ekonomi
Kechik Gampong Luthu Lamweu, Jafaruddin, menyatakan pemerintah gampong mendukung penuh kegiatan. Ia berharap olahan janeng menjadi produk unggulan gampong. Dukungan ini diharapkan meningkatkan pendapatan warga.
Kami dari Pemerintah Gampong Luthu Lamweu mengucapkan terima kasih atas perhatian dan pendampingan yang diberikan kepada kelompok. Kami berharap produksi olahan janeng ini terus berkembang sehingga dapat menjadi salah satu produk unggulan gampong.
- Jafaruddin, Kechik Gampong Luthu Lamweu
Fasilitas, keamanan pengolahan, dan pemasaran
Pendamping KWT Sejahtera, Satria Jaya SP., M.Si., mengatakan pendampingan berlangsung sejak Juli hingga September 2026. Kelompok mendapat bantuan mesin pencincang dan mesin press dari Badan Pangan Nasional. Mesin ini mempercepat proses produksi dan meringkas waktu kerja.
Dengan adanya mesin ini, mereka bisa berproduksi dalam waktu yang lebih cepat. Waktu yang dibutuhkan kelompok dalam memproses buah janeng bisa diringkas secara signifikan.
- Satria Jaya, Pendamping KWT Sejahtera
Satria menekankan pengolahan janeng harus tepat karena tanaman mengandung senyawa berbahaya. Tahapan pengolahan wajib dilakukan untuk menghilangkan kandungan sianida sebelum dikonsumsi.
Pengolahan janeng memang harus dilakukan dengan benar, karena ada kandungan sianida yang harus dihilangkan melalui tahapan pengolahan tertentu sebelum dapat dikonsumsi.
Hasil penjualan dan prospek
Produk olahan sudah mulai dipasarkan. Omzet penjualan tercatat sekitar Rp800 ribu hingga Rp1 juta. Pembeli datang langsung dan menerima pesanan. Pendamping berharap pendampingan dilanjutkan untuk pengemasan dan pemasaran.
Jika dukungan fasilitasi, pembinaan, dan perizinan terus diberikan, KWT Sejahtera berpotensi menjadikan janeng sebagai komoditas lokal bernilai jual. Pengembangan ini bisa menjadi contoh bagi gampong lain di Kecamatan Sukamakmur.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Nias Selatan Serahkan SK Perpanjangan 633 PPPK Paruh Waktu
Pemkab Nias Selatan menyerahkan SK perpanjangan dan SPK kepada 633 PPPK Paruh Waktu pada 19 Oktober sebagai...
Polda Sumut Tangkap 3 Terduga Pelaku Penembakan di Tanjung Morawa
Polda Sumut menangkap tiga terduga pelaku penembakan di Tanjung Morawa pada 19 Oktober; motif masih didalami...
Pemkab Asahan Selesaikan Audit BPK, Raih Peringkat Tiga Realisasi Belanja
Pemkab Asahan menyelesaikan audit BPK Sumut (19/10) dan meraih peringkat tiga realisasi belanja daerah; exit...
Belanja P-APBD Sumut 2026 Melebihi Pendapatan, DPRD Dorong Pinjaman
Belanja P-APBD Sumut 2026 melebihi pendapatan Rp382 miliar; DPRD mendorong pinjaman dan obligasi untuk menut...
Satgas PRR Kirim 18 Alat Berat untuk Pengerukan Sungai di Aceh Tenggara
Satgas PRR Kemendagri menurunkan 18 alat berat dan 8 dump truk untuk pengerukan sungai di Aceh Tenggara, ope...
Orangutan Sumatera Dipulangkan dari India ke Kualanamu
Orangutan Sumatera hasil repatriasi dari India tiba di Bandara Kualanamu dan dibawa ke SRA Langkat untuk men...