Tiga Siswa SD 2 Muhammadiyah Langsa Raih Juara 1 Kompetisi STEAM 2026
Langsa — Tiga siswa SD 2 Muhammadiyah Langsa meraih Juara 1 pada Universitas Samudra STEAM Disaster Innovation Competition 2026, yang digelar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Samudra, Selasa (2/9). Mereka memukau dewan juri dengan prototipe bernama Diorama Flood Alarm Rescue, sistem peringatan dini banjir berbasis pendekatan STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, Mathematics).
Tim pemenang dan inovasinya
Ketiga pelajar itu adalah Rasyiqul ’Abid Aqsa, Muhammad Habib, dan Ahmad Rafli. Mereka menyajikan diorama yang mampu mendeteksi potensi banjir lebih awal dan memberi alarm sebagai langkah penyelamatan.
Proses kompetisi
Kompetisi bertema "Membangun Generasi Tangguh Bencana melalui Inovasi STEAM" diikuti puluhan tim dari berbagai sekolah se-Aceh. Perjuangan tim dimulai dari seleksi naskah proyek, pembuatan prototipe, hingga eksperimen dan presentasi di hadapan juri.
Proses panjang itu menjadi pengalaman belajar yang mengasah kreativitas, kerja sama, berpikir kritis, dan kemampuan pemecahan masalah siswa.
Respon sekolah
Kepala SD 2 Muhammadiyah Langsa, Dr Hamdani MA, memberikan apresiasi penuh atas prestasi tersebut. Ia menilai pembelajaran inovatif membawa dampak nyata pada kualitas karya siswa.
“Prestasi tersebut menunjukkan bahwa melalui pembelajaran yang inovatif, siswa dapat menghasilkan karya yang tidak hanya kreatif, tetapi juga memiliki nilai edukasi dan kepedulian terhadap lingkungan,”
Dalam pernyataannya pada Rabu (2/9), Dr Hamdani juga menyampaikan ucapan selamat kepada para juara dan berharap prestasi ini memotivasi siswa lain untuk terus berkarya.
Pembimbing dan makna proses
Pembimbing proyek, Akma Hanis SSi SPd Gr, menekankan bahwa hal terpenting bukan sekadar kemenangan, melainkan proses pembelajaran yang dilalui anak-anak.
“Yang membanggakan bukan hanya hasil akhirnya, tetapi proses anak-anak belajar untuk berpikir, mencoba, menghadapi kegagalan, mencari solusi, dan berani mempresentasikan hasil karyanya,”
Dampak dan prospek
Kemenangan ini memperkuat peran pendidikan dasar dalam pengembangan inovasi kebencanaan. Selain memberi penghargaan pada kreativitas siswa, prestasi tersebut membuka peluang bagi sekolah untuk mengembangkan prototipe lebih lanjut.
Ke depan, diharapkan gagasan seperti Diorama Flood Alarm Rescue dapat diadopsi atau dikembangkan untuk meningkatkan kesiapsiagaan komunitas terhadap bencana banjir.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Polsek Siantar Martoba Tindaklanjuti Laporan Pencurian Pintu Besi
Polsek Siantar Martoba menindaklanjuti laporan pencurian pintu besi pagar di Jalan Sumber Jaya. Korban disar...
Polsek Siantar Evakuasi Ibu Linglung yang Melempari Orang di Jl. Pendidikan
Seorang ibu linglung melempari warga di Siantar Martoba; polisi mengevakuasi dan menyerahkan ke Dinas Sosial...
Polres Pematangsiantar Patroli SPBU Antisipasi Gangguan Keamanan
Polres Pematangsiantar patroli SPBU Minggu (6/9) untuk antisipasi Guantibmas dan cek stok BBM; hasil sementa...
Ekonomi Sergai Tumbuh 5,96% Triwulan II 2026, Tertinggi di Sumut
Ekonomi Kabupaten Sergai tumbuh 5,96% Y-on-Y pada Triwulan II 2026, tertinggi di Sumut, didorong sektor akom...
Simalungun Luncurkan Aplikasi SADATA Integrasi Data Perindag
Sekda Simalungun meluncurkan aplikasi SADATA pada 8/9 untuk integrasikan data industri dan perdagangan, perc...
Dinkes Sumut: Nasi, Ikan, dan Buah MBG Karo Terkontaminasi Bakteri
Dinkes Sumut menemukan Bacillus cereus, Staphylococcus aureus, dan E. coli pada sampel MBG Karo; kadar meleb...