Politik

Siti Mariyam Pimpin Kwarcab Surabaya 2026–2031, Target Bumi Perkemahan

Bagikan:
Siti Mariyam terpilih sebagai Ketua Kwarcab Surabaya saat Muscab 8 Agustus 2026

Surabaya — Anggota DPRD kota Surabaya dari Fraksi PDI Perjuangan, Siti Mariyam, resmi terpilih sebagai Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Surabaya periode 2026–2031. Penetapan berlangsung secara musyawarah mufakat pada Musyawarah Cabang (Muscab) di Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Sabtu (8/8/2026). Ia menegaskan prioritas utama kepemimpinannya adalah mewujudkan bumi perkemahan dan memperluas ruang kegiatan untuk tiap kecamatan.

Pemilihan dan target awal kepengurusan

Siti Mariyam ditetapkan melalui musyawarah mufakat dalam forum Muscab. Sejak ditetapkan, ia langsung menyusun prioritas kerja lima tahun ke depan. Target utama adalah menyediakan lokasi perkemahan khusus yang dapat dipakai untuk berbagai kegiatan kepramukaan tingkat kota hingga nasional.

Bumi perkemahan dan penguatan sanggar kecamatan

Menurut Mariyam, Surabaya belum memiliki lahan yang optimal untuk kegiatan pramuka berskala besar. Oleh karena itu, pembangunan bumi perkemahan menjadi agenda strategis. Selain itu, ia ingin memperkuat keberadaan sanggar di tingkat kwartir ranting (kwaran).

"Kalau sanggar di kecamatan terpenuhi, nantinya bisa menjadi titik kumpul untuk bermusyawarah dan berkegiatan. Di sana anak-anak bisa mendapatkan wadah untuk melakukan kegiatan yang positif," kata Mariyam.

Ia juga memastikan proses penyusunan kepengurusan baru akan dilakukan cepat. Sesuai aturan organisasi, pengurus bersama tim formatur ditargetkan terbentuk paling lambat satu bulan setelah penetapan ketua.

Agenda mendesak pasca-Muscab

Beberapa agenda sudah menunggu, sehingga percepatan pengurus dinilai penting. Agenda itu meliputi:

  • Peringatan Hari Pramuka tanggal 14 Agustus;
  • Kegiatan ulang janji dan persiapan pemberangkatan kontingen Surabaya ke Jambore Nasional di Cibubur;
  • Persiapan Lomba Tingkat (LT) III yang dijadwalkan pada September.

Kaderisasi dan keterlibatan generasi muda

Dalam kepengurusan 2026–2031, Mariyam ingin memberi ruang lebih besar bagi anggota muda. Ia berharap keterlibatan generasi muda menjadi sarana kaderisasi dan regenerasi kepengurusan.

"Harapan kami, khususnya yang masih muda, bisa ikut mengisi kepengurusan. Mereka bisa belajar selama lima tahun ke depan sehingga menjadi pengurus yang tangguh," ujarnya.

Evaluasi masa kepengurusan sebelumnya dan dorongan pengembangan

Musyawarah Cabang juga menutup masa kepengurusan 2021–2026. Ketua sebelumnya, Armuji, mencatat sejumlah capaian, termasuk tiga rekor MURI dan kepemilikan gedung yang representatif. Namun Armuji mendorong agar kepengurusan baru tidak berpuas diri dan melanjutkan pembangunan fasilitas, khususnya bumi perkemahan.

"Siapa pun yang memimpin harus bisa totalitas dan menjalin kerja sama dengan semua pihak dengan baik. Yang terpenting, pengurus harus kompak dan solid untuk memajukan Kwarcab Surabaya," kata Armuji.

Wakil Ketua Bidang Saka dan Pramuka Produktif Kwarda Jawa Timur, Basuki Babussalam, meminta Muscab menjadi momentum evaluasi sekaligus penentuan arah program lima tahun mendatang. Ia mendorong sinergi program Kwarcab dengan Kwarda Jawa Timur dan Kwarnas serta pengembangan inisiatif seperti renovasi gudep, ketahanan pangan, film pendek, energi terbarukan, dan pengolahan sampah.

Susunan tim formatur dan LPK

Siti Mariyam akan menyusun kepengurusan bersama tim formatur yang ditetapkan dalam forum, yakni:

  • Armuji (unsur Mabicab);
  • Sholikin (unsur demisioner);
  • Ketut Edi Saputro (unsur Kwartir Ranting);
  • Lis Lestari (unsur Kwartir Ranting).

Forum juga menetapkan Lembaga Pemeriksa Keuangan (LPK) Kwarcab Surabaya dengan komposisi ketua dan anggota yang disepakati bersama.

Langkah selanjutnya adalah konsolidasi cepat dan realisasi program prioritas agar agenda lima tahun ke depan dapat berjalan terukur dan berdampak bagi anggota Pramuka di seluruh kecamatan Surabaya.

Bima Prakoso
Penulis
Bima Prakoso

Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.

Berita Terkait