Politik

PSSI Jatim: Soekarno Cup 2026 Perkuat Regenerasi Pemain U-17

Bagikan:
Pemain U-17 bertanding di Soekarno Cup 2026 Jawa Timur

SURABAYA — PSSI Jawa Timur menilai Soekarno Cup 2026 menjadi arena penting bagi pembinaan pemain muda. Turnamen yang melibatkan 16 tim provinsi ini dimulai pada 10 Agustus 2026 dan dinilai memperbanyak kesempatan bertanding bagi pemain U-17, sekaligus membuka jalur regenerasi menuju Tim Nasional Indonesia.

Turnamen tambah kesempatan bagi pemain muda

Bidang Kompetisi PSSI Jatim, Arief Anton Sujarwo, mengatakan kompetisi tambahan seperti Soekarno Cup sangat dibutuhkan untuk mengasah kemampuan pemain dan memberi pengalaman bertanding. Kegiatan ini berjalan bersamaan dengan Piala Soeratin U-17, sehingga jumlah wadah bagi pemain 17 tahun semakin banyak.

“Apalagi ini berbarengan dengan kompetisi Piala Soeratin U-17. Artinya pemain-pemain 17 tahun semakin banyak wadahnya, sangat bagus untuk perkembangan pemain muda di Indonesia,”

Potensi regenerasi Timnas

Menurut Arief, Soekarno Cup dapat berperan sebagai ruang penyaringan talenta yang kelak berpeluang memperkuat Timnas Indonesia. Turnamen bukan sekadar kompetisi musiman, melainkan bagian dari ekosistem pembinaan jangka panjang.

“Pastinya, ini artinya ini bibit-bibit yang akan berlaga ataupun memperkuat timnas nantinya. Itu harapan dari kita,”

Standar profesional dan teknologi pertandingan

Untuk menjaga kualitas, panitia bersama PSSI mematangkan aspek teknis pertandingan. Perangkat pertandingan diperkuat oleh wasit berlisensi C1 yang berpengalaman di level nasional.

PSSI Jatim mengapresiasi langkah panitia yang menyusun sejumlah mekanisme transparansi. Rencana penggunaan Video Assistant Referee (VAR) akan diterapkan pada babak semifinal dan final, serta disiapkan wasit netral dari luar Jawa Timur. Pertandingan juga akan disiarkan langsung melalui kanal YouTube resmi panitia.

Pembekalan aturan pertandingan

Panitia memberikan pembekalan kepada manajer dan pelatih 16 tim peserta mengenai aturan terbaru Laws of the Game (LOTG) 2025–2026. Tujuannya agar semua tim memiliki pemahaman yang seragam terhadap regulasi, termasuk perubahan aturan terkait handball.

“Tadi sudah saksikan sendiri bahwa dari referee assessor kita sudah menjelaskan ke seluruh peserta terkait LOTG 2025–2026, di mana ada perubahan-perubahan soal handball tadi, jadi sudah disampaikan semua,”

Harapan penyelenggara

Arief berharap seluruh peserta menjaga sportivitas sejak laga perdana. Ia menekankan bahwa persaingan untuk menjadi juara harus berlangsung dalam suasana kompetitif namun kondusif, sehingga juara nanti memang tim terbaik.

“Tentunya selamat kepada seluruh 16 tim yang akan berlaga di Soekarno Cup ini. Kita harapkan semuanya bermain dengan fair play tanpa adanya gangguan-gangguan yang berarti dan tentunya juara satu nanti pasti tim yang terbaik,”

Dengan tambahan panggung kompetisi seperti Soekarno Cup 2026, PSSI menaruh harapan turnamen ini dapat memperkuat ekosistem pembinaan sepak bola muda Indonesia dan memperbesar peluang lahirnya pemain yang mampu menembus skuad Timnas.

Bima Prakoso
Penulis
Bima Prakoso

Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.

Berita Terkait