Kunjungan Wisman ke Indonesia Capai 4,68 Juta Jan–Apr 2026
Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada Januari–April 2026 mencapai 4,68 juta kunjungan, naik 8,24% dibanding periode sama tahun lalu dan menjadi capaian tertinggi sejak 2020. Angka ini diumumkan Badan Pusat Statistik (BPS) dan menunjukkan pemulihan kuat sektor pariwisata nasional.
Rekor kunjungan Januari–April 2026
Menurut BPS, jumlah kunjungan 4,68 juta merupakan titik tertinggi sejak 2020. Kenaikan 8,24% menandai tren positif yang berlanjut pada awal 2026. Data ini sekaligus mencerminkan naiknya permintaan perjalanan internasional ke berbagai destinasi di Indonesia.
"Capaian kunjungan wisman Januari hingga April 2026 ini merupakan capaian tertinggi sejak tahun 2020," ujar Pudji Ismartini, Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS.
Pintu masuk utama: Bali dominan
BPS mencatat sebagian besar wisatawan masuk melalui jalur udara. Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, menjadi pintu masuk utama dengan sekitar 2 juta kunjungan selama empat bulan pertama tahun ini.
Kinerja akomodasi: TPK nasional dan hotel berbintang
Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel nasional pada April 2026 tercatat 37,08%. Angka ini naik 3,80 poin dibanding Maret 2026 dan naik 0,33 poin dibanding April tahun lalu.
Untuk hotel berbintang, TPK April 2026 mencapai 48,83%. Provinsi dengan hunian tertinggi adalah:
- Bali: 57,94%
- DKI Jakarta: 54,80%
- Kalimantan Barat: 53,76%
Sementara tingkat hunian terendah pada hotel berbintang tercatat di:
- Aceh: 24,35%
- Papua Tengah: 29,58%
- Bangka Belitung: 30,39%
Secara kumulatif Januari–April 2026, TPK hotel berbintang mencapai 46,01%, naik 2,07 poin dibanding periode sama 2025. Kenaikan tertinggi per provinsi terjadi di Papua Barat (+13,38 poin), Kalimantan Barat (+10,47 poin), dan Maluku (+7,35 poin).
TPK hotel nonbintang dan akomodasi lainnya
Untuk kategori nonbintang dan akomodasi lainnya, TPK April 2026 sebesar 24,96%. Provinsi dengan hunian tertinggi pada kategori ini adalah:
- DKI Jakarta: 38,09%
- Kepulauan Riau: 35,11%
- Bali: 34,81%
Tingkat terendah tercatat di Papua Pegunungan dengan 9,62%. Secara kumulatif Januari–April, TPK nonbintang mencapai 23,75%, naik 0,51 poin dari tahun sebelumnya.
Peningkatan terbesar kategori nonbintang terjadi di Papua Barat (+7,72 poin), Gorontalo (+6,38 poin), dan Sulawesi Utara (+4,88 poin). Sebaliknya, penurunan terdalam dicatat di Bali (-4,72 poin), DKI Jakarta (-3,47 poin), dan Banten (-2,47 poin).
Dampak dan prospek
Data BPS menunjukkan pemulihan pariwisata nasional terus berlanjut. Lonjakan kunjungan asing dan perbaikan okupansi hotel mendukung pemulihan ekonomi lokal di destinasi utama.
Ke depan, pemantauan pergerakan wisman dan penguatan layanan akomodasi akan jadi kunci untuk mempertahankan pertumbuhan kunjungan sepanjang tahun.
Berita Terkait
BGN Libatkan Kantin Sekolah untuk Dukung Program MBG
BGN akan libatkan kantin sekolah dalam produksi MBG untuk memperluas jangkauan layanan gizi dan meningkatkan...
Realisasi Anggaran Kemenhub hingga Mei 2026 Lampaui Target
Kemenhub mencatat realisasi anggaran hingga Mei 2026 sebesar Rp9,06 triliun (32,27%), melampaui target kumul...
BGN Diganti untuk Perkuat Program Makan Bergizi Gratis
Pergeseran pimpinan BGN bagian dari evaluasi MBG untuk memperkuat efektivitas, akuntabilitas, dan pengawasan...
SPPG Jalankan Arahan Presiden Perbaiki Kualitas Program MBG
SPPG dan GARUDA siap menjalankan arahan Presiden Prabowo untuk menjaga kualitas gizi Program MBG dengan peny...
KPK Sambut Putusan Singapura, Ekstradisi Paulus Tannos Dipercepat
KPK menyambut putusan Pengadilan Tinggi Singapura yang menolak permohonan Paulus Tannos, membuka jalan perce...
Menteri Ekraf Buka ArtMoments Jakarta 2026, Tekankan Peran Seni Rupa
Menteri Ekraf Teuku Riefky buka ArtMoments Jakarta 2026 (4 Juni), menekankan seni rupa sebagai kekuatan buda...