Aktivis Tantang Kritik DPRD soal Pertumbuhan dan Inflasi Medan
Medan — Aktivis mahasiswa Dion Hafiz Maulana Munthe menilai kritik anggota DPRD Medan, Godfried Effendi Lubis, yang mengaitkan pertumbuhan ekonomi dan inflasi tinggi dengan kegagalan kepemimpinan Walikota Medan tidak berdasar karena tanpa data pendukung. Pernyataan itu disampaikan pada Kamis (27/8) di Medan.
Dion: Kritik tanpa data merugikan publik
Dion mengatakan kritik dari wakil rakyat harus disertai data yang dapat diuji publik. Ia menilai pernyataan Godfried lebih bersifat politik narasi ketimbang kritik berbasis bukti.
"Kritikan seorang Anggota DPRD Medan ... lebih kepada untuk pandangan politik kekuasaan. Saya menyampaikan ini supaya tidak terjadi konsumsi informasi yang liar dan tak berdasar,"
Dion, yang merupakan Ketua DPD Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Medan periode 2023–2024, menekankan kebutuhan transparansi data agar kritik bisa menjadi bahan pembelajaran publik.
Angka pertumbuhan dan inflasi menurut Dion
Sebagai pembanding, Dion merujuk pernyataan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian yang pada April 2026 menyebut pertumbuhan ekonomi Kota Medan mencapai 6,54 persen, angka tertinggi pasca pandemi Covid-19. Ia juga menyebut data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat inflasi daerah Medan menyentuh angka di atas 4 persen pada 2026.
"Kondisi seperti ini kami turut hadir sebagai bagian untuk control kepada pejabat publik, kritik silahkan saja, tapi ada narasi yang diikuti oleh data,"
Menurut Dion, data tersebut semestinya menjadi dasar diskusi publik tentang efektivitas kebijakan pemerintahan kota.
Program pro-UMKM sebagai bukti kebijakan
Untuk menunjukkan sisi lain kebijakan Pemko Medan, Dion memaparkan sejumlah program yang dinilai pro-UMKM. Ia menyebut inisiatif seperti Car Free Day, Car Free Night, Pesta Kuliner, hingga keterlibatan bazar UMKM dalam kegiatan kota seperti MTQ.
Dion juga memerhatikan perbaikan kawasan Pasar Petisah yang kini ramai pada malam hari, sekaligus memberi ruang bagi pelaku usaha muda, termasuk generasi Z.
Kekhawatiran atas kenaikan harga kebutuhan pokok
Meski mengapresiasi beberapa program, Dion mengingatkan masalah inflasi yang dirasakan masyarakat. Ia menyebut keluhan ibu-ibu di pasar tradisional terkait kenaikan harga beras, gula, minyak goreng, ayam, dan ikan.
"Jangan inflasi tak dikendalikan, bisa rakyat semakin terbebani,"
Dion meminta Tim Inflasi Daerah yang melibatkan pemerintah dan instansi vertikal bergerak cepat untuk merumuskan solusi pengendalian harga agar beban rakyat berkurang.
Dengan demikian, menurut Dion, kritik politik harus dilengkapi data dan upaya konkret agar diskursus publik tetap konstruktif dan dapat dipertanggungjawabkan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Polres Pematangsiantar Gelar Blue Light Patrol untuk Cegah Balap Liar
Polres Pematangsiantar menggelar Blue Light Patrol pada 25 Agustus untuk mencegah balap liar, knalpot brong,...
DPRD Medan Gelar Paripurna Ganti Wakil Ketua PKS 1 September
DPRD Kota Medan menggelar paripurna 1 September 2026 untuk memberhentikan dan mengangkat Wakil Ketua DPRD da...
12 Petani Protes Pembatasan Akses Jalan PT SMART di Labura
12 petani di Aek Korsik protes pembatasan akses jalan melalui Kebun PT Adipati; plang dan larangan alat bera...
Sidang Dugaan Penipuan-Pengelapan Rp350 Juta di PN Lubuk Pakam
PN Lubuk Pakam menggelar sidang terhadap SH alias Kake yang didakwa menggelapkan pembayaran dua proyek norma...
Erwin Saleh Divonis Bebas dalam Kasus Dugaan Korupsi MFF
Majelis hakim PN Medan membebaskan Erwin Saleh dari seluruh dakwaan korupsi terkait MFF 2024 karena JPU dini...
Medan Terapkan QRESTO untuk Perketat Pengawasan Pajak Restoran
Pemko Medan luncurkan QRESTO untuk memantau transaksi restoran dan menutup kebocoran pajak; akademisi minta...