Lokal

Krismas Sihite Membaik, Dokter Sebut Peradangan Lambung dan Psikiatri

Bagikan:
Krismas Br Sihite dirawat di RSU Haji Medan

MEDAN — Kondisi Krismas Br Sihite, siswi SMA Negeri 1 Berastagi yang sempat dirawat akibat dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG), mulai membaik setelah tim dokter RSU Haji Medan menyimpulkan tidak ada gangguan saraf dan mengerucutkan diagnosis pada pangastritis serta masalah psikiatri. Keterangan ini disampaikan dalam family meeting di RSU Haji Medan, Kamis, 17 September 2026.

Family meeting dan pemeriksaan tim medis

Pertemuan menghadirkan perwakilan pemerintah, tim medis, dan keluarga pasien. Hadir antara lain Kepala Dinas Kesehatan Sumut Muhammad Faisal Hasrimy, Direktur RSU Haji Medan Yulinda Elvi Nasution, serta dokter dari beberapa disiplin ilmu.

  • Kepala Dinas Kesehatan Sumut: Muhammad Faisal Hasrimy
  • Direktur RSU Haji Medan: Yulinda Elvi Nasution
  • Dokter penanggung jawab dari berbagai spesialis
  • Perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Karo dan KPPG Medan
  • Keluarga Krismas

Perkembangan ini menjawab kekhawatiran keluarga setelah kondisi Krismas kembali menurun usai sempat pulang dari perawatan sebelumnya.

Kronologi singkat perawatan

Krismas awalnya dirawat di RS Haji Medan sekitar 10 hari setelah insiden dugaan keracunan MBG pada 13 Agustus 2026 dan diperbolehkan pulang pada 21 Agustus 2026. Kondisi menurun saat di rumah sehingga keluarga membawa Krismas ke RS Efarina Berastagi pada 10 September 2026. Atas saran Gubernur Sumatera Utara, Krismas kembali dirawat di RSU Haji Medan dan sempat masuk PICU.

Hasil pemeriksaan: tidak ada masalah saraf, fokus pada lambung dan psikiatri

Menurut Kadis Kesehatan Sumut Faisal Hasrimy, pemeriksaan neurologis tidak menemukan gangguan saraf yang memerlukan rujukan. Dari serangkaian pemeriksaan, penanganan dapat dilanjutkan di RSU Haji Medan tanpa harus dirujuk ke Jakarta.

"Para dokter yang hari ini hadir dari berbagai disiplin ilmu, yang tentunya yang mereka sampaikan itu bisa dipertanggungjawabkan. Hari ini sudah terbuka semuanya,"

"Yang paling besar itu masalah psikis. Ini yang menjadi tantangan tersendiri bagi kita,"

Temuan endoskopi dan rencana biopsi

Dokter anak konsultan gastroenterologi, dr. Ade Rachmat, mengatakan Krismas menjalani endoskopi. Tidak ada erosi di pangkal tenggorokan atau kerongkongan, tetapi ditemukan cairan berbuih bercampur kuning serta kemerahan dan erosi luas di lambung hingga pintu usus dua belas jari.

"Kalau dilihat dengan gambaran endoskopi seperti ini, artinya ini disebut dengan pangastritis. Jadi kalau pangastritis berarti semua area dari lambung itu mengalami peradangan,"

Tim mengambil sampel jaringan untuk biopsi. Hasil pemeriksaan diperkirakan keluar dalam 5–8 hari untuk memastikan apakah peradangan disebabkan infeksi atau faktor lain.

Rencana perawatan dan dukungan keluarga

Direktur RSU Haji Medan Yulinda Elvi Nasution menegaskan rumah sakit telah melibatkan dokter anak, spesialis ginjal, saraf, dan gastroenterologi. Jika asesmen menunjukkan kebutuhan perawatan yang tidak tersedia, rujukan ke rumah sakit tipe A akan dilakukan. Namun saat ini belum ada indikasi tersebut.

"Kalau ada masalah lagi kami siap menerima adik Krismas untuk kontrol kembali rawat jalan ke Rumah Sakit Haji. Jadi tetap dalam pantauan kami keadaan kesehatan Krismas untuk selanjutnya,"

Tim medis akan memantau perkembangan kondisi Krismas. Jika terus membaik, perawatan dilanjutkan secara rawat jalan di Karo atau RSU Haji Medan. Pihak rumah sakit juga memberikan obat pendukung untuk proses pemulihan.

Pihak kesehatan meminta keluarga memberi dukungan psikologis agar pasien tidak terus terjebak pada pengalaman yang menimbulkan kecemasan. Dukungan keluarga dinilai penting dalam proses pemulihan jangka menengah.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait