KTH Nelayan Mandiri Pulihkan 28 Ha Mangrove di Deli Serdang
DELI SERDANG — Kelompok Tani Nelayan Mandiri (KTH) di Pantai Sei Tuan Indah, Desa Sei Tuan, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang, terus merehabilitasi ekosistem mangrove sejak 2017. Kegiatan mencakup pembibitan, penanaman, penyulaman, dan pemeliharaan, dengan capaian penting pada 2024 berupa rehabilitasi 28 hektare dan penanaman 101.640 bibit.
Rehabilitasi dan capaian utama
KTH yang beranggotakan 29 orang itu menyatakan konsistensi kerja lapangan. Mereka mengatakan sudah menanam hampir setengah juta bibit mangrove secara bertahap dengan dukungan lembaga pendamping.
| Tahun | Kegiatan | Luas (ha) | Total bibit | Penanaman utama | Penyulaman | Pola tanam | Jenis |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 2024 | Rehabilitasi | 28 | 101.640 | 92.400 | 9.240 (10%) | 3.300 bibit/ha | Rhizophora sp, swakelola tipe IV |
| 2025 | Pemeliharaan (P1) | — (area 2024) | — | — | 18.480 (penyulaman ~20%) | — | Rhizophora sp |
Ketua KTH, Sukamto, mengatakan kondisi kawasan awalnya memprihatinkan karena sebagian area didominasi tanaman sawit dan sebagian lainnya gundul. Namun upaya berkelanjutan mulai menunjukkan hasil.
"Kalau persentasenya, kami sudah mencapai sekitar 80 persen merehabilitasi hutan ini. Kami tidak berhenti melakukan kegiatan sampai hari ini,"
Skema kerja dan kompensasi
Program penanaman yang didukung organisasi pendamping menerapkan skema swakelola dan melibatkan masyarakat setempat. Dalam kegiatan lapangan, pekerja mendapatkan pembayaran berdasarkan hari orang kerja (HOK).
"Ketika berkegiatan, pokmas melakukan penanaman bibit mangrove dan ada upah hariannya untuk pekerja di lapangan,"
Meski demikian, Sukamto menyampaikan anggota KTH tidak menerima gaji tetap dari pemerintah. Mereka menggabungkan aktivitas rehabilitasi dengan bentuk pemanfaatan sumber daya pesisir, seperti mencari kepiting, untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Dampak ekologis dan ekonomi
Rehabilitasi mangrove memberi dampak ganda. Secara ekologis, penanaman mulai membentuk daratan baru di ujung kawasan—terbentuk puluhan hektare tanah timbul setelah proses berlangsung. Secara sosial-ekonomi, program membuka peluang kerja melalui pembibitan, penanaman, penyulaman, dan pemeliharaan.
Kegiatan ini juga mendorong keterlibatan perempuan dan generasi muda. KTH dan mitra mengintegrasikan kegiatan lapangan dengan agenda edukasi dan ekowisata; kunjungan media mencakup penanaman bersama serta kunjungan ke Ekowisata Mangrove di Desa Denai Kuala.
Upaya berkelanjutan ini diharapkan tidak hanya memulihkan vegetasi pesisir, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat pesisir dan memperluas kawasan konservasi mangrove di Deli Serdang.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
21 Kecamatan Tampil di Lomba Cipta Menu B2SA Medan 2026
21 kecamatan berlomba dalam Cipta Menu B2SA Medan 2026 untuk promosi pangan lokal bergizi dan pengolahan ika...
Nias Selatan Gelar Rapat Antisipasi Kelangkaan Pangan Jelang Natal
Pemkab Nias Selatan bersama Forkopimda gelar rapat antisipasi kelangkaan LPG, BBM bersubsidi, dan kenaikan h...
Irigasi Batubara: DPRD Sumut Tinjau Kekeringan Petani Airputih
Anggota DPRD Sumut meninjau ketiadaan air akibat pengerjaan cover dam di Airputih, Batubara; ada kesepakatan...
Kapolda Sumut Kunjungi Polres Langkat, Tegaskan 4 Prioritas
Kapolda Sumut Irjen Pol. Sonny Irawan kunjungi Polres Langkat (3/11) dan tegaskan empat program prioritas de...
Warga Binjai Utara Lega, Drainase Jalan Gaharu-Teratai Diperbaiki
Perbaikan drainase di Jalan Gaharu dan Teratai, Binjai Utara, mulai dikerjakan Rabu (4/11) untuk atasi genan...
Hendro: Penetapan Tersangka Belum Buktikan Penyadapan Presiden
Hendro: penetapan tiga tersangka belum membuktikan penyadapan Presiden; forensik digital dan perbaikan siste...