Kredit Perumahan BRI Dongkrak Kapasitas Kontraktor di Jateng
Fasilitas kredit perumahan Bank BRI mendorong peningkatan kapasitas kontraktor di Jawa Tengah. Program rumah subsidi yang diluncurkan pemerintah Presiden Prabowo Subianto membuat beberapa pelaku usaha konstruksi mampu menggandakan output dalam beberapa bulan terakhir.
Kontraktor di Jateng Merasakan Dampak Langsung
Muji Marjoko, kontraktor asal Salatiga, menyatakan usahanya meningkat dua kali lipat setelah mendapatkan fasilitas kredit program perumahan. Pernyataan itu disampaikan dalam keterangan tertulis dari Sekretariat Presiden pada Minggu, 2 Agustus 2026.
Kita ucapkan terima kasih kepada Pak Presiden atas programnya, terima kasih pada Pak Menteri Maruarar Sirait. Juga kepada BRI yang memberikan kita kredit program perumahan rakyat,
Menurut Muji, sebelum menerima pembiayaan ia hanya mampu membangun sekitar lima unit rumah. Setelah mendapat kredit, kapasitas produksi naik menjadi 10–15 unit per periode, atau kenaikan sekitar 100 persen.
Kita sebagai kontraktor di Salatiga, biasa kita sebelum mendapatkan program kredit perumahan ini kita cuma bangun maksimal lima. Dengan adanya program ini kita bisa membangun antara 10-15 rumah, ini untuk kenaikan di angka 100 persen,
Ambisi Pemerintah Mempercepat Pembangunan Rumah
Presiden Prabowo menekankan kebutuhan perumahan di Indonesia masih sangat besar dan menilai pemerintah perlu mencari cara lebih efektif. Dalam acara akad massal KPR FLPP di Batang, Jawa Tengah pada 30 Juli 2026, Presiden mengutip pengalaman India sebagai inspirasi.
Saya tertarik pada pengalaman bangsa India, mampu membangun 40 juta rumah dalam 12 tahun, atau kira-kira 3 juta rumah setiap tahun. Ini sedang saya pelajari, bagaimana caranya, ada teknik-teknik tertentu, dan ini bisa kita coba,
Presiden menegaskan Indonesia akan melanjutkan metode yang sudah terbukti sambil aktif mencari inovasi. Ia juga menyatakan akan mengirim tim belajar ke sejumlah negara untuk mengadopsi praktik terbaik.
Rencana Belajar dari Luar Negeri
Pemerintah akan mengirim tim ke Tiongkok, India, dan Mesir untuk mempelajari teknik pembangunan massal, mencatat praktik yang efektif, lalu mengembangkan pendekatan yang sesuai di Indonesia. Langkah ini dimaksudkan untuk mempercepat capaian program rumah yang dicanangkan pemerintah.
Implikasi untuk Sektor Konstruksi
Penyaluran kredit perumahan tidak hanya membantu pembeli rumah, tetapi juga memberi efek berganda pada rantai pasok konstruksi. Kontraktor mampu meningkatkan volume kerja, material mengalami permintaan lebih besar, dan lapangan kerja di sektor terkait dapat bertambah.
Ke depan, keberlanjutan manfaat ini bergantung pada kelancaran akses pembiayaan, ketersediaan bahan baku, dan kemampuan mekanisme program untuk diterapkan skala luas. Pemerintah dan mitra perbankan diharapkan terus memantau pelaksanaan agar target penyediaan rumah dapat tercapai secara efektif.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Bruguiera hainesii Dikembangbiakkan di Kubu Raya, Tingkat Hidup 72%
Pemerintah mengembangbiakkan sekitar 1.000 bibit mangrove langka Bruguiera hainesii di Kubu Raya dengan ting...
BULOG: Masyarakat Diminta Cermat terhadap Standar Mutu Beras
BULOG meminta masyarakat cermat membedakan beras premium dan medium berdasarkan parameter mutu, bukan hanya...
Basarnas Evakuasi KMP Mutiara Santosa 2 yang Terbakar di Sumenep
Basarnas mengevakuasi penumpang KMP Mutiara Santosa 2 yang terbakar di perairan utara Sumenep; operasi SAR m...
BMKG: El Nino Menguat, Waspada Kekeringan dan Karhutla
BMKG memperingatkan El Nino menguat (31 Juli-6 Agustus 2026) yang meningkatkan risiko kekeringan dan kebakar...
MUI Dorong Hukuman Mati bagi Koruptor: Alasan dan Aturan
MUI mendorong hukuman mati bagi koruptor setelah belasan kepala daerah ditangkap KPK; pakar sebut UU Tipikor...
Indonesia-India Perkuat Kerja Sama Strategis AI
Indonesia dan India sepakat memperkuat kerja sama strategis pengembangan AI lewat Peta Jalan AI dan penguata...